Polres Sanggau - Tim gabungan dari Polres Sanggau, Polsek Parindu, TNI, Brimob,
Manggala Agni, BPBD dan Yon TP 833 bergerak cepat menangani kebakaran lahan di
Dusun Bali, Desa Sebarra, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Jumat
(28/8/2026). Pemadaman dilakukan mulai sekitar pukul 13.45 WIB hingga api
berhasil dikendalikan pada malam hari.
Kebakaran
tersebut berdampak pada tiga bidang lahan milik warga dengan total luas sekitar
1,5 hektare. Lahan yang terdampak masing-masing milik Anselmus (49) seluas
sekitar 0,5 hektare, Aprianus Indra (32) sekitar 0,4 hektare, serta Bambang
(46) sekitar 0,6 hektare.
Kegiatan
pemadaman dipimpin Kabagops Polres Sanggau AKP PSC Kusuma Wibawa, S.H., M.A.P.,
bersama 10 personel Polres Sanggau. Penanganan di lapangan juga diperkuat
Kapolsek Parindu AKP Sutono beserta personel, Koramil Parindu, personel BKO
Brimob Mabes Polri, Kompi Brimob Sanggau, Manggala Agni Kabupaten Sanggau, BPBD
Kabupaten Sanggau dan Yon TP 833.
Informasi awal
mengenai kebakaran diketahui sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, Aprianus yang
sedang bekerja di kebunnya melihat kepulan asap tebal dari kawasan lahan yang
berada tidak jauh dari lokasi kebunnya di Dusun Bali.
Melihat kondisi
tersebut, Aprianus kemudian mengecek sumber asap dan menemukan api telah
membakar lahan warga. Api dengan cepat menjalar akibat kondisi cuaca panas dan
angin yang cukup kencang sehingga membutuhkan penanganan segera agar tidak
meluas ke area lainnya.
Begitu menerima
informasi, jajaran Polsek Parindu bersama unsur terkait langsung mendatangi
lokasi dan melakukan upaya pemadaman. Tim gabungan bekerja untuk memutus
pergerakan api sekaligus mengendalikan sejumlah titik yang masih terbakar.
Kabagops Polres
Sanggau AKP PSC Kusuma Wibawa mengatakan kondisi cuaca menjadi salah satu
tantangan dalam penanganan kebakaran lahan. Kecepatan angin dan kondisi lahan
yang kering dapat membuat api mudah bergerak sehingga respons awal menjadi
sangat menentukan.
“Begitu
informasi kami terima, personel langsung bergerak bersama seluruh unsur yang
ada. Prioritas kami adalah mengendalikan api agar tidak meluas, sekaligus
memastikan keselamatan masyarakat dan lingkungan di sekitar lokasi,” ujarnya.
Hingga sekitar
pukul 19.00 WIB, api berhasil dikendalikan oleh tim gabungan. Meski demikian,
petugas masih menemukan sejumlah titik panas sehingga penanganan tidak langsung
dihentikan. Pendinginan dan pemantauan tetap dilakukan untuk mencegah bara
kembali menyala.
Terkait penyebab
kebakaran, hingga saat ini belum dapat dipastikan. Berdasarkan keterangan
sejumlah warga pemilik lahan di sekitar lokasi, pada hari kejadian tidak
terdapat aktivitas masyarakat yang melakukan pembakaran lahan untuk kegiatan
berladang. Petugas masih melakukan pendalaman terhadap faktor yang menyebabkan
munculnya kebakaran.
Kabagops
menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak berhenti setelah api utama berhasil
dipadamkan.
“Kami akan
memastikan lokasi tetap dipantau karena masih terdapat titik panas. Jangan
sampai api yang sudah dikendalikan kembali muncul dan menjalar ke lahan
lainnya. Pendinginan dan monitoring menjadi bagian penting dari penanganan,”
tegasnya.
Sebagai tindak
lanjut, Kapolsek Parindu AKP Sutono berkoordinasi dengan Kepala Desa Sebarra
Sudirmsn untuk memastikan proses pendinginan dan pemantauan lokasi terus
dilakukan. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya kembali api
sekaligus mempercepat deteksi apabila terdapat titik panas baru.
Polres Sanggau
mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur yang bersama-sama menangani kebakaran
di Dusun Bali. Kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan
kewaspadaan selama musim kemarau, tidak melakukan pembakaran lahan secara
sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api.
Dengan respons cepat dan kerja sama lintas sektor, potensi Karhutla diharapkan
dapat ditekan sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



