Polres Sanggau - Sebanyak 10 personel BKO
Pas II Pelopor Korps Brimob Polri tiba di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau,
Kalimantan Barat, untuk memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kedatangan personel tersebut disambut melalui apel di Halaman Mapolsek Sekayam,
Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Apel penyambutan dipimpin langsung oleh
Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno, S. Sos., M.A.P. dan diikuti seluruh personel
Polsek Sekayam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah kepolisian dalam
memastikan kesiapan personel menghadapi potensi maupun kejadian Karhutla yang
masih menjadi perhatian di wilayah Kecamatan Sekayam.
Dalam kegiatan tersebut, 10 personel BKO Pas
II Pelopor Korps Brimob Polri secara resmi diterima untuk melaksanakan tugas
membantu penanganan dan penanggulangan Karhutla. Kehadiran pasukan tambahan ini
diharapkan dapat meningkatkan kekuatan operasional di lapangan, terutama ketika
terjadi titik api yang membutuhkan respons cepat.
Kapolsek Sekayam mengatakan, penambahan
personel merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi ancaman Karhutla
sekaligus memperkuat koordinasi dengan unsur terkait. Menurutnya, penanganan
kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kecepatan, ketepatan serta kerja sama
seluruh pihak.
“Kehadiran personel BKO Brimob ini merupakan
penguatan bagi kami dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Sekayam. Kami
akan mengoptimalkan sinergi dan koordinasi agar setiap kejadian dapat segera
ditangani sebelum api meluas,” ujar AKP Sutikno.
Ia menegaskan, personel gabungan akan
diarahkan untuk mendukung kegiatan pencegahan, pemantauan serta penanganan
Karhutla sesuai perkembangan situasi di lapangan. Langkah tersebut dilakukan
sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di
wilayah Kecamatan Sekayam.
Selain penanganan ketika kebakaran terjadi,
upaya pencegahan juga menjadi perhatian utama. Personel kepolisian bersama
unsur terkait diharapkan dapat meningkatkan pemantauan terhadap wilayah yang
memiliki potensi rawan kebakaran serta memberikan edukasi kepada masyarakat
agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan.
Menurut Sutikno, penanganan Karhutla tidak
dapat hanya mengandalkan kekuatan personel dan peralatan pemadam. Kesadaran
masyarakat untuk menjaga lingkungan serta tidak membuka atau membersihkan lahan
dengan cara membakar menjadi faktor penting dalam mencegah munculnya titik api
baru.
“Yang paling penting adalah pencegahan. Kami
mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, segera melaporkan
apabila melihat adanya titik api dan tidak melakukan pembakaran lahan yang
dapat menimbulkan kebakaran lebih luas,” katanya.
Penambahan kekuatan BKO tersebut juga
diharapkan mempercepat mobilisasi apabila ditemukan titik api di wilayah yang
sulit dijangkau. Dengan dukungan personel Brimob, kemampuan respons di lapangan
diharapkan semakin optimal, sekaligus memperkuat koordinasi antara Polsek
Sekayam dan unsur penanggulangan Karhutla lainnya.
Kepolisian memastikan seluruh personel yang
terlibat akan mengedepankan langkah yang terukur dan terkoordinasi dalam
menjalankan tugas. Penanganan Karhutla dilakukan tidak hanya untuk memadamkan
api, tetapi juga mencegah kebakaran meluas serta menekan potensi dampak kabut
asap terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat.
Kehadiran
10 personel BKO Pas II Pelopor Korps Brimob Polri di Kecamatan Sekayam menjadi
bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi
Karhutla. Polsek Sekayam menegaskan akan terus membangun sinergi dengan seluruh
unsur terkait dan masyarakat untuk menciptakan penanganan yang cepat, tepat dan
efektif demi menjaga wilayah Sekayam tetap aman dari ancaman Karhutla. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



