Polres Sanggau - Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di
Kabupaten Sanggau kembali menuntut respons cepat aparat dan relawan. Tim
gabungan melaksanakan evakuasi dua jenazah warga Kecamatan Entikong yang sempat
terhambat akibat genangan banjir di wilayah Kecamatan Beduai, Kabupaten
Sanggau, Minggu pagi.
Kegiatan evakuasi tersebut berlangsung pada Minggu, 11 Januari 2026,
mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Evakuasi dilakukan menyusul terendamnya
ruas Jalan Raya Malindo di Kecamatan Beduai, sehingga akses pemulangan jenazah
tidak dapat dilalui kendaraan.
Evakuasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana, S.H.,
didampingi Danramil Beduai Letda Resbondi, Kepala Desa Bereng Berkawat Agus
Rahmaddani, unsur BPBD, personel Polsek Beduai, Koramil Beduai, serta dibantu
warga masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, tim harus melewati empat titik banjir dengan
ketinggian air berkisar antara satu hingga satu setengah meter. Kondisi
tersebut membuat jalur evakuasi tidak dapat dilalui kendaraan roda dua, roda
empat, maupun kendaraan berat.
Dua jenazah kemudian dievakuasi secara bertahap menggunakan perahu
karet, rakit darurat, serta digotong secara manual oleh tim gabungan demi
memastikan proses berjalan aman dan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan.
Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana, S.H. menyampaikan bahwa evakuasi
dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian aparat terhadap
masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami berupaya maksimal agar proses pemulangan jenazah dapat terlaksana
dengan baik, meskipun harus menghadapi medan yang sulit akibat banjir,”
ujarnya.
Setelah berhasil melewati seluruh titik genangan, dua jenazah tersebut
selanjutnya dipindahkan ke kendaraan ambulans dan armada pemadam kebakaran
Kecamatan Beduai untuk diteruskan menuju rumah duka.
Rumah duka diketahui berada di Dusun Punti Kayan, Desa Nekan, Kecamatan
Entikong, yang menjadi tujuan akhir pemulangan jenazah agar dapat diserahkan
kepada pihak keluarga untuk prosesi selanjutnya.
Kapolsek Beduai menegaskan bahwa keselamatan personel dan penghormatan
terhadap jenazah menjadi perhatian utama selama proses evakuasi.
“Kami memastikan setiap tahapan evakuasi dilakukan secara hati-hati, aman, dan tetap menjunjung tinggi rasa kemanusiaan,” tegasnya.
Diketahui, kedua jenazah merupakan warga Dusun Punti Kayan, Desa Nekan,
Kecamatan Entikong, yang meninggal dunia akibat sakit saat menjalani perawatan
medis di RSUD M.Th. Djaman, Kabupaten Sanggau.
Pemulangan jenazah sempat tertunda karena jalan utama di wilayah
Kecamatan Beduai terendam banjir, sehingga diperlukan koordinasi lintas sektor
untuk memastikan proses evakuasi dapat tetap dilaksanakan.
Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana, S.H. menambahkan bahwa sinergi antara
TNI, Polri, pemerintah desa, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci kelancaran
kegiatan tersebut.
“Solidaritas dan kerja sama semua pihak sangat membantu, terutama dalam
situasi darurat seperti bencana banjir ini,” ungkapnya.
Kegiatan evakuasi ini
menjadi wujud kesiapsiagaan Polsek Beduai, Koramil Beduai, dan BPBD dalam
menangani dampak bencana banjir, sekaligus memastikan masyarakat yang
membutuhkan bantuan kemanusiaan tetap mendapatkan pelayanan secara cepat, aman,
dan bermartabat. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



