Polres Sanggau - Polsek Kapuas melaksanakan Panen Jagung Hibrida Kuartal
II Tahun 2026 di lahan TPK Ketahanan Pangan yang berlokasi di Lingkungan
Semajau, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kamis
(23/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program
ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan produktif bersama para petani dan
penyuluh pertanian.
Panen tersebut merupakan hasil budidaya jagung hibrida yang ditanam pada
Kuartal I Tahun 2026, tepatnya pada Senin, 13 April 2026, di atas lahan seluas
satu hektare. Program ini menjadi bagian dari implementasi dukungan Polri
terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui
optimalisasi lahan produktif.
Kegiatan panen dihadiri langsung oleh Kapolsek Kapuas Iptu Marianus,
S.H., Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Rahmat Budianto, petani
pendamping Yistus Fallo dan Jeki, serta personel Polsek Kapuas yang turut
terlibat dalam pengelolaan dan pendampingan lahan ketahanan pangan.
Untuk mengetahui potensi hasil produksi secara objektif, panen dilakukan
menggunakan metode ubinasi, yaitu teknik pengukuran hasil panen yang lazim
digunakan dalam sektor pertanian. Proses tersebut dipimpin oleh Koordinator PPL
Rahmat Budianto dengan mengambil tiga titik sampel sebagai dasar perhitungan
estimasi produktivitas lahan.
Hasil pengukuran menunjukkan sampel pertama menghasilkan 4,2 kilogram,
sampel kedua 3,8 kilogram, dan sampel ketiga 5,2 kilogram. Dari ketiga sampel
tersebut diperoleh rata-rata hasil sebesar 4,4 Kilogram yang kemudian menjadi
dasar perhitungan produktivitas lahan per hektare.
Berdasarkan hasil ubinasi tersebut, estimasi produksi jagung hibrida
mencapai sekitar 7,04 ton per hektare dalam kondisi tongkol basah. Capaian
tersebut menunjukkan potensi produksi yang baik dan menjadi indikator bahwa
pengelolaan lahan dilakukan secara optimal melalui penerapan teknik budidaya
yang tepat.
Kapolsek Kapuas Iptu Marianus, S.H. mengatakan bahwa program ketahanan
pangan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata keterlibatan
Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian yang
produktif dan berkelanjutan.
“Lahan ketahanan pangan ini merupakan wujud sinergi antara Polri,
penyuluh pertanian, dan para petani. Kami ingin menunjukkan bahwa dengan
kolaborasi yang baik, lahan produktif dapat memberikan hasil yang optimal
sekaligus mendukung ketersediaan pangan di daerah. Ke depan, program ini akan
terus kami dorong agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Iptu
Marianus.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan panen tersebut tidak terlepas dari
pendampingan intensif yang dilakukan bersama penyuluh pertanian sejak proses
penanaman, pemeliharaan, hingga memasuki masa panen. Pendekatan kolaboratif
dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil
pertanian.
Koordinator PPL Rahmat Budianto menjelaskan bahwa metode ubinasi
memberikan gambaran ilmiah mengenai potensi hasil panen di lapangan. Data
tersebut dapat dijadikan acuan dalam mengevaluasi produktivitas tanaman
sekaligus menyusun strategi peningkatan hasil pada musim tanam berikutnya.
Program TPK Ketahanan Pangan Polsek Kapuas juga diharapkan mampu menjadi
contoh bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif.
Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya
semangat kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah, penyuluh pertanian,
dan kelompok tani.
Melalui Panen Jagung
Hibrida Kuartal II Tahun 2026 ini, Polsek Kapuas menegaskan komitmennya untuk
terus mendukung program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Sinergi
yang telah terbangun diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian,
memperkuat ketersediaan pangan, serta memberikan manfaat nyata bagi
kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



