Polres Sanggau - Komitmen mendukung program ketahanan pangan
nasional terus diwujudkan Polsek Toba melalui pendampingan sektor pertanian di
wilayah hukumnya. Salah satu bentuk dukungan tersebut terlihat dalam kegiatan
panen jagung yang dilaksanakan bersama Kelompok Tani (Poktan) Sumber Tani
Makmur di Dusun Modang, Desa Bagan Asam, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau,
Jumat (10/7/2026) mulai pukul 07.00 WIB.
Panen dilaksanakan di lahan seluas dua hektare yang merupakan bagian
dari Program I ketahanan pangan. Kegiatan tersebut melibatkan personel Polsek
Toba bersama anggota Poktan Sumber Tani Makmur sebagai bentuk sinergi antara
Polri dan masyarakat dalam mendukung produktivitas sektor pertanian.
Lahan yang dipanen merupakan lahan masyarakat yang sebelumnya tidak
dimanfaatkan secara optimal, kemudian dikelola menjadi lahan produktif untuk
budidaya jagung. Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam
memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan yang
berpotensi menghasilkan komoditas pertanian.
Dalam proses panen, hasil produksi jagung selanjutnya dilakukan
pengukuran produktivitas melalui metode ubinan (urbinasi) oleh Petugas Penyuluh
Lapangan (PPL) dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Toba. Berdasarkan
hasil penimbangan bonggol, diperoleh hasil panen mencapai 7,892 ton.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan secara optimal
mampu memberikan hasil yang baik sekaligus menjadi motivasi bagi kelompok tani
lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Sanggau.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kapolsek Toba IPDA Kornelis, S.H., mengatakan
bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk dukungan
terhadap program pemerintah sekaligus mempererat kemitraan dengan masyarakat,
khususnya para petani.
“Kami hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung
program-program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Pendampingan kepada kelompok tani merupakan bagian dari komitmen Polri untuk
ikut memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sinergi bersama seluruh
elemen masyarakat,” ujar IPDA Kornelis.
Ia menambahkan, keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa kolaborasi
antara petani, penyuluh pertanian, dan aparat kepolisian mampu menghasilkan
manfaat nyata. Menurutnya, pemanfaatan lahan yang sebelumnya kurang produktif
menjadi lahan pertanian merupakan langkah strategis dalam meningkatkan
ketersediaan pangan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat desa.
Selain melakukan pendampingan selama proses panen, personel Polsek Toba
juga terus memberikan motivasi kepada para petani agar menjaga keberlanjutan
pengelolaan lahan, meningkatkan kualitas hasil panen, serta memanfaatkan
teknologi dan pendampingan dari penyuluh pertanian untuk memperoleh hasil yang
lebih maksimal.
Melalui sinergi yang terus dibangun bersama kelompok tani dan instansi
terkait, Polsek Toba berharap program ketahanan pangan dapat terus berkembang
dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kehadiran Polri di sektor
pertanian menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan nasional melalui
penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, serta terwujudnya
kemandirian pangan di Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



