Polres Sanggau - Polres Sanggau
menggelar Shalat Istisqa dan doa bersama lintas umat beragama sebagai bentuk
ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau panjang yang melanda
sebagian wilayah Kalimantan, termasuk Kabupaten Sanggau. Kegiatan berlangsung
pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di lingkungan Mapolres Sanggau.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara
bersamaan di dua lokasi dengan melibatkan umat Islam serta umat Kristiani, baik
Katolik maupun Protestan. Selain menjadi momentum untuk memanjatkan doa,
kegiatan ini juga menjadi wujud kepedulian Polres Sanggau terhadap kondisi
lingkungan dan masyarakat yang terdampak musim kemarau.
Bagi umat Muslim, Shalat Istisqa
dilaksanakan di halaman Mapolres Sanggau. Salat dipimpin Ustadz Fauzan
Al-Hafidz selaku imam, sedangkan khotbah disampaikan Ustadz Yono Mubarok,
S.Pd.I. Rangkaian ibadah diikuti sekitar 1.000 jamaah.
Turut hadir Wakapolres Sanggau Kompol
Radian Andy Oratomo, S.I.K., M.H., para pejabat utama dan personel Polres
Sanggau yang beragama Islam, jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau,
Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Bhayangkari Cabang Sanggau, serta
masyarakat Muslim di Kabupaten Sanggau.
Sementara itu, umat Kristiani
melaksanakan doa bersama di Aula Graha Wira Pratama Polres Sanggau. Doa
dipimpin Pdt. Suyono Asun, M.Th., dan diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri
dari pejabat utama serta personel Polres Sanggau beragama Katolik dan
Protestan, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, serta Bhayangkari
Cabang Sanggau.
Kabag Ops Polres Sanggau AKP PSC.
Kusuma Wibawa, S.H., M.A.P., turut hadir dalam pelaksanaan doa bersama
tersebut. Dua kegiatan keagamaan ini menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap
kondisi lingkungan dan keselamatan masyarakat dapat diwujudkan melalui
kebersamaan tanpa membedakan latar belakang keyakinan.
Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary
Mahardika, S.I.K., M.H., mengatakan, pelaksanaan Shalat Istisqa dan doa bersama
merupakan bentuk ikhtiar spiritual yang dilakukan jajaran Polres Sanggau
bersama masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau panjang. Menurutnya, doa
menjadi bagian dari upaya memohon pertolongan dan perlindungan Tuhan sekaligus
mengingatkan seluruh pihak untuk tetap berbuat dan bertindak nyata.
“Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk
memohon turunnya hujan sekaligus memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat.
Namun, doa juga harus berjalan beriringan dengan kepedulian dan tindakan nyata
dalam menjaga lingkungan serta mencegah berbagai dampak yang dapat muncul
selama musim kemarau,” ujarnya.
AKBP Kadek Ary menegaskan bahwa
kondisi kemarau panjang perlu disikapi dengan meningkatkan kewaspadaan,
khususnya terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Masyarakat
diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera
melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu
kebakaran.
“Musim kemarau bukan hanya persoalan
kurangnya hujan, tetapi juga membawa risiko terhadap lingkungan dan kehidupan
masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk
meningkatkan kewaspadaan, saling mengingatkan, dan bersama-sama mencegah
terjadinya Karhutla,” katanya.
Selain aspek pencegahan Karhutla,
kegiatan tersebut juga memperkuat semangat toleransi dan persatuan di lingkungan
Polres Sanggau. Pelaksanaan ibadah dan doa dari umat Islam maupun umat
Kristiani secara berdampingan menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak
menjadi penghalang untuk bersama-sama mendoakan keselamatan dan kebaikan bagi
masyarakat Kabupaten Sanggau.
Seluruh
rangkaian Shalat Istisqa dan doa bersama berlangsung dalam keadaan aman,
tertib, kondusif, dan terkendali. Melalui kegiatan tersebut, Polres Sanggau
berharap hujan segera turun, kondisi lingkungan kembali membaik, serta
masyarakat senantiasa diberikan perlindungan dalam menghadapi berbagai dampak
musim kemarau panjang. (Dny Ard / Humas
Res Sgu)



