Polres Sanggau - Menghadapi musim kemarau dan meningkatnya
potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polsek Beduai, Polres Sanggau,
menghadirkan inovasi sederhana namun fungsional berupa modifikasi sepeda motor
menjadi kendaraan pendukung pemadaman api. Inovasi tersebut disiapkan untuk
mempercepat respons personel ketika terjadi Karhutla di wilayah Kecamatan
Beduai, Kabupaten Sanggau.
Gagasan tersebut lahir dari kebutuhan menghadapi karakteristik wilayah
yang memiliki sejumlah lokasi dengan akses kendaraan roda empat yang terbatas.
Dengan memanfaatkan sepeda motor yang dimodifikasi dan dilengkapi peralatan
pemadam, personel diharapkan dapat menjangkau titik-titik kebakaran secara
lebih cepat, terutama pada lokasi yang sulit dilalui kendaraan berukuran besar.
Motor Karhutla tersebut dirancang menggunakan sejumlah perlengkapan
utama, yakni sepeda motor sebagai kendaraan pengangkut, mesin Robin sebagai
sumber tenaga pompa, serta selang yang digunakan untuk mengalirkan air menuju
titik api. Peralatan tersebut disusun secara praktis agar dapat digunakan
sewaktu-waktu ketika diperlukan dalam penanganan kebakaran.
Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana, S.H., M.E., mengatakan inovasi
tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan jajaran dalam merespons ancaman
Karhutla yang berpotensi meningkat selama musim kemarau. Menurutnya, kecepatan
menuju lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah api meluas.
“Kami mencoba menyesuaikan sarana yang ada dengan kondisi di lapangan.
Motor Karhutla ini dibuat agar personel dapat bergerak lebih cepat menuju
lokasi yang sulit dijangkau kendaraan besar, sehingga penanganan awal dapat
dilakukan sesegera mungkin,” ujarnya, Minggu (6/9) pagi.
Ia menjelaskan, keberadaan sarana tersebut bukan untuk menggantikan
peralatan pemadam kebakaran yang lebih lengkap, melainkan menjadi kendaraan
pendukung untuk melakukan tindakan awal. Dengan respons yang lebih cepat, api
diharapkan dapat segera dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang
lebih besar.
“Prinsipnya adalah bagaimana kami bisa memberikan respons awal secepat
mungkin. Ketika ada laporan kebakaran, personel tidak hanya datang untuk
melakukan pengecekan, tetapi juga membawa sarana yang memungkinkan dilakukan
penanganan awal terhadap api,” katanya.
AKP Heri Triyana juga menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan
keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Polsek Beduai terus
mendorong masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan
serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.
Inovasi tersebut sekaligus menjadi bentuk pemanfaatan sarana secara
kreatif untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan. Dengan
menggabungkan mobilitas sepeda motor dan peralatan pemompaan air, Motor
Karhutla diharapkan mampu menjadi salah satu solusi praktis dalam menghadapi
kondisi darurat kebakaran di wilayah hukum Polsek Beduai.
“Kami tidak ingin menunggu
api membesar baru bergerak. Kesiapsiagaan harus dibangun sejak awal, termasuk
dengan memanfaatkan sarana sederhana yang dapat memberikan manfaat nyata. Kami
mengajak masyarakat bersama-sama mencegah Karhutla karena pencegahan tetap
menjadi langkah yang paling utama,” tutur Kapolsek Beduai. (Dny Ard / Humas
Res Sgu)
.jpeg)
.jpeg)

