Polres Sanggau - Kepolisian Resor Sanggau mengerahkan personel untuk
mengamankan pelaksanaan ibadah dan Misa Minggu umat Kristiani di sejumlah
gereja dalam wilayah Kota Sanggau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu
(16/8/2026). Pengamanan dilakukan sejak sekitar pukul 07.00 WIB hingga seluruh
rangkaian ibadah selesai.
Pengamanan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Polres Sanggau
menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memastikan umat Kristiani
dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman, nyaman, dan khusyuk. Personel
ditempatkan di sejumlah gereja yang menjadi lokasi pelaksanaan ibadah dengan
jumlah jemaat cukup banyak.
Salah satu lokasi yang mendapat pengamanan adalah Gereja Paroki Katedral
Hati Kudus Yesus Katedral di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Beringin,
Kecamatan Kapuas. Misa dipimpin Pastor H. Eko Pompang, Pr., dengan jumlah
jemaat sekitar 200 orang pada Misa pertama dan sekitar 300 orang pada Misa
kedua. Perayaan mengangkat tema Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke
Surga.
Pengamanan di Gereja Paroki Katedral Hati Kudus Yesus dipimpin Ipda M.S.
Sofyan bersama tiga personel. Kehadiran polisi dilakukan untuk mengantisipasi
potensi gangguan keamanan, mengatur situasi di sekitar gereja, serta memberikan
rasa aman kepada jemaat selama rangkaian ibadah berlangsung.
Pengamanan juga dilaksanakan di Gereja GKNI Antiokhia, Jalan Jenderal
Sudirman, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas. Ibadah dipimpin Pdt. Haris Oka
dan diikuti sekitar 70 jemaat dengan tema “Merdeka dari Perbudakan Dosa”.
Personel pengamanan dipimpin Ipda Kornelis bersama tiga anggota.
Selanjutnya, personel Polres Sanggau mengamankan ibadah di Gereja GPIB
Maranatha, Jalan A. Yani, Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas. Ibadah
dipimpin Pdt. Abraham Silo Wilar, M.Th., MA., dengan tema “Murid yang Sejati
Bukan Sekadar Pengikut” dan diikuti sekitar 60 jemaat. Pengamanan dipimpin Ipda
Novi Iswandi bersama empat personel.
Pengamanan serupa dilakukan di Gereja Pantekosta, Jalan Sutan Syahrir
Nomor 1, Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas. Ibadah dipimpin Pdt. Edyson
Siregar dan diikuti sekitar 90 jemaat dengan tema “Kemerdekaan Sejati di Dalam
Kristus”. Pengamanan di gereja tersebut dipimpin Aiptu Herwin Purwito, S.H.,
bersama tiga personel.
Sementara itu, Gereja Santa Maria Bunda Pengharapan di Kompleks Sabang
Merah, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, juga mendapat pengamanan. Misa
dipimpin Pastor Rikardus Riyadi, Pr., dengan jumlah jemaat sekitar 400 orang
dan mengangkat tema “Maria Diangkat ke Surga”. Pengamanan dipimpin Bripka Didi
Rusdiyana bersama tiga personel.
Padal Pleton Siaga Regu VII Polres Sanggau AKP Sumarda’i mengatakan,
pengamanan ibadah merupakan bagian dari pelayanan kepolisian untuk memastikan
seluruh umat dapat melaksanakan kegiatan keagamaan tanpa rasa khawatir.
Menurutnya, personel tidak hanya melakukan penjagaan di dalam maupun sekitar
gereja, tetapi juga memperhatikan situasi keamanan dan kelancaran aktivitas
masyarakat di lingkungan sekitar.
“Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan memastikan umat dapat
menjalankan ibadah dengan khusyuk. Pengamanan dilakukan secara humanis dengan
tetap mengedepankan pelayanan, kewaspadaan, serta komunikasi yang baik dengan
pihak gereja dan jemaat,” ujarnya.
AKP Sumarda’i menambahkan, keberadaan personel Polri dalam pengamanan
rumah ibadah juga menjadi bagian dari upaya menjaga toleransi dan kerukunan
antarumat beragama di Kabupaten Sanggau. Polri berkomitmen memberikan
perlindungan dan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar
belakang maupun keyakinan.
“Keamanan rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak
seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga toleransi, menghormati perbedaan
dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman serta damai,” katanya.
Selama seluruh rangkaian
ibadah Minggu berlangsung, situasi di sejumlah gereja yang mendapat pengamanan
dilaporkan aman, tertib, kondusif, dan terkendali. Polres Sanggau memastikan
kegiatan pengamanan akan terus dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara dalam
memberikan perlindungan serta menjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah
dengan aman dan nyaman. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



