Polres Sanggau - Kepedulian
terhadap kesehatan masyarakat di tengah dampak kabut asap akibat kebakaran
hutan dan lahan (Karhutla) diwujudkan melalui aksi bersama mahasiswa dan
kepolisian. Sebanyak 800 paket perlindungan dibagikan kepada masyarakat dan
pengguna jalan di Simpang Empat Lampu Merah, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Ilir
Kota, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul
15.30 hingga 16.15 WIB tersebut melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
PSDKU Polnep Sanggau bersama Satgas Penanganan Karhutla Polres Sanggau. Aksi
sosial ini menjadi bentuk kepedulian bersama untuk membantu masyarakat
mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Sebelum kegiatan dimulai, peserta
terlebih dahulu mengikuti apel kesiapan yang dipimpin AKP Keken Sukandar selaku
Padal kegiatan. Apel tersebut diikuti Ketua BEM PSDKU Polnep Sanggau Dicky
Pratama bersama pengurus BEM dan mahasiswa PSDKU Polnep Sanggau sebanyak 30
orang serta 11 personel Polres Sanggau.
Dalam kegiatan tersebut, setiap paket
yang dibagikan berisi tiga buah masker, satu botol air mineral, dan satu strip vitamin.
Paket tersebut diberikan kepada masyarakat yang berada maupun melintas di
kawasan persimpangan Jalan Ahmad Yani sebagai upaya sederhana untuk membantu
menjaga kondisi kesehatan di tengah kualitas udara yang kurang baik.
AKP Keken Sukandar mengatakan,
kegiatan tersebut tidak sekadar membagikan perlengkapan kesehatan, tetapi juga
menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai
pentingnya melindungi diri ketika kondisi udara terdampak kabut asap.
“Melalui kegiatan ini kami ingin
memberikan manfaat yang bisa langsung dirasakan masyarakat. Masker dapat
menjadi salah satu perlindungan ketika warga harus beraktivitas di luar rumah,
sementara keterlibatan mahasiswa menunjukkan bahwa penanganan dampak Karhutla
membutuhkan kepedulian dan peran bersama,” ungkapnya.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan di
persimpangan jalan dengan intensitas lalu lintas cukup tinggi juga membutuhkan
perhatian terhadap aspek keselamatan. Karena itu, seluruh peserta diarahkan
untuk tetap tertib, humanis, serta tidak mengganggu kelancaran arus kendaraan
selama proses pembagian bantuan berlangsung.
Personel Polres Sanggau bersama
mahasiswa juga diminta memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan, baik bagi
peserta kegiatan maupun masyarakat pengguna jalan. Pengaturan posisi peserta
dilakukan agar aktivitas pembagian masker tidak menimbulkan kemacetan maupun
gangguan terhadap pengguna jalan.
Selain memberikan paket secara
langsung, kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan edukasi
kepada masyarakat agar lebih sadar menggunakan masker saat berada di luar
ruangan, khususnya ketika kondisi udara memburuk akibat kabut asap.
“Yang tidak kalah penting adalah
membangun kebiasaan masyarakat untuk menjaga kesehatan secara mandiri. Kami
mengimbau warga agar membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara
semakin tidak baik dan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan,” kata
AKP Keken Sukendar.
Kegiatan tersebut sekaligus
memperlihatkan sinergi antara Polri dan kalangan mahasiswa dalam mendukung
penanganan dampak Karhutla di Kabupaten Sanggau. Kolaborasi ini diharapkan
dapat memperluas pesan pencegahan serta meningkatkan kepedulian masyarakat
terhadap kesehatan dan lingkungan.
Seluruh
rangkaian kegiatan pembagian 800 paket tersebut berlangsung aman, tertib, dan
lancar. Melalui aksi sosial ini, Polres Sanggau bersama BEM PSDKU Polnep
Sanggau berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan selama menghadapi
kabut asap serta ikut mengambil bagian dalam upaya pencegahan Karhutla. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



