Polres Sanggau - Panen jagung hibrida digelar di Dusun Nek Bindang, Desa
Balai Belungai, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kamis (26/3/2026) pagi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konkret mendukung program pemerintah
dalam memperkuat ketahanan pangan menuju swasembada pangan nasional.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di
lahan kebun jagung binaan Polsek Toba. Panen dipimpin langsung oleh Kapolsek
Toba Iptu Arnold Rocky Montolalu, SH., MH., bersama personel kepolisian serta
melibatkan kelompok tani setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kelompok Tani Subur Akar
Belungai, Aliyang, bersama 15 orang anggota kelompok tani yang secara aktif
berpartisipasi dalam proses panen. Kehadiran Polri di tengah masyarakat ini
menjadi wujud nyata dukungan terhadap sektor pertanian di wilayah pedesaan.
Dalam prosesnya, jagung hibrida yang telah matang dipanen secara
bersama-sama oleh personel Polsek Toba dan para petani. Hasil panen kemudian
dimasukkan ke dalam karung untuk selanjutnya diangkut menggunakan dump truk dan
mobil pick up menuju lokasi pengolahan.
Setelah pengangkutan, jagung hasil panen akan melalui tahapan lanjutan
berupa penjemuran dan pemipilan guna menjaga kualitas hasil produksi sebelum
didistribusikan. Proses ini dilakukan sebagai bagian dari standar pascapanen
agar hasil pertanian memiliki nilai jual yang optimal.
Dari hasil pemanenan tersebut, diperoleh estimasi hasil kotor atau bruto
mencapai kurang lebih 8 ton jagung. Capaian ini dinilai cukup baik mengingat
luas lahan yang dikelola sekitar 1 hektare dengan masa tanam sejak Desember
2025.
Kapolsek Toba Iptu Arnold Rocky Montolalu menyampaikan bahwa kegiatan
ini merupakan bagian dari implementasi program Polri dalam mendukung Asta Cita
Presiden Republik Indonesia, khususnya di bidang ketahanan pangan.
“Kami ingin memastikan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam aspek
keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat,
salah satunya melalui sektor pertanian,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian dan kelompok tani
menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian di daerah. Menurutnya,
pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu memberikan motivasi serta
meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola lahan secara optimal.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan,
tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, seperti memperkuat
kemandirian ekonomi petani, membuka peluang usaha, serta menjaga stabilitas
pasokan pangan di wilayah Kabupaten Sanggau.
Dengan adanya kegiatan
panen jagung hibrida ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara
Polri dan masyarakat. Selain itu, program ini juga menjadi langkah strategis
dalam mendukung pembangunan nasional melalui sektor pertanian yang berkelanjutan
dan berdaya saing. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



