Polres Sanggau - Menjelang perayaan Cap Go Meh Tahun 2026, jajaran
Forkopimda dan unsur lintas sektoral di Kabupaten Sanggau menggelar Rapat
Koordinasi dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan dan kelancaran seluruh
rangkaian kegiatan. Rapat tersebut dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026,
pukul 16.21 WIB di Aula Graha Wira Pratama Polres Sanggau.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kabagops Polres Sanggau AKP PSC Kusuma
Wibawa, S.H., M.A.P., serta dihadiri Kasdim 1204/Sanggau Mayor Inf. Duloh, Staf
Ahli III Bupati Sanggau Sophiar Juliansyah, S.E., M.M., para Pejabat Utama
Polres Sanggau, Ketua Panitia Cap Go Meh 2026 Heriyanto beserta jajaran,
perwakilan Camat Kapuas, instansi vertikal, FKUB Kabupaten Sanggau, pengurus
Masjid Al-Ikhlas, perwakilan ormas dan paguyuban, serta tokoh masyarakat.
Rapat koordinasi ini digelar sebagai langkah antisipatif menyikapi
pelaksanaan Cap Go Meh yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.
Pemerintah
daerah dan aparat keamanan memandang penting adanya penyamaan persepsi serta
langkah taktis agar dua momentum keagamaan tersebut dapat berjalan beriringan
dalam suasana aman dan penuh toleransi.
Dalam paparannya, Kabagops Polres Sanggau menegaskan bahwa perayaan Cap
Go Meh bukan sekadar agenda budaya, melainkan simbol keberagaman yang telah
mengakar di tengah masyarakat Sanggau.
“Perayaan ini memiliki makna strategis sebagai cerminan kerukunan. Tugas
kita bersama memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib,
dan tetap menghormati umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Ramadhan,”
tegasnya.
Ia menambahkan, pengamanan bukan semata menjadi tanggung jawab Polri,
melainkan membutuhkan kolaborasi TNI, pemerintah daerah, instansi teknis,
panitia, hingga elemen masyarakat. Melalui forum ini, seluruh pihak diharapkan
memiliki pemahaman yang sama terhadap potensi kerawanan serta skema pengamanan
yang akan diterapkan.
Polres Sanggau, lanjutnya, akan menyiagakan personel untuk pengamanan
fisik, pengaturan arus lalu lintas di sepanjang rute pawai, serta pengawasan di
titik-titik keramaian dan lokasi ibadah. Pengamanan juga akan difokuskan pada
area strategis, termasuk Masjid Al-Ikhlas yang lokasinya berdekatan dengan
pusat kegiatan.
“Rekayasa lalu lintas, penempatan personel gabungan di titik krusial,
serta pemetaan potensi konflik sosial sudah kami siapkan secara terukur. Kami
juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi isu-isu yang dapat
mengganggu situasi kamtibmas,” ujar AKP PSC Kusuma Wibawa.
Staf Ahli III Bupati Sanggau, Sophiar Juliansyah, menegaskan bahwa
keberagaman di Kabupaten Sanggau merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama.
Menurutnya, berdampingannya lokasi kegiatan Cap Go Meh dengan Masjid Al-Ikhlas
menjadi momentum konkret untuk menunjukkan praktik moderasi beragama yang
sesungguhnya.
Ia menyatakan komitmen penuh Pemerintah Daerah dalam mendukung
pengamanan, termasuk melalui pemetaan kerawanan, sinkronisasi jadwal kegiatan,
serta dukungan personel gabungan.
“Sinergi jadwal menjadi kunci agar ritual Tatung, karnaval, dan kegiatan
ibadah Ramadhan dapat berjalan tanpa saling mengganggu,” katanya.
Sementara Kasdim 1204/Sanggau Mayor Inf. Duloh turut menekankan
pentingnya komunikasi intensif antar komponen. Ia menyebut keamanan sebagai
tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi erat antara TNI dan Polri
serta dukungan masyarakat.
“TNI siap mendukung penuh pengamanan lintas sektoral yang dipimpin
Polres Sanggau. Koordinasi yang matang akan meminimalisir potensi gangguan dan
memastikan seluruh kegiatan berjalan lancar,” ujarnya.
Dalam sesi paparan teknis, Ketua Panitia Cap Go Meh 2026 Heriyanto
menyampaikan gambaran umum rundown kegiatan yang masih bersifat tentatif,
termasuk rute pelaksanaan ritual Tatung, rute karnaval, serta lokasi
pertunjukan. Seluruh rangkaian kegiatan disusun dengan mempertimbangkan aspek
keamanan dan ketertiban umum.
Sementara itu, Kabagops Polres Sanggau memaparkan timeline ibadah Imlek
dan Cap Go Meh 2026, tugas pokok pengamanan, kondisi objektif wilayah, serta
analisis potensi konflik sosial. Paparan tersebut menjadi dasar diskusi guna
merumuskan langkah preventif dan responsif.
Forum kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan pemberian masukan dari
para peserta rapat. Sejumlah saran mengemuka, terutama terkait pengaturan waktu
kegiatan agar tidak bersamaan dengan jadwal salat tarawih serta penguatan
komunikasi publik untuk mencegah kesalahpahaman di masyarakat.
Rapat koordinasi lintas sektoral ini diakhiri dengan buka puasa bersama
sebagai simbol kebersamaan dan toleransi. Sepanjang kegiatan berlangsung,
situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Melalui rapat ini, seluruh komponen di Kabupaten Sanggau bersepakat
untuk mengedepankan kolaborasi, toleransi, dan moderasi beragama dalam
menyukseskan Cap Go Meh 2026.
Sinergi yang terbangun
diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas keamanan dan
keharmonisan sosial di wilayah tersebut. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



