Polres Sanggau - Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan
nasional, Polsek Meliau secara aktif melaksanakan pengecekan dan pemeliharaan
rutin terhadap tiga lahan demplot pertanian jagung yang dikelola langsung oleh
personel kepolisian. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 26 Juli 2025,
mulai pukul 09.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Kanit Binmas bersama sejumlah
personel Polsek Meliau.
Pengecekan dilakukan di tiga lokasi berbeda yang totalnya mencakup lahan
seluas 3 hektare. Demplot I dan Demplot II masing-masing memiliki luas 1
hektare dan terletak di lahan milik PT. BHD Meliau, Desa Sungai Mayam,
Kecamatan Meliau. Sementara Demplot III berada di atas lahan pribadi milik
warga bernama Blasius Lopo di Desa Bhakti Jaya, Kecamatan Meliau, dengan luas
yang sama.
Pada Demplot I, pengecekan difokuskan pada perkembangan tanaman jagung
yang saat ini telah berusia 63 hari setelah tanam (HST). Dari hasil pengukuran,
tinggi tanaman jagung berkisar antara 190 hingga 220 cm. Selain itu, sebagian
tanaman telah menunjukkan hasil dengan munculnya buah jagung. Untuk mendukung
kesuburan tanaman, lahan ini telah diberikan pupuk jenis migo dan urea.
Berbeda dengan Demplot I, kondisi di Demplot II menunjukkan perkembangan
tanaman jagung yang baru berusia 30 HST. Meski masih muda, tanaman tumbuh
dengan baik dan mencapai tinggi rata-rata sekitar 60 cm. Personel juga turut
melakukan pembersihan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman agar tidak
menghambat pertumbuhan jagung.
Sementara itu, Demplot III yang baru memasuki usia tanam 4 hari, saat
ini menunjukkan pertumbuhan awal berupa tunas-tunas baru. Selain pengecekan
kondisi tanaman, personel Polsek Meliau juga melakukan penyiraman rutin dan
pembersihan gulma. Rencananya, penyemprotan pestisida Dangke untuk membasmi
ulat grayak juga akan dilakukan pada sore harinya guna mencegah serangan hama
sejak dini.
Kapolsek Meliau, AKP Supariyanto, SH, menyampaikan bahwa kegiatan ini
merupakan bentuk nyata kontribusi Polri dalam mendukung ketahanan pangan di
daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa program demplot ini berjalan sesuai dengan
rencana. Hasilnya tidak hanya bermanfaat bagi ketahanan pangan, tetapi juga
menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat agar lebih aktif dalam mengelola
pertanian secara mandiri,” ungkapnya.
AKP Supariyanto juga menambahkan bahwa program ini sekaligus menjadi
bagian dari pendekatan humanis Polri di tengah masyarakat.
“Kami tidak hanya hadir saat masyarakat butuh keamanan, tapi juga saat
mereka butuh dukungan dalam membangun kesejahteraan. Pertanian adalah salah
satu jalannya,” tutupnya.
Diharapkan, ketiga demplot
tersebut dapat menjadi contoh keberhasilan pertanian terpadu berbasis kemitraan
antara kepolisian dan masyarakat. (Dny Ard / Hms Res Sgu)