Polres Sanggau - Sekitar
300 umat Muslim bersama unsur TNI-Polri, instansi terkait, tokoh agama dan
masyarakat Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, menggelar Salat Istisqa di
halaman Kantor Kecamatan Tayan Hulu, Kamis (3/9/2026) pagi. Salat tersebut
menjadi bentuk ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau
panjang dan kondisi kekeringan yang melanda wilayah setempat.
Kegiatan yang dimulai sekitar
pukul 08.00 WIB itu berlangsung hingga selesai dalam suasana khidmat. Selain
menjadi sarana memohon pertolongan Allah SWT, pelaksanaan Salat Istisqa juga
menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan keimanan, mempererat
kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Salat Istisqa dipimpin Ustaz H.
Ashari yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Ratusan jamaah yang hadir
berasal dari berbagai unsur, mulai dari personel Polsek Tayan Hulu, anggota
Koramil 11 Sosok/Tayan Hulu, pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), tokoh
agama hingga masyarakat Muslim Kecamatan Tayan Hulu.
Kapolsek Tayan Hulu Iptu Trisna
Mauludi hadir bersama Danramil 11 Sosok/Tayan Hulu Letda Risben Doni Chaniago.
Turut hadir Ketua DMI Kecamatan Tayan Hulu M. Atta, Ketua PHBI Kecamatan Tayan
Hulu Syarifudin, serta Ketua Masjid Al-Khair Sosok Ustaz H. Ashari.
Pelaksanaan Salat Istisqa
dilakukan di tengah kondisi cuaca kering yang meningkatkan potensi terjadinya
kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi
momentum spiritual, tetapi juga diikuti dengan ajakan kepada masyarakat untuk
mengambil langkah nyata dalam menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik
api.
Setelah pelaksanaan Salat
Istisqa, Kapolsek Tayan Hulu menyampaikan pesan kepada jamaah agar kondisi
kemarau dihadapi dengan meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat kepedulian
sosial dan lingkungan. Ia mengajak masyarakat bersama-sama memohon curah hujan
yang cukup agar kekeringan dan dampak musim kemarau segera berakhir.
“Salat Istisqa merupakan bentuk
ikhtiar dan doa kita bersama. Namun, ikhtiar tersebut harus diiringi dengan
tindakan nyata. Mari kita menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran hutan
dan lahan secara sembarangan, serta saling mengingatkan agar tidak terjadi
kebakaran yang dapat merugikan masyarakat,” ujar Iptu Trisna Mauludi.
Menurutnya, kondisi lahan yang
kering dan cuaca panas dapat membuat api lebih mudah muncul serta cepat
menyebar apabila terjadi pembakaran. Karena itu, masyarakat diminta
meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan
kebakaran, termasuk pembakaran lahan yang tidak terkendali.
Iptu Trisna juga menekankan bahwa
pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
TNI-Polri, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga diharapkan dapat
membangun kepedulian bersama dengan segera melaporkan apabila menemukan potensi
kebakaran maupun aktivitas yang dapat memicu munculnya api.
“Jangan menunggu api membesar.
Pencegahan jauh lebih penting. Kami mengajak seluruh masyarakat Tayan Hulu
untuk bersama-sama menjaga wilayah ini agar tetap aman, lingkungan terpelihara
dan masyarakat terhindar dari dampak asap akibat karhutla,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung,
personel Polsek Tayan Hulu juga melaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu
lintas di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan rangkaian
kegiatan berjalan tertib, aman dan tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan
maupun masyarakat sekitar.
Salat
Istisqa di Kecamatan Tayan Hulu menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan
masyarakat dalam menghadapi kemarau panjang. Doa dan ikhtiar tersebut
diharapkan membawa keberkahan, turunnya hujan yang bermanfaat, serta menjadi
penguat komitmen bersama untuk menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan
dan lahan di Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



