Polres Sanggau



Densus 88 AT Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Ekstremisme Digital pada Anak dan Remaja


Jakarta - Densus 88 AT Polri resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 18–20 Mei 2026 dengan mengusung tema strategi kolaboratif presisi dalam penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan dan terorisme guna menjaga stabilitas kamtibmas nasional.
 
Juru Bicara Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana menjelaskan bahwa Rakernis tahun ini menjadi momentum penting dalam merespons transformasi ancaman terorisme yang semakin kompleks dan multidimensional, khususnya di ruang digital yang menyasar anak-anak dan remaja.
 
“Fenomena ekstremisme mengarah kepada terorisme saat ini telah berkembang dari pola ideologis konvensional menuju kepada berbagai bentuk baru yang dikenal sebagai non coherent extremism maupun nihilistic violent extremism. Media sosial, platform digital, hingga game online kini dimanfaatkan sebagai sarana rekrutmen, grooming, serta penyebaran kekerasan,” ujar Kombes Pol. Mayndra.
 
Dalam rangkaian pembukaan Rakernis, Kapolri meninjau Milestone Wall yang menampilkan sejarah panjang penanggulangan terorisme di Indonesia, mulai dari akar gerakan DI/TII tahun 1949, perkembangan jaringan transnasional Jemaah Islamiyah, tragedi Bom Bali I, hingga keberhasilan Densus 88 AT Polri menjaga capaian “ Zero Attacks” sepanjang periode 2023–2025.
 
Rakernis yang diikuti kurang lebih 670 peserta tersebut fokus membahas peningkatan paparan radikalisme dan kekerasan terhadap anak. Berdasarkan data tahun 2026, tercatat 132 anak terpapar radikalisme dibeberapa provinsi, 115 anak terpapar paham kekerasan  dan telah diintervensi oleh Densus 88 bersama dengan Polda dan Pemerintah Daerah beserta stakeholders terkait. Sebagian kasus diketahui juga berkaitan dengan komunitas digital seperti True Crime Community (TCC) yang menunjukkan eskalasi menuju aksi kekerasan.
 
Selain pembahasan strategi preemtif, preventif, dan represif, forum ini juga menyoroti pentingnya penguatan literasi digital, deteksi dini di lingkungan sekolah dan keluarga, serta optimalisasi rencana kontinjensi Aman Nusa III.
 
Dalam arahannya, Kapolri memberikan apresiasi atas keberhasilan Densus 88 AT Polri mempertahankan status zero terrorist attack selama hampir tiga tahun berturut-turut. Menurutnya, keberhasilan tersebut tentu saja sangat mendukung stabilitas nasional, meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri, serta memberikan dampak positif terhadap iklim investasi dan agenda strategis nasional maupun internasional.
 
Kapolri juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks akibat tingginya penetrasi internet dan perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dimanfaatkan kelompok ekstrem untuk melakukan radikalisasi otomatis, penyebaran salad bar ideology, hingga gamifikasi kekerasan melalui platform permainan daring.
 
“Densus 88 AT Polri harus terus memperkuat kemampuan intelijen teknologi dan intelijen manusia guna mengantisipasi transformasi ancaman yang bergerak cepat di ruang siber,” ujar Kombes Pol. Mayndra mengulangi arahan Kapolri.
 
Pada kesempatan tersebut, Kapolri turut menyerahkan penghargaan kepada 12 tokoh dan counterpart dari negara sahabat yang dinilai berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme, termasuk akademisi, psikolog, mitra internasional, lembaga pendidikan, hingga unsur masyarakat sipil.
 
Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Kapolri didampingi oleh Kadensus 88 AT, dan beberapa Pejabat Utama Polri, dengan harapan seluruh instrumen intelijen dan penegakan hukum dapat semakin adaptif dan kolaboratif dalam menjaga keamanan nasional serta melindungi generasi muda Indonesia dari ancaman ekstremisme berbasis kekerasan.

Iptu Supar: Pertanian Menjadi Pilar Penting Ketahanan Ekonomi Masyarakat


Polres Sanggau - Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus diperkuat jajaran Polsek Meliau melalui kegiatan pengubinan dan panen jagung di kebun mitra yang berada di Dusun Jaya Makmur, Desa Bhakti Jaya, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Rabu, 20 Mei 2026.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut menjadi bagian dari sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan kelompok tani dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di wilayah Kecamatan Meliau.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kapolsek Meliau Iptu Supar, Kanit Binmas Polsek Meliau, Bhabinkamtibmas Desa Bhakti Jaya, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Meliau, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Kelompok Tani Firdaus selaku pengelola lahan.

Pengubinan dilakukan di lahan jagung seluas satu hektare milik mitra Polsek Meliau. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengetahui estimasi produktivitas hasil panen jagung melalui pengambilan sampel di beberapa titik lahan sebelum dilakukan perhitungan tonase hasil panen.

Dalam proses pengambilan sampel, petugas bersama kelompok tani melakukan pengukuran pada tiga plot berbeda. Hasil plot pertama mencapai 11,7 Kilogram, plot kedua 11,1 kilogram, dan plot ketiga 9,4 Kilogram dengan rata-rata hasil pengubinan sebesar 10,733 Kilogram.

Dari hasil rata-rata tersebut, diperoleh estimasi hasil panen tongkol basah mencapai sekitar 17,173 ton per hektare. Sementara untuk estimasi tongkol kering mencapai sekitar 13 ton per hektare, dan hasil jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen diperkirakan mencapai 9,61 ton per hektare.


Kapolsek Meliau, Iptu Supar, mengatakan hasil pengubinan tersebut menunjukkan produktivitas jagung di wilayah Meliau cukup baik dan memiliki potensi besar dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan bahwa program pertanian yang dijalankan bersama masyarakat benar-benar memberikan hasil yang optimal. Hasil panen yang cukup baik ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keterlibatan Polsek Meliau dalam pendampingan pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di daerah.

Menurut Iptu Supar, kolaborasi antara aparat kepolisian, penyuluh pertanian, dan kelompok tani menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan lahan pertanian. Dengan pendampingan yang tepat, hasil panen diharapkan terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat agar semakin semangat memanfaatkan lahan produktif. Ketahanan pangan yang kuat akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah,” tambahnya.

Kegiatan pengubinan dan panen jagung berlangsung aman dan lancar hingga selesai. Polsek Meliau memastikan akan terus mendukung kegiatan pertanian masyarakat sebagai bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung pembangunan nasional melalui sektor pangan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Jagung Hibrida Polsek Tayan Hulu Tumbuh Subur, Siap Panen Awal Juni 2026


Polres Sanggau - Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polsek Tayan Hulu melalui pengelolaan lahan jagung hibrida di Dusun Barage, Desa Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau. Pada Rabu, 20 Mei 2026, personel Polsek Tayan Hulu melaksanakan pengecekan progres pertumbuhan tanaman jagung hibrida yang saat ini memasuki usia 95 hari setelah tanam (HST).

Kegiatan pengecekan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB hingga selesai dengan tujuan memastikan perkembangan tanaman tetap optimal menjelang masa panen. Dari hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung terlihat tumbuh subur dan telah memasuki fase berbuah.

Lahan jagung seluas dua hektare tersebut dikelola oleh seorang sukarelawan bernama Pak Kutipa yang bekerja sama dengan Polsek Tayan Hulu dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Tayan Hulu. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian.

Kondisi tanaman yang sehat dan produktif diperkirakan akan memasuki masa panen pada awal Juni 2026. Keberhasilan pertumbuhan jagung hibrida tersebut dinilai menjadi indikator positif dalam mendukung upaya peningkatan hasil pangan lokal di Kabupaten Sanggau.

Kapolsek Tayan Hulu, Iptu H. Pintor Hutajulu, mengatakan bahwa kegiatan pengecekan rutin dilakukan guna memastikan proses pertumbuhan tanaman berjalan baik hingga masa panen tiba. Menurutnya, program pertanian yang dijalankan bersama masyarakat merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap ketahanan pangan nasional.


“Pengecekan ini penting untuk memastikan tanaman jagung tumbuh optimal dan siap panen sesuai target. Kami ingin program ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan di wilayah Tayan Hulu,” ujar Iptu H. Pintor Hutajulu.

Ia menjelaskan, keterlibatan Polsek Tayan Hulu dalam program pertanian merupakan implementasi dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan dan menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui sektor pertanian.

Menurutnya, ketahanan pangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dinilai sangat diperlukan agar program pertanian dapat berjalan berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini mampu memotivasi masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan lahan produktif. Jika dikelola dengan baik, sektor pertanian dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

Kegiatan pengecekan berlangsung lancar dan situasi di lokasi terpantau aman serta kondusif. Polsek Tayan Hulu memastikan akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap perkembangan tanaman hingga masa panen guna mendukung keberhasilan program ketahanan pangan di Kecamatan Tayan Hulu. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Cegah Gangguan Keamanan, Polsek Jangkang Perkuat Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat


Polres Sanggau - Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, jajaran Polsek Jangkang melaksanakan kegiatan patroli siang di sejumlah titik strategis wilayah hukum Polsek Jangkang, Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di tengah aktivitas masyarakat.

Patroli dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dengan melibatkan dua personel Polsek Jangkang yang bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan dan pusat aktivitas warga. Kehadiran aparat kepolisian di lapangan menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kecamatan Jangkang.

Adapun sasaran patroli meliputi Jalan Merakai, Jalan Lintas Kembayan, Terminal Bus, hingga kawasan Pasar Balai Sebut yang dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Selain memantau situasi keamanan, petugas juga melakukan pengawasan terhadap objek vital dan lingkungan permukiman penduduk.

Dalam pelaksanaan patroli, personel kepolisian turut berdialog langsung dengan warga dan pedagang yang ditemui di lokasi. Petugas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengingatkan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk tindak kejahatan.

Kapolsek Jangkang, Iptu Sukarjo, mengatakan bahwa patroli rutin merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa tenang saat warga menjalankan aktivitas sehari-hari.


“Patroli siang ini kami laksanakan sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat agar situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Jangkang tetap aman dan kondusif. Kami ingin masyarakat merasa terlindungi dalam setiap aktivitasnya,” ujar Iptu Sukarjo.

Ia menambahkan, kawasan pasar, terminal, dan jalur lintas menjadi titik yang memerlukan perhatian khusus karena tingginya mobilitas masyarakat. Oleh sebab itu, patroli dilakukan secara berkala guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas maupun gangguan keamanan lainnya.

Selain patroli, personel Polsek Jangkang juga mengimbau masyarakat untuk tidak lengah terhadap berbagai modus kejahatan, seperti pencurian, penipuan, maupun aksi kriminal lainnya. Warga diminta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga kepedulian terhadap lingkungan serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan tertib,” tambah Iptu Sukarjo.

Selama kegiatan patroli berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Jangkang terpantau aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat di pasar, terminal, maupun kawasan permukiman berjalan lancar tanpa ditemukan adanya gangguan kamtibmas yang menonjol. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Patroli Presisi Polsek Meliau Sisir Titik Rawan, Jaga Stabilitas Kamtibmas Tetap Kondusif


Polres Sanggau - Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan jajaran Polsek Meliau melalui kegiatan Patroli Presisi di sejumlah titik strategis wilayah hukum Polsek Meliau, Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah preventif guna mengantisipasi sekaligus meminimalisir potensi gangguan kamtibmas di tengah aktivitas masyarakat.

Patroli dimulai sejak pukul 10.00 WIB dengan melibatkan dua personel Polsek Meliau menggunakan kendaraan dinas roda dua patroli bernomor polisi VI 3213-30. Kehadiran petugas di lapangan menjadi bentuk nyata pelayanan kepolisian dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Adapun rute patroli meliputi Jalan Karya Bhakti, Jalan Gusti Lekar, Jalan Kapuas, Jalan PLN Meliau Hulu, Jalan Djoko Soedarmo hingga kembali ke Jalan Karya Bhakti. Jalur tersebut dipilih karena merupakan kawasan aktivitas masyarakat, pusat usaha, objek vital, serta wilayah pemukiman warga yang memerlukan pengawasan rutin.

Dalam pelaksanaannya, personel patroli melakukan pemantauan situasi di sejumlah objek vital, tempat usaha, dan lingkungan pemukiman guna memastikan kondisi keamanan tetap terkendali. Petugas juga berdialog langsung dengan warga untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

Kapolsek Meliau, Iptu Supar, menegaskan bahwa Patroli Presisi merupakan salah satu langkah strategis Polri dalam memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat. Menurutnya, patroli rutin menjadi upaya penting untuk mencegah munculnya tindak kriminalitas maupun gangguan keamanan lainnya.


“Patroli Presisi ini kami lakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen Polsek Meliau dalam menjaga keamanan wilayah. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini,” ujarnya.

Selain melakukan pemantauan situasi, petugas juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Warga diminta meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

Menurut Iptu Supar, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif. Ia menilai partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Meliau.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas di lingkungan masing-masing. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, potensi gangguan keamanan dapat dicegah sehingga situasi tetap aman dan kondusif,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di seluruh lokasi patroli terpantau aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat berjalan normal tanpa ditemukan adanya gangguan menonjol. Polsek Meliau memastikan kegiatan Patroli Presisi akan terus ditingkatkan sebagai langkah preventif demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkesinambungan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Satlantas Polres Sanggau Tanamkan Budaya Tertib kepada Anak-anak Lewat Program PSA


Polres Sanggau - Suasana ceria dan penuh antusias terlihat di lingkungan Polres Sanggau saat jajaran Unit Kamsel Satlantas Polres Sanggau menerima kunjungan pelajar TK Antiokhia Sanggau dalam kegiatan Polisi Sahabat Anak (PSA), Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan edukatif tersebut berlangsung di Mako Polres Sanggau mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Program Polisi Sahabat Anak menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis Polri kepada anak-anak melalui edukasi sejak usia dini terkait disiplin, keselamatan berlalu lintas, serta pengenalan tugas dan fungsi kepolisian di tengah masyarakat.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Ps. Kanit Kamsel Satlantas Polres Sanggau, Aipda Suriansyah, S.H., bersama personel Satlantas lainnya. Dalam suasana interaktif dan menyenangkan, para pelajar diberikan materi dasar mengenai etika dan tata tertib berlalu lintas.

Selain mendapatkan penjelasan mengenai aturan lalu lintas, anak-anak juga diajak mengenal berbagai fasilitas pelayanan yang ada di lingkungan Polres Sanggau. Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kedekatan emosional antara polisi dan anak-anak sehingga tercipta rasa aman serta kepercayaan terhadap institusi kepolisian.

Para siswa tampak antusias saat diperkenalkan dengan berbagai rambu lalu lintas sederhana seperti tanda berhenti, hati-hati, dan area penyeberangan. Mereka juga diajarkan mengenali fungsi warna pada lampu lalu lintas sebagai bagian dari pendidikan keselamatan di jalan raya.

Tidak hanya itu, personel Satlantas juga memberikan pemahaman sederhana mengenai pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap aturan sejak usia dini. Melalui metode belajar sambil bermain, anak-anak diajak memahami bahwa tertib berlalu lintas merupakan bagian dari kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.


Kasat Lantas Polres Sanggau, Iptu Andiet Tri Hatmojo, S.H., mengatakan bahwa kegiatan Polisi Sahabat Anak merupakan program edukasi yang penting untuk membentuk karakter disiplin serta meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak dini.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa polisi adalah sahabat mereka. Kami juga mengenalkan aturan dasar lalu lintas agar tumbuh kesadaran disiplin dan tertib sejak usia dini,” ujarnya.

Iptu Andiet menambahkan, pendidikan keselamatan lalu lintas tidak hanya ditujukan kepada pengendara dewasa, tetapi juga perlu diperkenalkan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, pembentukan karakter disiplin harus dimulai dari lingkungan pendidikan dan keluarga.

“Kami berharap anak-anak dapat memahami pentingnya mematuhi aturan, baik di jalan raya maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, budaya tertib dan disiplin dapat tumbuh secara alami sejak kecil,” tambahnya.

Kegiatan Polisi Sahabat Anak tersebut juga berhasil membangun citra positif Polri di mata anak-anak. Para pelajar terlihat lebih akrab dan tidak merasa takut saat berinteraksi langsung dengan personel kepolisian yang memberikan edukasi secara ramah dan humanis.

Melalui program edukatif ini, Satlantas Polres Sanggau berharap dapat menciptakan generasi muda yang sadar hukum, disiplin, serta memiliki pemahaman dasar mengenai keselamatan berlalu lintas demi mendukung terciptanya budaya tertib di masyarakat. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Upacara Harkitnas ke-118 di Polres Sanggau Jadi Momentum Bangkit Hadapi Tantangan Era Digital


Polres Sanggau - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di lingkungan Polres Sanggau berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme pada Rabu pagi, 20 Mei 2026. Upacara yang digelar di halaman Mapolres Sanggau, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau itu menjadi momentum refleksi atas perjuangan bangsa sekaligus penguatan komitmen menjaga kedaulatan negara di tengah tantangan zaman modern.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dan berakhir pada pukul 08.15 WIB dengan diikuti personel gabungan dari berbagai satuan fungsi di Polres Sanggau. Peserta upacara terdiri dari gabungan staf Polres Sanggau, personel Sat Samapta, Sat Lantas, Sat Intelkam, Sat Reskrim, hingga Satresnarkoba yang masing-masing tergabung dalam satu pleton.

Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Kabag Ops Polres Sanggau, AKP P.S.C. Kusuma Wibawa, S.H., M.A.P. Sementara Perwira Upacara dijabat Kabag SDM Polres Sanggau AKP Gunawan Carda dan Komandan Upacara dipercayakan kepada Ipda Novi Iswandi, S.H.

Dalam amanatnya, AKP P.S.C. Kusuma Wibawa menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk membangkitkan kembali kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa dalam menjaga persatuan dan kedaulatan negara.

Ia menyampaikan, tanggal 20 Mei menjadi penanda lahirnya kesadaran kebangsaan melalui berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan titik awal transformasi perjuangan bangsa Indonesia dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual, organisasi, dan diplomasi demi mencapai kemerdekaan dan martabat bangsa.

“Semangat Boedi Oetomo mengajarkan bahwa kebangkitan bangsa dimulai dari kesadaran untuk bersatu melampaui sekat-sekat perbedaan. Nilai inilah yang harus terus dijaga oleh seluruh generasi penerus bangsa,” ujar AKP Kusuma Wibawa dalam amanatnya.

Ia juga menekankan bahwa makna kebangkitan nasional saat ini telah mengalami perubahan sesuai perkembangan zaman. Jika dahulu perjuangan berfokus pada merebut kedaulatan wilayah, maka di era modern tantangan bangsa bergeser pada upaya mempertahankan kedaulatan informasi, penguatan literasi digital, serta kesiapan menghadapi transformasi teknologi.


Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara,” peringatan Harkitnas tahun ini disebut memiliki makna strategis dalam memperkuat perlindungan generasi muda sebagai aset utama bangsa. Menurutnya, masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerus yang mampu tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter.

AKP Kusuma Wibawa turut menyoroti berbagai program strategis nasional yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut di antaranya Makan Bergizi Gratis di sekolah, pemerataan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, hingga layanan Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat.

Selain itu, ia menyebut pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa. Koperasi tersebut diharapkan mampu menyediakan kebutuhan dasar masyarakat mulai dari pupuk, modal usaha, distribusi hasil pertanian, hingga akses sembako dan layanan kesehatan yang lebih terjangkau.

Dalam amanatnya, Kabag Ops Polres Sanggau juga menegaskan pentingnya perlindungan anak di ruang digital. Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah memberlakukan PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS tentang tata kelola sistem elektronik dalam perlindungan anak, termasuk kebijakan penundaan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi.

“Generasi muda adalah tunas bangsa yang harus dijaga bersama. Ruang digital harus menjadi tempat yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara positif,” tegasnya.

Lebih lanjut, AKP P.S.C. Kusuma Wibawa mengajak seluruh personel Polres Sanggau dan masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Asta Cita sebagai kompas pembangunan bangsa. Ia menilai kebangkitan nasional hanya dapat diwujudkan melalui solidaritas sosial, persatuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta semangat gotong royong dalam menghadapi tantangan global.

Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Polres Sanggau berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polres Sanggau dalam menanamkan semangat nasionalisme, memperkuat nilai kebangsaan, serta menjaga persatuan demi terwujudnya Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Antisipasi El Nino 2026, Polri Perkuat Mitigasi Karhutla melalui Dialog Publik Lintas Sektor


Palembang - Polda Sumatera Selatan bersama Divisi Humas Polri memperkuat kesiapsiagaan menghadapi fenomena El Nino tahun 2026 melalui langkah mitigasi terpadu guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), krisis pangan, hingga potensi gangguan sosial di wilayah Sumatera Selatan.
 
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Dialog Publik bertema “Strategi Pencegahan dan Mitigasi Dampak Bencana El Nino di Sumatera Selatan dalam Mewujudkan Ketahanan Lingkungan dan Keamanan Masyarakat” yang digelar di Kota Palembang, Selasa (19/5/2026).
 
Kegiatan ini menjadi forum strategis lintas sektor dengan melibatkan unsur kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat, hingga pemangku kepentingan sektor lingkungan dan perkebunan untuk menyusun langkah bersama menghadapi ancaman musim kemarau ekstrem.
 
Forum ini membahas penguatan sistem mitigasi dan peringatan dini guna menekan risiko karhutla, menjaga ketahanan pangan, serta melindungi masyarakat dari dampak kabut asap. Pengawasan kawasan gambut dan edukasi publik terkait larangan pembukaan lahan dengan cara membakar juga menjadi perhatian utama.
 
Langkah mitigasi ini sejalan dengan implementasi program Presisi Kapolri dan kebijakan prioritas Presiden Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, perlindungan lingkungan hidup, serta ketahanan sosial masyarakat.
 
Dalam dialog publik tersebut, Guru Besar Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Ishak Iskandar, M.Sc., memaparkan analisis klimatologi terkait pola pergeseran curah hujan akibat El Nino. Sementara Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan Dr. Muhammad Iqbal Alisyahbana, S.STP., M.M., menjelaskan strategi penanganan kedaruratan bencana di wilayah rawan karhutla.
 
Paparan juga disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel Herdi Apriansyah, S.STP., M.M., serta Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Perkebunan Sumsel Herlan Kagami, S.P., M.Si., terkait restorasi lingkungan dan penguatan sektor perkebunan menghadapi musim kemarau panjang.
 
Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., dalam amanat tertulis yang dibacakan Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.I.Kom., menegaskan bahwa perubahan iklim global merupakan ancaman nyata yang harus dihadapi bersama.
 
“Polri berkomitmen mengedepankan komunikasi publik yang transparan dan penguatan kerja sama lintas sektor. Kami tidak dapat bekerja sendiri, dukungan penuh dari dunia usaha, tokoh masyarakat, dan generasi muda sangat dibutuhkan untuk membangun budaya menjaga lingkungan tanpa membakar,” tegas Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu.
 
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., yang hadir mewakili Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan kesiapan jajaran Polda Sumsel dalam mendukung kebijakan pencegahan karhutla secara terpadu.
 
“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Melalui dialog ini, seluruh elemen menyamakan persepsi agar tindakan preventif dan penegakan hukum terkait pencegahan karhutla berjalan selaras dan berdampak nyata,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.
 
Kegiatan kemudian ditutup dengan perumusan roadmap kolaboratif yang akan menjadi acuan operasional satgas terpadu penanganan El Nino dan karhutla di wilayah Sumatera Selatan.

Musim Haji 2026, Satgas Haji Polri Terus Lindungi Masyarakat dari Praktik Haji Non-Prosedural


Satgas Haji Polri terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum selama musim haji 2026 guna memastikan perlindungan terhadap masyarakat dari praktik penyelenggaraan ibadah haji non-prosedural, penyalahgunaan visa, hingga berbagai modus penipuan yang merugikan calon jemaah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui langkah preventif, deteksi dini, hingga penindakan terhadap dugaan pelanggaran yang berpotensi merugikan masyarakat.
 
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Satgas Haji Polri berhasil mencegah keberangkatan 32 Warga Negara Indonesia (WNI) calon jemaah haji non-prosedural di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat (15/5/2026). Pencegahan dilakukan oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta bersama Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta setelah menemukan indikasi penggunaan jalur perjalanan yang tidak sesuai ketentuan.
 
Langkah tersebut merupakan bagian dari kerja Satgas Haji Polri yang dibentuk melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, melibatkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Kementerian Haji Republik Indonesia, otoritas Bandara Soekarno-Hatta, serta memperkuat koordinasi dengan otoritas Kerajaan Arab Saudi dalam pengawasan dokumen perjalanan, validitas visa, dan pencegahan praktik penyelenggaraan haji non-prosedural.
 
Kolaborasi lintas negara ini dilakukan untuk memastikan perlindungan terhadap warga negara Indonesia dan jemaah haji yang sah, sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan yang memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk berhaji melalui modus penipuan, penyalahgunaan visa, maupun pemberangkatan ilegal yang berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi korban.
 
Selain pengawasan di titik keberangkatan, Subsatgas Gakkum Satgas Haji dan Umroh Polri Tahun 2026 juga terus melakukan penegakan hukum terhadap berbagai laporan masyarakat. Hingga saat ini tercatat 11 Laporan Polisi (LP) dan 21 Laporan Informasi (LI) telah ditangani, dengan 13 tersangka berhasil ditetapkan. Dari penanganan perkara tersebut, jumlah korban mencapai 320 orang dengan total kerugian masyarakat sebesar Rp10.025.000.000.
 
Dalam kasus pencegahan di Bandara Soekarno-Hatta, hasil pemeriksaan awal menunjukkan para WNI tersebut mengaku akan melakukan perjalanan wisata menuju Provinsi Hainan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui penerbangan Batik Air rute Jakarta–Singapura. Namun, hasil pemeriksaan petugas imigrasi menemukan 31 orang memiliki visa kerja Arab Saudi jenis single entry dengan masa berlaku 90 hari.
 
Pendalaman lebih lanjut menemukan 5 orang mengaku akan menjalankan ibadah haji melalui jalur tertentu, sedangkan sebagian lainnya menyatakan tujuan perjalanan wisata. Satu orang diketahui berperan sebagai tour leader sekaligus manajer operasional agen perjalanan (Travel FEIGO) yang menyelenggarakan perjalanan tersebut.
 
Petugas turut mengamankan 32 paspor RI, 32 boarding pass penerbangan Jakarta–Singapura, serta 31 visa kerja Arab Saudi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Adapun tindak lanjut yang dilakukan mencakup penyusunan laporan informasi, pelengkapan administrasi penyelidikan, koordinasi dengan kementerian terkait, klarifikasi terhadap pihak travel, hingga penguatan koordinasi dengan Satgas Penanganan Haji Ilegal Mabes Polri.
 
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P. menegaskan bahwa pembentukan Satgas Haji Polri merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan perlindungan menyeluruh kepada masyarakat agar pelaksanaan ibadah haji berlangsung aman, tertib, dan sesuai ketentuan.
 
“Pengamanan dan pengawasan haji bukan hanya menyangkut aspek penegakan hukum, tetapi bagian dari perlindungan negara terhadap masyarakat. Satgas Haji Polri hadir melalui kolaborasi bersama kementerian, lembaga terkait, dan otoritas Kerajaan Arab Saudi untuk memastikan warga negara memperoleh kepastian, keamanan, dan perlindungan dari berbagai potensi kejahatan, termasuk penipuan dan penyalahgunaan jalur keberangkatan,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.
 
Menurut Kadiv Humas Polri, pendekatan yang dilakukan mengedepankan pencegahan sejak awal agar masyarakat tidak menjadi korban praktik ilegal yang dapat merugikan secara finansial maupun menghambat pelaksanaan ibadah.
 
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang melalui prosedur yang sah. Negara harus hadir mencegah setiap bentuk penyimpangan yang memanfaatkan harapan masyarakat untuk beribadah. Karena itu, pengawasan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, termasuk memperkuat kerja sama dengan kementerian terkait dan otoritas Kerajaan Arab Saudi untuk melindungi jemaah Indonesia,” tegas Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.
 
Ia juga mengimbau masyarakat agar memastikan legalitas penyelenggara perjalanan, jenis visa yang digunakan, serta seluruh dokumen keberangkatan sesuai ketentuan pemerintah dan regulasi otoritas Arab Saudi.
 
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran keberangkatan cepat melalui jalur tidak resmi. Pastikan seluruh dokumen dan mekanisme keberangkatan sesuai aturan demi keamanan, perlindungan hukum, dan kelancaran pelaksanaan ibadah. Jangan sampai niat ibadah justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan melalui modus penipuan,” tambahnya.
 
Polri menegaskan akan terus memperkuat pengawasan selama musim haji 2026 bersama seluruh kementerian dan lembaga terkait, termasuk otoritas Kerajaan Arab Saudi, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan perlindungan maksimal bagi masyarakat

Tanaman Jagung Tumbuh Baik, Polsek Sekayam Optimalkan Lahan Produktif


Polres Sanggau - Polsek Sekayam terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif. Pada Selasa, 19 Mei 2026, personel Polsek Sekayam melaksanakan pengecekan kondisi serta perawatan lahan jagung Kuartal II seluas dua hektare di Dusun Kenaman, Desa Kenaman, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno, S. Sos., M.A.P. dan didampingi ketua kelompok tani serta personel Polsek Sekayam. Perawatan dilakukan terhadap tanaman jagung pasca penanaman yang kini memasuki usia tanam 36 hari atau H+36.

Dalam kegiatan tersebut, personel bersama kelompok tani melakukan pengecekan kondisi tanaman jagung sekaligus pemeliharaan lahan guna memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal. Selain itu, dilakukan pembersihan gulma yang berpotensi menghambat perkembangan tanaman jagung di area lahan produktif.

Program pemanfaatan lahan produktif tersebut merupakan bagian dari Program 2 Gugus Tugas Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui program ini, Polsek Sekayam berupaya mengoptimalkan lahan pertanian agar memberikan hasil yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Kapolsek Sekayam mengatakan pengecekan dan perawatan tanaman dilakukan secara rutin guna memastikan pertumbuhan jagung tetap dalam kondisi baik hingga masa panen nanti.


“Kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam mendukung program ketahanan pangan. Perawatan tanaman harus dilakukan secara berkala agar pertumbuhan jagung tetap optimal dan terhindar dari gangguan yang dapat memengaruhi hasil panen,” ujar AKP Sutikno.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kondisi tanaman jagung saat ini berada dalam masa pertumbuhan yang cukup baik. Cuaca di wilayah Kecamatan Sekayam juga dinilai mendukung karena curah hujan masih dalam kondisi normal dan tidak ditemukan genangan air yang merendam tanaman.

Selain menjaga kondisi lahan, personel Polsek Sekayam bersama kelompok tani juga terus melakukan koordinasi terkait langkah pemeliharaan berikutnya agar tanaman jagung dapat tumbuh maksimal hingga masa panen tiba.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan positif dari kelompok tani dan masyarakat sekitar. Kehadiran aparat kepolisian dalam mendukung sektor pertanian dinilai menjadi motivasi bagi warga untuk terus memanfaatkan lahan produktif secara berkelanjutan.

Melalui pengecekan dan perawatan rutin tersebut, Polsek Sekayam berharap program ketahanan pangan yang dijalankan dapat memberikan hasil optimal sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)