Polres Sanggau - Polres Sanggau
menggelar Upacara Peringatan Hari Ibu ke-79 Tahun 2025 dengan mengusung tema
nasional “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan
tersebut dilaksanakan pada Senin pagi, 22 September 2025, sekitar pukul 07.00
WIB, bertempat di halaman Mapolres Sanggau, Kalimantan Barat.
Upacara peringatan tersebut dipimpin
langsung oleh Kapolres Sanggau AKBP Sudarsono, S.I.K., M.Si., selaku Inspektur
Upacara, dan diikuti oleh Wakapolres Sanggau Kompol Yafet Efraim Patabang,
S.H., S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polres Sanggau, serta seluruh personel
Polres Sanggau, baik perwira, bintara, maupun ASN Polri.
Sejak awal pelaksanaan, upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib. Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan pasukan, laporan perwira upacara, penghormatan pasukan, pengibaran Bendera Merah Putih, serta mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan bangsa.
Rangkaian upacara dilanjutkan dengan
pembacaan Teks Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, pembacaan sejarah singkat Hari Ibu, serta menyanyikan
Hymne dan Mars Hari Ibu yang semakin menguatkan nilai nasionalisme dan
penghargaan terhadap perjuangan perempuan Indonesia.
Dalam amanatnya, Kapolres Sanggau
menyampaikan bahwa peringatan Hari Ibu di Indonesia memiliki makna historis
yang mendalam karena berakar dari Kongres Perempuan Indonesia tahun 1928.
Ia menegaskan bahwa Hari Ibu bukan
sekadar perayaan seremonial, melainkan simbol kebangkitan dan peran strategis
perempuan dalam sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa.
Kapolres menuturkan bahwa perempuan
Indonesia telah lama menjadi agen perubahan, baik dalam merebut dan
mempertahankan kemerdekaan maupun dalam mengisi pembangunan di berbagai bidang.
Menurutnya, perempuan berperan penting sebagai pendidik generasi bangsa,
penggerak ekonomi keluarga, penjaga nilai budaya, hingga pemimpin dan inovator
di tengah masyarakat.
Meski demikian, Kapolres juga mengakui
bahwa perempuan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti beban ganda,
keterbatasan akses terhadap sumber daya, serta kekerasan berbasis gender.
Namun, dengan ketangguhan dan daya juang yang tinggi, perempuan Indonesia terus
menunjukkan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Sejalan dengan tema nasional tahun
2025, Kapolres menekankan bahwa perempuan harus ditempatkan sebagai subjek
pembangunan, bukan hanya sebagai penerima manfaat. Ia menyatakan bahwa
pemberdayaan perempuan merupakan kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia
Emas 2045 yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan sosial.
“Perempuan bukan sekadar pelengkap
pembangunan, melainkan motor penggerak perubahan. Jika perempuan diberdayakan
dan dilindungi hak-haknya, maka ketahanan keluarga, kualitas sumber daya
manusia, dan kemajuan bangsa akan semakin kuat,” ujar Kapolres Sanggau dalam
amanatnya.
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan
komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan dan pemberdayaan perempuan
melalui berbagai regulasi, seperti Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan
Seksual, Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, implementasi
Konvensi CEDAW, serta pengarusutamaan gender di seluruh sektor pembangunan.
Peringatan Hari Ibu ini, lanjut
Kapolres, menjadi momentum refleksi dan apresiasi bagi seluruh perempuan
Indonesia tanpa memandang latar belakang sosial, profesi, budaya, maupun
wilayah. Ia menekankan bahwa suara dan peran perempuan harus menjadi bagian
penting dalam setiap kebijakan publik dan arah pembangunan nasional.
Upacara peringatan Hari Ibu ke-79 Tahun
2025 di Polres Sanggau ditutup dengan pembacaan doa, laporan komandan upacara,
serta penghormatan terakhir.
Seluruh
rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib, sekaligus menegaskan komitmen
Polres Sanggau dalam mendukung peran perempuan sebagai pilar utama menuju
Indonesia Emas 2045 yang inklusif dan berkeadilan. (Dny Ard / Hms Res Sgu)



