Polres Sanggau - Banjir melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau,
Kalimantan Barat, Selasa (13/1/2026). Aparat gabungan dari unsur pemerintah
kecamatan, kepolisian, TNI, dan tenaga kesehatan turun langsung ke lapangan
untuk melakukan pengecekan serta memastikan kondisi masyarakat tetap aman dan
terkendali.
Pengecekan
bencana alam banjir tersebut dilaksanakan mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai,
sebagai langkah cepat untuk memetakan dampak banjir, memantau debit air, serta
menyiapkan upaya antisipasi lanjutan apabila terjadi peningkatan genangan di
wilayah hilir.
Di Desa Kampuh,
kegiatan pengecekan dipimpin langsung oleh Camat Bonti, Dominikus, S.Sos.,
M.A.P., bersama personel Polsek Bonti, Koramil Bonti, staf Kantor Camat, dan
Puskesmas Bonti. Sementara itu, pengecekan di Desa Bonti dipimpin oleh Kapolsek
Bonti, Iptu Erpan Yudi Asmara, dengan melibatkan unsur lintas sektor yang sama.
Hasil pendataan
menunjukkan banjir di Desa Kampuh merendam Dusun Kampuh, Dusun Labak, dan Dusun
Sedae, dengan ketinggian air berkisar antara 50 hingga 80 sentimeter dari
permukaan jalan. Sebanyak 145 kepala keluarga terdampak, dengan sebaran
terbanyak berada di Dusun Labak.
Meski demikian,
tidak terdapat laporan warga yang mengungsi, korban luka, maupun korban
meninggal dunia akibat banjir tersebut. Aktivitas warga masih dapat dipantau,
sementara aparat terus bersiaga untuk memastikan keselamatan masyarakat.
Sementara itu,
di Desa Bonti, genangan air terpantau di Dusun Bonti Selatan dengan ketinggian
relatif rendah, yakni sekitar 5 hingga 15 sentimeter dari permukaan jalan.
Hingga saat pengecekan dilakukan, tidak ada kepala keluarga terdampak maupun
laporan korban akibat banjir.
Pantauan terkini
di lapangan menunjukkan debit air di Desa Kampuh sempat bertahan dalam waktu
singkat dan kini berangsur menurun. Aliran air bergerak menuju wilayah Desa
Bonti sehingga debit air di desa tersebut mengalami peningkatan secara
perlahan.
Kapolsek Bonti Iptu
Erpan Yudi Asmara menjelaskan bahwa banjir yang terjadi merupakan dampak dari
meluapnya Sungai Sekayam yang berhulu di wilayah Kecamatan Kembayan. Kondisi
geografis Desa Kampuh yang merupakan dataran rendah menjadikannya wilayah
pertama yang terdampak aliran air kiriman.
“Banjir ini
merupakan efek limpasan Sungai Sekayam dari wilayah hulu. Berdasarkan hasil
koordinasi kami dengan jajaran intelijen di daerah perhuluan, sejak Senin
hingga Selasa siang tidak terjadi hujan, dan debit Sungai Sekayam di Kecamatan
Kembayan cenderung stabil bahkan mulai surut,” ujarnya
Ia menambahkan
bahwa situasi di Kecamatan Bonti hingga saat ini masih terpantau aman dan
terkendali. Aparat gabungan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk
mengantisipasi kemungkinan perubahan debit air, khususnya di wilayah yang
berada di jalur aliran sungai.
“Kami telah
melakukan langkah-langkah kepolisian mulai dari deteksi dini kenaikan debit
air, patroli rutin ke lokasi terdampak, hingga penyampaian imbauan kepada
kepala desa, kepala wilayah, dan masyarakat yang berada di daerah rawan banjir.
Koordinasi lintas sektor juga terus kami optimalkan,” lanjut Iptu Erpan.
Secara keseluruhan,
kegiatan pengecekan bencana alam banjir di Kecamatan Bonti berlangsung
kondusif. Aparat gabungan tetap bersiaga dengan menyiapkan personel dan
logistik di Posko Bencana Alam Kecamatan Bonti, guna memastikan respon cepat
apabila kondisi cuaca dan debit air mengalami perubahan. (Dny Ard / Humas
Res Sgu)



