Polres Sanggau - Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan
nasional, jajaran Polsek Meliau terus mengawal progres pertanian di wilayahnya
melalui pengecekan rutin terhadap dua lahan demplot jagung yang dikelola
bersama masyarakat dan PT BHD Meliau. Kegiatan pengecekan ini berlangsung pada
Minggu (20/7) di Desa Sungai Mayam, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau.
Dua anggota Polsek Meliau, Brigpol Fransiskus dan Bripda Muji, melakukan
pengecekan secara menyeluruh terhadap Lahan Demplot I dan II yang masing-masing
memiliki luas 1 hektare.
Dalam kegiatan ini, mereka meninjau kondisi tanaman jagung serta
melakukan pencatatan perkembangan pertumbuhan tanaman sebagai bagian dari
monitoring intensif program pertanian terpadu.
Pada Lahan Demplot I, pengecekan difokuskan pada perkembangan tanaman
jagung yang telah memasuki usia 57 Hari Setelah Tanam (HST).
Dari hasil pengukuran di lapangan, tinggi tanaman rata-rata berkisar
antara 180 hingga 200 cm, dengan kondisi pertumbuhan yang sangat baik dan
sebagian tanaman mulai berbuah. Selain itu, lahan tersebut telah diberi
pemupukan menggunakan pupuk Migo dan Urea untuk mendukung optimalisasi hasil
panen.
Sementara itu, Lahan Demplot II yang baru berusia 24 HST menunjukkan
perkembangan awal yang menjanjikan. Kegiatan di lahan ini meliputi pengecekan
awal pertumbuhan tanaman, pengukuran tinggi tanaman yang rata-rata mencapai 25
cm, serta pembersihan gulma yang berpotensi mengganggu pertumbuhan.
Upaya pencegahan hama juga dilakukan dengan rencana penyemprotan
insektisida Dangke guna membasmi ulat grayak pada sore hari.
Kapolsek Meliau, AKP Supariyanto, SH, menyampaikan bahwa kegiatan ini
merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan,
khususnya di wilayah pedesaan.
“Kami ingin memastikan bahwa program demplot ini berjalan sesuai
harapan. Ini bukan hanya untuk edukasi petani, tetapi juga untuk memberi contoh
nyata bahwa lahan tidur bisa dimanfaatkan untuk ketahanan pangan. Ke depan,
kami akan terus kawal setiap tahapan pertanian ini secara berkelanjutan,”
ungkapnya.
AKP Supariyanto menambahkan bahwa kolaborasi antara pihak kepolisian,
masyarakat, dan perusahaan sangat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan
yang berkelanjutan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan potensi lahan
di sekitar mereka. Polsek Meliau siap menjadi mitra petani, baik dalam hal
pendampingan teknis maupun dukungan lapangan,” tegasnya.
Lahan demplot yang terletak di area PT BHD Meliau ini menjadi pilot
project ketahanan pangan berbasis kemitraan, yang diharapkan bisa direplikasi
di wilayah lain.
Melalui pendekatan gotong royong dan sinergi multipihak, program ini
bukan hanya mendukung kebutuhan pangan lokal, tetapi juga menjadi instrumen
menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tengah dinamika nasional.
Dengan perkembangan yang
cukup signifikan ini, Polsek Meliau berharap bahwa panen jagung dari kedua
lahan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar serta
menjadi contoh praktik pertanian yang efisien, produktif, dan berkelanjutan di
Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Hms Res Sgu)