Polres Sanggau - Pasca angin puting beliung menerjang wilayah
Desa Mak Kawing, Kecamatan Balai Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, jajaran
Polsek Batang Tarang bergerak melakukan pengecekan terhadap rumah warga yang
terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi warga sekaligus
mendata kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Pengecekan dilaksanakan pada Senin (21/9/2026) mulai pukul 10.00 WIB
hingga 11.30 WIB. Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Batang Tarang Ipda
Miskun, S.H., M.H., bersama dua personel piket Polsek Batang Tarang dengan
menyambangi lokasi rumah warga yang terdampak.
Angin puting beliung diketahui terjadi pada Minggu (20/9/2026) sekitar
pukul 18.00 WIB. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, terdapat empat rumah
warga dan satu rumah burung walet yang terdampak akibat terpaan angin kencang
tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, kerusakan yang ditemukan terutama terjadi pada
bagian atap rumah dan plafon. Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas untuk
memastikan kebutuhan warga sekaligus melihat secara langsung dampak yang
ditimbulkan setelah kejadian.
Kapolsek Batang Tarang mengatakan, pengecekan dilakukan sebagai langkah
awal untuk mengetahui kondisi rumah warga setelah diterpa angin puting beliung.
Selain itu, kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa
aman kepada masyarakat yang terdampak.
“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi rumah warga setelah
kejadian. Dari hasil pengecekan, terdapat beberapa bagian bangunan yang
mengalami kerusakan, terutama atap dan plafon. Kami juga memastikan kondisi
warga tetap aman setelah peristiwa tersebut,” ujar Ipda Miskun.
Dalam pengecekan tersebut tidak ditemukan adanya korban jiwa. Namun,
peristiwa angin puting beliung menimbulkan kerugian materiil akibat kerusakan
pada sejumlah bangunan yang terdampak.
Polsek Batang Tarang
mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan potensi
angin kencang. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang
apabila terjadi kejadian serupa maupun kondisi yang dapat membahayakan
keselamatan, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat. (Dny Ard /
Humas Res Sgu)



