» » » Bupati Sanggau Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Lilin Kapuas 2018

Bupati Sanggau Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Lilin Kapuas 2018

Penulis By on Sabtu, 22 Desember 2018 | No comments



Polres Sanggau - Untuk mengamankan perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Polres Sanggau melakukan apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2017 yang diselenggarak serentak oleh seluruh jajaran Polri.

Bersama Instansi terkait, Polres Sanggau melaksanakan Apel Gelar Pasukan Ops Terpusat Lilin Kapuas 2018 di Kompleks Lapangan Sabang Merah Kelurahan Bunut Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau, Jumat (21/12) .

Pelaksanaan Apel Ops Lilin Kapuas 2018 Kab. Sanggau di pimpin langsung oleh Bupati Sanggau Paolus Hadi, S. Ip, M. Si dan dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Sanggau serta Kepala SKPD dilingkungan Pemkab Kabupaten Sanggau.

Dalam apel tersebut, Bupati Sanggau membacakan Amanat Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito  Karnavian, Ph.D.

Apel Gelar Pasukan yang diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran ini, merupakan momentum penting untuk meninjau kesiapsiagaan personel, melakukanpengecekan sarana dan prasarana pengamanan, serta guna memperkuat soliditas para pemangku kepentingan yang dilibatkan dalam pengamanan Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

“Situasi  menjelang  perayaan Natal dan pergantian tahun merupakan momen yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, karena diiringi pula dengan penetapan libur nasional,” ucap Bupati Sanggau Membacakan Amanat Kapolri.


Realitas ini memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan bermasyarakat, seperti terjadinya peningkatan intensitas  kegiatan masyarakat, mobilitas moda transportasi, serta peningkatan demand terhadap kebutuhan pokok khususnya bahan pangan. Kondisi ini memunculkan potensi kerawanan yang harus menjadi perhatian kita bersama.

Dalam kaitan tersebut, Polri bersama segenap jajaran TNI dan stakeholders terkait lainnya, menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi “Lilin 2018”, yang melibatkan 167.783 personel pengamanan. Operasi kepolisian terpusat ini dilaksanakan selama 10 hari sejak tanggal 23 Desember 2018 sampai dengan 1 Januari 2019, kecuali pada 13 Polda Prioritas I, yakni Sumut, Lampung, Banten, Metro Jaya, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, Sulut, Maluku, NTT, dan Papua, dimana kegiatan operasi akan digelar selama 12 hari terhitung sejak 21 Desember 2018.

Polri telah menginventarisir beberapa potensi kerawanan di antaranya kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, potensi aksi terorisme, sweeping Ormas dan aksi intoleransi, kecelakaan moda transportasi baik darat, laut, maupun udara, ketersediaan dan stabilitas harga pangan, serta kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Peningkatan intensitas kegiatan masyarakat, akan memunculkan potensi meningkatnya kejahatan konvensional seperti begal, premanisme, maupun aksi street crimes seperti pencurian, pencopetan, dan sebagainya. Upaya cipta kondisi seperti Operasi Zebra dan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran kejahatan jalanan, premanisme, penertiban penyakit masyarakat, miras, dan petasan telah dilaksanakan.

Terkait dengan aksi terorisme, peran Satgas Anti Teror Polda jajaran perlu untuk ditingkatkan. Upaya-upaya preemtive strike  terhadap  seluruh  jaringan  pelaku  teror  perlu  dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi terorisme. Selain itu, guna meningkatkan keamanan personel di lapangan, perlu diterapkan buddy system dan peningkatan kewaspadaan personel. Terhadap potensi aksi sweeping oleh Ormas tertentu, perlu dilakukan imbauan kepada para tokoh Ormas agar tidak melakukan upaya sweeping, melainkan melaporkannya kepada pihak kepolisian. Selanjutnya, petugas kepolisian yang menerima laporan segera merespon sesuai dengan peraturan yang berlaku.


Demikian pula dalam menjaga  dan mencegah  terjadinya kecelakaan  moda  transportasi  baik  di  darat,  laut,  dan  udara. Saya berharap, jajaran kepolisian dan stakeholders terkait dapat melaksanakan upaya proaktif, guna menjamin terwujudnya moda transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Sedangkan dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan yang banyak dipengaruhi oleh kelancaran suplai dan distribusi, saya menekankan agar seluruh jajaran terus melakukan kegiatan pendampingan dan operasi pasar secara bersama dengan seluruh instansi terkait. Jika perlu, lakukan penegakan hukum secara tegas terhadap para pelaku penimbunan, monopoli, dan mafia pangan  secara tepat, yang tidak menimbulkan dampak kontra produktif.

Terkait dengan kelancaran arus mudik dan arus balik, dengan telah terbangunnya jalan tol di sepanjang Pulau Jawa, maka potensi kemacetan dan kecelakaan dalam pengamanan Operasi Lilin 2018 kali ini, cenderung lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini jangan membuat kita lengah, untuk itu lakukan monitoring dan pengamanan pada titik rawan kemacetan dan kecelakaan yang telah dipetakan, serta laksanakan manajemen dan rekayasa arus lalu lintas yang tepat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polri, jajaran TNI, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya, yang selama ini telah bekerja dengan sungguh-sungguh dalam memelihara stabilitas Kamtibmas yang kondusif. Saya berharap, kerjasama dan sinergisitas yang sudah terjalin dengan baik ini, dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan,” tutup Bupati Sanggau membacakan Amanat Kapolri


Apel gelar pasukan Operasi Lilin Kapuas 2018 diikuti sekitar 600 personil yang terdiri dari Satu Peleton TNI,  Satu Peleton Staf Polres Sanggau,  Satu Peleton Bhabinkamtibmas, Satu Peleton Satlantas Polres Sanggau,  Satu Pleton Dinas Perhubungan,  Satu  Peleton Satpol PP,  Satu Peleton Paguyuban, Satu Peleton Pasukan Pemuda Islam,  Satu Peleton Kepala Desa dan Satu Peleton Siswa PKS Kabupaten Sanggau.

Penulis : Denny Ardiyanto
Publish : Humas Polres Sanggau
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya