Polres Sanggau



Dari Desa Mayam untuk Ketahanan Pangan, Panen Jagung Demplot Polsek Meliau Tunjukkan Hasil Positif


Polres Sanggau - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan oleh jajaran Polres Sanggau melalui berbagai program pertanian produktif. Salah satunya ditunjukkan Polsek Meliau dengan melaksanakan Panen Raya Jagung di lahan demplot yang berlokasi di Desa Mayam, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Senin (22/6/2026).

Kegiatan panen raya yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut berlangsung di lahan Demplot Jagung Polsek Meliau yang berada di lingkungan PT BHD. Panen dilakukan sebagai hasil dari pengelolaan lahan pertanian yang selama ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Meliau IPTU Supar beserta personel Polsek Meliau, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Meliau Iza Kurniawi, S.ST., perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sanggau Dedi Anggriawan, serta anggota kelompok tani yang selama ini terlibat dalam pengelolaan lahan jagung.

Lahan demplot yang dipanen memiliki luas sekitar satu hektare dan menjadi salah satu contoh pemanfaatan lahan produktif yang dikembangkan melalui sinergi antara kepolisian, penyuluh pertanian, instansi teknis, dan kelompok tani di wilayah Kecamatan Meliau.

Untuk mengetahui tingkat produktivitas tanaman secara akurat, dilakukan pengubinan oleh tim dari BPS Kabupaten Sanggau bersama BPP Meliau. Metode tersebut digunakan untuk memperoleh estimasi hasil panen berdasarkan sampel yang mewakili kondisi keseluruhan lahan.

Dari hasil pengubinan yang dilakukan, diperoleh estimasi produksi jagung mencapai sekitar 8,688 ton dari lahan seluas satu hektare. Hasil tersebut menunjukkan produktivitas yang cukup baik dan menjadi indikator keberhasilan pengelolaan lahan demplot yang dilakukan secara berkelanjutan.


Kapolsek Meliau IPTU Supar mengungkapkan bahwa kegiatan panen raya ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di daerah.

“Panen raya ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Polri, kelompok tani, penyuluh pertanian, dan seluruh pihak terkait mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap program seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan produktif guna mendukung ketahanan pangan,” katanya.

IPTU Supar menambahkan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan tidak hanya sebatas pendampingan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap upaya mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan. Dengan meningkatnya produktivitas pertanian, diharapkan kesejahteraan masyarakat juga dapat semakin meningkat.

Program demplot jagung yang dijalankan Polsek Meliau sejalan dengan implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai fondasi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan panen ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi pengembangan sektor pertanian di wilayah lainnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Panen raya jagung di lahan Demplot Polsek Meliau menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat mampu menghasilkan kontribusi positif dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

IPTU Hudson Siahaan: Ketahanan Pangan Dimulai dari Kekuatan Petani Lokal


Polres Sanggau - Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus menunjukkan hasil positif di Kabupaten Sanggau. Hal tersebut terlihat dari pelaksanaan Panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026 yang digelar di lahan Kelompok Tani (Poktan) Pokat Bauh, Dusun Semadu, Desa Sebuduh, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Senin (22/6/2026).

Kegiatan panen yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut merupakan hasil penanaman jagung hibrida yang dilakukan pada 25 Februari 2026 di lahan seluas satu hektare. Selama kurang lebih empat bulan masa tanam, tanaman jagung mendapatkan pendampingan dari penyuluh pertanian serta dukungan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Panen tersebut dihadiri Ketua TPKK Desa Sebuduh Stevi, Ketua Poktan Pokat Bauh Sunarto, perwakilan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lonia Dina, S.P., Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sebuduh Victoria Yeni, S.P., Bhabinkamtibmas Brigpol Julian Tri, Ketua Poktan Sunge Empaot Kool, serta anggota Poktan Pokat Bauh.

Sebagai bagian dari proses evaluasi hasil produksi, tim penyuluh pertanian melaksanakan sistem ubinasi untuk mengetahui estimasi hasil panen secara ilmiah dan terukur. Pengambilan sampel dilakukan pada beberapa titik lahan yang mewakili kondisi tanaman secara keseluruhan.

Dari hasil ubinasi, sampel pertama menghasilkan 8,8 kilogram dan sampel kedua mencapai 6 kilogram. Berdasarkan penghitungan tersebut diperoleh rata-rata hasil sebesar 7,4 kilogram per sampel yang kemudian digunakan sebagai dasar estimasi produktivitas lahan.

Melalui metode pengukuran yang digunakan oleh PPL Desa Sebuduh, diperoleh estimasi hasil panen tongkol basah mencapai sekitar 11,8 ton per hektare. Sementara itu, estimasi hasil panen tongkol kering mencapai 8,9 ton per hektare dan hasil jagung pipil kering diperkirakan mencapai 4,9 ton per hektare.


Capaian tersebut menunjukkan potensi besar sektor pertanian di wilayah Kecamatan Kembayan, khususnya dalam pengembangan komoditas jagung hibrida yang menjadi salah satu komoditas strategis untuk mendukung kebutuhan pangan dan pakan di tingkat daerah maupun nasional.

Kapolsek Kembayan IPTU Hudson Siahaan, S.H. mengatakan bahwa keberhasilan panen ini merupakan hasil kolaborasi antara kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah desa, dan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.

“Panen jagung hibrida ini menjadi bukti bahwa sinergi yang baik antara petani, penyuluh, pemerintah, dan Polri mampu menghasilkan produktivitas yang optimal. Kami berharap keberhasilan ini dapat memotivasi kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan produksi pertanian guna mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Menurut IPTU Hudson Siahaan, Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif mendukung berbagai program pemerintah yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga, termasuk di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Kegiatan panen ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan serta implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menitikberatkan pada penguatan kemandirian bangsa melalui peningkatan produktivitas sektor pertanian dan pemanfaatan lahan secara optimal.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Keberhasilan panen jagung hibrida di lahan Poktan Pokat Bauh diharapkan menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya untuk terus mengembangkan sektor pertanian produktif sebagai fondasi ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Hasil Panen Capai 12,45 Ton per Hektare, Polsek Kapuas Optimistis Dukung Swasembada Pangan


Polres Sanggau - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan Polsek Kapuas melalui pengelolaan lahan produktif. Hal itu ditunjukkan dengan pelaksanaan Panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026 yang digelar di lahan TPK Ketahanan Pangan Polsek Kapuas, Lingkungan Semajau, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Minggu (21/6/2026) sore.

Kegiatan panen tersebut merupakan hasil penanaman jagung hibrida yang telah dilakukan pada Kuartal I Tahun 2026, tepatnya pada 7 Maret 2026. Lahan seluas dua hektare yang dikelola secara kolaboratif tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan Polri terhadap penguatan sektor pertanian di daerah.

Panen dihadiri langsung oleh Kapolsek Kapuas IPTU Marianus, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Beringin Rahmat Budianto, petani mitra Yistus Fallo dan Jeki, serta personel Polsek Kapuas yang selama ini turut mendukung pengelolaan lahan ketahanan pangan tersebut.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan sistem ubinasi untuk mengetahui estimasi produktivitas tanaman jagung. Penghitungan dilakukan oleh PPL Kelurahan Beringin melalui beberapa titik sampel yang telah ditentukan sebagai dasar perhitungan hasil panen secara keseluruhan.

Dari hasil pengukuran, sampel pertama menghasilkan 6,8 kilogram, sampel kedua 8,9 kilogram, dan sampel ketiga 8,01 kilogram. Berdasarkan hasil tersebut diperoleh rata-rata produksi sebesar 7,9 kilogram per sampel, yang kemudian digunakan sebagai dasar estimasi produktivitas lahan.

Melalui metode ubinasi, diperoleh perkiraan hasil panen tongkol basah mencapai sekitar 12,45 ton per hektare. Hasil tersebut menunjukkan produktivitas yang cukup baik dan menjadi indikator positif terhadap keberhasilan pengelolaan lahan ketahanan pangan yang dilakukan secara berkelanjutan.


Kapolsek Kapuas mengatakan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan Polsek Kapuas tidak hanya bertujuan menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan Polri terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Panen jagung hibrida ini merupakan hasil kerja sama dan komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan produktif yang dimiliki sehingga mampu meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” ujar IPTU Marianus.

Menurutnya, keberhasilan panen tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara Polri, penyuluh pertanian, dan petani mampu menghasilkan produktivitas yang baik sekaligus mendukung program swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.

Program ketahanan pangan yang dijalankan Polsek Kapuas juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat kemandirian bangsa melalui peningkatan produksi pangan dan optimalisasi sektor pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek Kapuas berharap keberhasilan panen jagung hibrida ini dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian produktif guna mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional secara berkelanjutan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Polsek Kapuas Tangani Kasus Percobaan Bunuh Diri, Korban Berhasil Dievakuasi dan Mendapat Perawatan Medis


Polres Sanggau - Personil Polsek Kapuas bergerak cepat menindaklanjuti laporan terkait peristiwa percobaan bunuh diri yang terjadi di sebuah rumah di Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Tanjung Kapuas, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, pada Senin (22/6/2026) pagi. Korban berinisial KW (51), warga setempat, berhasil dievakuasi dalam kondisi masih hidup dan segera mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 10.30 WIB setelah pihak kepolisian menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya seorang warga yang diduga melakukan percobaan bunuh diri di kediamannya. Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Kapuas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengumpulan keterangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi, kejadian pertama kali diketahui oleh adik korban, Setiawan, yang sekitar pukul 10.00 WIB berkunjung ke rumah korban. Saat tiba di lokasi, saksi berupaya memanggil korban, namun tidak mendapatkan respons.

Karena merasa curiga, saksi kemudian memasuki rumah dan mencari keberadaan korban. Saat berada di bagian dapur, saksi mendapati korban dalam kondisi darurat yang mengancam keselamatannya sehingga segera meminta bantuan warga sekitar.

Bersama seorang warga bernama Ali Fadilah, korban kemudian segera dievakuasi dan diberikan pertolongan awal. Mengetahui korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan, keduanya langsung membawa korban ke Rumah Sakit Sentra Medika Sanggau untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah menjalani pemeriksaan awal, korban kemudian dirujuk ke RSUD M.Th. Djaman Sanggau guna mendapatkan perawatan dan penanganan lebih lanjut dari tim medis. Hingga saat ini, kondisi korban masih dalam pemantauan pihak rumah sakit.


Dari hasil keterangan awal yang diperoleh petugas, korban diduga mengalami tekanan akibat persoalan ekonomi. Seorang saksi menyebutkan bahwa korban sebelumnya beberapa kali menyampaikan keinginan untuk mengakhiri hidupnya karena permasalahan yang sedang dihadapi.

Kapolsek Kapuas IPTU Marianus mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah kepolisian dengan mendatangi lokasi kejadian, mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat, serta melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi guna memperoleh informasi yang utuh terkait peristiwa tersebut.

“Kami telah melakukan penanganan awal dengan mengumpulkan keterangan dari saksi dan memastikan korban mendapatkan pertolongan medis. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi keluarga maupun lingkungan sekitar, terutama apabila terdapat warga yang menunjukkan tanda-tanda mengalami tekanan psikologis atau kesulitan hidup yang berat,” ujarnya.

Kapolsek menambahkan bahwa dukungan keluarga, lingkungan sosial, dan komunikasi yang baik sangat penting dalam mencegah terjadinya tindakan yang membahayakan diri sendiri.

Pihak kepolisian mengajak masyarakat untuk tidak ragu mencari bantuan kepada keluarga, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, maupun pihak terkait apabila menghadapi persoalan yang dirasa sulit untuk ditangani sendiri.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial di tengah masyarakat. Berkat respons cepat keluarga, warga sekitar, tenaga medis, dan Personil Kepolisian, korban berhasil mendapatkan pertolongan sehingga dapat segera memperoleh penanganan yang diperlukan. Polsek Kapuas memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi terkait perkembangan kondisi korban. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Lomba Menembak Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Sanggau Perkuat Profesionalisme dan Sinergitas Antar Instansi


Polres Sanggau - Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026, Polres Sanggau menggelar Lomba Menembak di Lapangan Tembak Sanika Satyawada, Senin (22/6/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga menembak, tetapi juga sarana meningkatkan kemampuan personel sekaligus mempererat sinergitas antara Polri, TNI, Forkopimda, instansi pemerintah, dunia usaha, dan berbagai stakeholder di Kabupaten Sanggau.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu dibuka langsung oleh Kapolres Sanggau AKBP Sudarsono, S.I.K., M.Si. Turut hadir Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf. Nurrachman Gindha Dradhizya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau Drs. Aswin Khatib, M.Si., Wakapolres Sanggau Kompol Radian Andy Pratomo, S.I.K., M.H., Ketua Pengadilan Negeri Sanggau Erslan Abdilah, S.H., Kepala Rutan Kelas IIB Sanggau Bambang Febriansyah, A.Md.IP., S.H., serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.

Hadir pula Wakil Ketua Umum Perbakin Kalimantan Barat Putra Djaja, perwakilan Yon TP/833 Letda Inf. Satria, Danki Brimob Sanggau Ipda Flayianus Hengki, S.E., Pimpinan Cabang BRI Sanggau Tri Adhi Tanuwidjaya, para Pejabat Utama Polres Sanggau, Kapolsek jajaran, serta personel Polres dan Polsek yang menjadi peserta dalam perlombaan.

Dalam sambutannya, Kapolres Sanggau AKBP Sudarsono, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa kemampuan menembak merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki dan terus diasah oleh setiap anggota Polri. Oleh karena itu, latihan dan evaluasi kemampuan penggunaan senjata api secara berkala menjadi bagian penting dalam pembinaan personel.

Menurutnya, Polres Sanggau secara rutin melaksanakan latihan menembak setiap semester sebagai upaya meningkatkan profesionalisme anggota. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana seleksi bagi personel yang akan dipersiapkan mewakili Polres Sanggau dalam berbagai kejuaraan maupun perlombaan menembak di tingkat Polda Kalimantan Barat.

“Lomba menembak ini bukan semata-mata untuk mencari juara, tetapi menjadi media pembinaan kemampuan personel, menguji keterampilan penggunaan senjata api, sekaligus memperkuat sinergi dan kebersamaan dengan seluruh unsur Forkopimda serta stakeholder yang selama ini mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar AKBP Sudarsono.


Kapolres Sanggau juga mengingatkan seluruh peserta untuk mengutamakan faktor keselamatan selama pelaksanaan lomba. Ia menegaskan bahwa setiap peserta wajib mematuhi prosedur penggunaan senjata api, mengikuti arahan instruktur, serta menjunjung tinggi disiplin dan sportivitas selama kompetisi berlangsung.

Dalam perlombaan tersebut, peserta dari unsur Polri menggunakan senjata revolver sesuai kategori yang telah ditetapkan panitia. Sementara peserta dari kalangan Forkopimda dan tamu undangan menggunakan senjata HS dengan pengawasan ketat guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Persaingan berlangsung cukup ketat dan menarik. Pada kategori Forkopimda, Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf. Nurrachman Gindha Dradhizya berhasil meraih Juara I setelah mencatatkan hasil terbaik. Posisi Juara II diraih perwakilan Yon TP/833 Letda Inf. Satria, sementara Juara III diraih Kapolres Sanggau AKBP Sudarsono, S.I.K., M.Si.

Sementara pada kategori Personel Polres Sanggau dan Polsek jajaran, Juara I berhasil diraih Brigpol Bayu Anugrah Saputra dari Bag Log Polres Sanggau. Posisi Juara II diraih AIPTU Ahmad Sugiarto dari Satlantas Polres Sanggau, sedangkan Juara III diraih IPDA I Nyoman Andika Maha Putra, S.Tr.K., yang bertugas sebagai Pamapta II Polres Sanggau.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis personel, tetapi juga memperkuat soliditas internal dan hubungan kemitraan dengan berbagai unsur di Kabupaten Sanggau. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu mendukung pelaksanaan tugas-tugas kepolisian yang semakin profesional dan humanis.

Lomba Menembak Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026 berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh sportivitas. Melalui kegiatan ini, Polres Sanggau menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas pembangunan di Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

AKP Heri Triyana: Sinergi Polri dan Warga Menjadi Kunci Menjaga Kamtibmas Kondusif


Polres Sanggau - Suasana kebersamaan antara Polri dan masyarakat tampak hangat dalam kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia Sepak Bola 2026 yang digelar Polsek Beduai pada Minggu (21/6/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung di Mapolsek Beduai, Dusun Muara Beduai, Desa Kasromego, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau tersebut menjadi sarana mempererat hubungan kemitraan sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 23.00 WIB itu menghadirkan tayangan pertandingan Piala Dunia 2026 antara Tim Nasional Spanyol melawan Arab Saudi. Sejumlah personel Polsek Beduai, tokoh pemuda, dan masyarakat pecinta sepak bola turut hadir menikmati jalannya pertandingan dalam suasana penuh keakraban.

Sebanyak kurang lebih 18 peserta mengikuti kegiatan nobar yang diselenggarakan di lingkungan Mapolsek Beduai. Kehadiran masyarakat di tengah personel kepolisian menciptakan ruang interaksi yang positif dan memperkuat komunikasi antara Polri dengan warga.

Selain menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola kelas dunia, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana membangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat. Melalui suasana santai dan penuh kebersamaan, berbagai pesan kamtibmas dapat disampaikan secara lebih efektif.

Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana, S.H., M.E. mengatakan bahwa kegiatan nobar sengaja dilaksanakan sebagai wadah mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi yang lebih kuat antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.


“Kegiatan ini bukan sekadar menonton pertandingan sepak bola bersama, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, kami berharap tercipta kerja sama yang semakin solid dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Beduai,” ungkapnya.

Menurut AKP Heri Triyana, keberhasilan menjaga keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab Personil Kepolisian semata, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, Polsek Beduai terus berupaya menghadirkan kegiatan yang dapat memperkuat kedekatan dengan warga.

Dalam suasana nobar tersebut, personel Polsek Beduai juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, mempererat rasa kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pertandingan berlangsung. Selain menikmati jalannya laga Spanyol kontra Arab Saudi, para peserta juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dan menjalin komunikasi yang lebih erat dengan anggota kepolisian yang hadir.

Kegiatan Nonton Bareng Piala Dunia 2026 di Mapolsek Beduai berakhir dalam suasana aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan tersebut, Polsek Beduai berharap hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat terus terjaga sebagai fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif di wilayah hukum Polsek Beduai. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Nobar Piala Dunia 2026 di Sanggau Berlangsung Meriah, Polres Sanggau Pastikan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat


Polres Sanggau - Antusiasme masyarakat Kabupaten Sanggau dalam menyaksikan ajang sepak bola terbesar dunia kembali terlihat pada kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar di Warkop Piramyd, Jalan Dr. Setia Budi, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Minggu (21/6/2026) malam. Kegiatan yang menayangkan pertandingan antara Spanyol melawan Arab Saudi tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan.

Kegiatan nobar yang dimulai sekitar pukul 23.00 WIB itu dihadiri masyarakat umum, pengunjung Warkop Piramyd, tokoh masyarakat setempat, serta para pecinta sepak bola yang memanfaatkan momentum tersebut untuk berkumpul dan menikmati jalannya pertandingan dalam suasana yang kondusif.

Untuk memastikan keamanan selama kegiatan berlangsung, Polres Sanggau menerjunkan personel piket fungsi yang dipimpin oleh Perwira Pengawas (Pawas) IPTU Sukina.

Pengamanan juga melibatkan Padal Samapta IPDA Kemas Febrian Ismail, S.Tr.K., bersama personel piket fungsi Polres Sanggau yang melakukan pemantauan dan pengawasan secara langsung di lokasi kegiatan.

Sejak awal kegiatan, petugas melaksanakan monitoring situasi di sekitar lokasi nobar guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kehadiran personel Polri mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir karena memberikan rasa aman selama berlangsungnya kegiatan.

Selain melakukan pengamanan, personel Polres Sanggau juga menyampaikan imbauan kepada para pengunjung agar tetap menjaga ketertiban, mengutamakan sikap saling menghormati antarpendukung tim, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat lainnya.


Pawas Polres Sanggau, IPTU Sukina, mengatakan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan masyarakat merupakan bentuk pelayanan untuk memastikan seluruh aktivitas publik dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“Kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menikmati pertandingan Piala Dunia 2026. Melalui kegiatan pengamanan dan monitoring ini, kami berharap situasi tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menikmati hiburan dengan nyaman serta tetap menjaga ketertiban bersama,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, kegiatan nobar tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga. Oleh karena itu, Polri terus mendorong masyarakat untuk menjaga suasana yang aman dan harmonis selama berlangsungnya berbagai kegiatan publik.

Selama pertandingan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali. Masyarakat yang hadir menunjukkan sikap tertib dan kooperatif terhadap arahan petugas, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tanpa kendala berarti.

Kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026 pertandingan Spanyol versus Arab Saudi berakhir dengan situasi yang tetap aman, tertib, dan kondusif.

Tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas selama pelaksanaan kegiatan. Kehadiran Polri di tengah masyarakat juga semakin mempererat komunikasi dan hubungan kemitraan antara kepolisian dengan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Wakapolres Sanggau Hadiri Pembukaan MTQ XXXIV, Polisi bersama Instansi Terkait Pastikan Kegiatan Berlangsung Aman dan Lancar


Polres Sanggau - Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIV Tingkat Kabupaten Sanggau Tahun 2026 resmi dibuka di Lapangan Gelora Mak Tipoi, Dusun Kawat, Desa Kawat, Kecamatan Tayan Hilir, Minggu (21/6/2026) malam. Kegiatan yang menjadi ajang syiar Islam terbesar di Kabupaten Sanggau tersebut berlangsung meriah dan dihadiri ribuan masyarakat, kafilah, serta unsur Forkopimda dan tokoh agama.

Pembukaan MTQ yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB itu dihadiri Ketua LPTQ Provinsi Kalimantan Barat Brigjen Pol (Purn.) Drs. H. Andi Musa, S.H., M.H., Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si., Wakapolres Sanggau Kompol Radian Andy Pratomo, S.I.K., M.H., Ketua LPTQ Kabupaten Sanggau H. Burhanuddin, S.H., M.H., unsur DPRD Kabupaten Sanggau, kepala OPD, para camat, unsur TNI-Polri, tokoh agama, serta para peserta dan pendamping dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sanggau.

Dalam sambutannya, Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si. menyampaikan bahwa MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, meningkatkan kualitas keimanan, serta memperkuat nilai-nilai religius di tengah masyarakat.

Sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan, Bupati Sanggau secara resmi membuka MTQ XXXIV Tingkat Kabupaten Sanggau Tahun 2026 dengan melakukan pemukulan bedug yang disambut antusias para peserta dan masyarakat yang memadati area Lapangan Gelora Mak Tipoi.

MTQ XXXIV Tingkat Kabupaten Sanggau Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 27 Juni 2026. Sebanyak 550 kafilah dari 15 kecamatan akan mengikuti berbagai cabang perlombaan yang telah dipersiapkan panitia, mulai dari tilawah Al-Qur’an, tahfiz, syarhil Qur’an, fahmil Qur’an hingga berbagai kategori lainnya.

Kehadiran Wakapolres Sanggau Kompol Radian Andy Pratomo, S.I.K., M.H. dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen Polres Sanggau dalam mendukung seluruh agenda keagamaan yang menjadi bagian penting dalam pembinaan moral dan kerukunan masyarakat di Kabupaten Sanggau.


Wakapolres Sanggau mengatakan bahwa Polri tidak hanya hadir untuk memberikan rasa aman, tetapi juga mendukung setiap kegiatan positif yang mampu memperkuat persatuan dan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

“MTQ merupakan kegiatan yang sangat positif karena menjadi wadah syiar Islam sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga dari berbagai kecamatan. Kehadiran Polri adalah untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif sehingga para peserta maupun masyarakat dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman,” ujar Kompol Radian.

Untuk menjamin keamanan selama pelaksanaan kegiatan, Polres Sanggau melalui Polsek Tayan Hilir mengerahkan personel pengamanan yang diperkuat anggota BKO dari Polsek Toba, Polsek Batang Tarang, dan Polsek Meliau. Pengamanan juga melibatkan unsur Koramil 1204-07/Tayan Hilir, Dinas Perhubungan Kecamatan Tayan Hilir, Satpol PP Kecamatan Tayan Hilir, relawan, serta seksi keamanan panitia MTQ.

Kapolsek Tayan Hilir IPTU Dr. Kusdarwanto, S.H., M.H. bersama personel di lapangan melakukan pengamanan terbuka dan tertutup, pengaturan arus lalu lintas, pengawasan area kegiatan, serta koordinasi dengan seluruh unsur terkait guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan selama berlangsungnya MTQ.

Sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, panitia, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung. Kehadiran Personil Polri di berbagai titik strategis memberikan rasa aman bagi peserta maupun masyarakat yang hadir menyaksikan pembukaan MTQ.

Hingga berakhirnya rangkaian acara pembukaan, seluruh kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. MTQ XXXIV Tingkat Kabupaten Sanggau Tahun 2026 di Kecamatan Tayan Hilir diharapkan menjadi momentum untuk melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi sekaligus memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat di Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Usai Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Ziarah-Tabur Bunga ke Makam Soeharto


Jateng - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali berziarah ke makam mantan Pemimpin Bangsa Indonesia. Kali ini, Sigit menaburkan bunga ke tempat peristirahatan terakhir Jenderal Besar TNI (Purn.) H. Muhammad Soeharto di Astana Giribangun, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng).
 
Dalam rangkaian kunjungan hari ini, Sabtu (20/6/2026), Sigit juga telah melakukan ziarah ke makam mantan Presiden Soekarno dan Gus Dur. Kegiatan ini merupakan tradisi rutin yang dilaksanakan Polri menjelang Hari Bhayangkara ke-80.
 
Dalam prosesi ziarah tersebut, Sigit beserta rombongan membacakan doa hingga menaburkan bunga ke makam mantan Presiden Soeharto.
 
“Tadi pagi, kami berziarah ke makam almarhum Presiden Gus Dur. Dan Alhamdulillah, sekarang kami melaksanakan ziarah ke makam almarhum Presiden Soekarno. Dan setelah ini kami akan melanjutkan ke makam Bapak Presiden Soeharto dan selanjutnya akan kami tutup ke Taman Makam Pahlawan Kalibata,” kata Sigit usai berziarah di makam Soekarno.
 
Sigit menjelaskan, rangkaian ziarah ini untuk terus mengingat nilai-nilai yang telah diperjuangkan oleh para pemimpin Bangsa Indonesia. Menurutnya, hal tersebut juga penting untuk kemajuan institusi Polri ke depannya.
 
“Tentunya rangkaian kegiatan yang kami laksanakan kali ini merupakan bagian dari tradisi kami untuk bisa menyerap dan tentunya menggali nilai-nilai dari para pemimpin bangsa yang tentunya ini sangat penting khususnya bagi institusi Polri, yang tentunya kita memiliki satu amanah untuk terus bisa mempertahankan apa yang diwariskan, apa nilai-nilai yang telah diberikan oleh mantan-mantan Presiden kita, mantan-mantan pemimpin bangsa kita terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dan juga terhadap institusi Polri,” ujar Sigit.
 
Oleh karena itu, Sigit menegaskan, nilai-nilai yang diwariskan harus dijaga dan dipertahankan. Sebagai penerus, Sigit memastikan, Polri bakal meneruskan semangat perjuangan para pemimpin bangsa terdahulu.
 
“Demikian juga ini menjadi sesuatu kekuatan, sesuatu hal yang positif untuk terus kami kembangkan sebagai spirit untuk institusi Polri, agar terus bisa melaksanakan apa yang menjadi amanah institusi, amanah masyarakat, bangsa, dan negara, untuk menjalankan seluruh tugas dan tanggung jawab tersebut dengan sebaik-baiknya,” ucap Sigit.

Bareskrim Polri Amankan DPO Jaringan Fredy Pratama, Ungkap Peran Pengendali Keuangan Sindikat Narkotika Internasional


Jakarta - Bareskrim Polri melalui Tim Delegasi Polri berhasil mengamankan Frans Antoni, salah satu Daftar Pencarian Orang (DPO) prioritas sekaligus residivis yang memiliki peran sentral dalam jaringan narkotika internasional yang dipimpin oleh Fredy Pratama. Frans Antoni diamankan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (18/6/2026), sebelum dipulangkan ke Indonesia pada Jumat (19/6/2026).
 
Pemulangan tersangka dilakukan menggunakan pesawat melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan fasilitas Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), mengingat yang bersangkutan diketahui masuk ke wilayah Malaysia secara ilegal.
 
Frans Antoni merupakan tersangka yang telah berstatus DPO sejak 12 November 2023 berdasarkan Nomor: DPO/B15-97/XI/2023/DITTIPIDNARKOBA. Dalam struktur organisasi sindikat Fredy Pratama, ia diketahui memegang peran ganda sebagai pengendali keuangan, pengatur operasional lapangan, sekaligus penghubung jaringan internasional.
 
Berdasarkan hasil penyidikan, Frans Antoni diduga menjadi otak operasional tindak pidana pencucian uang hasil kejahatan narkotika yang berlangsung selama kurun waktu 2017 hingga 2023. Selama periode tersebut, ia tercatat melakukan pengangkutan uang hasil kejahatan dari Indonesia menuju Thailand sebanyak kurang lebih 168 kali perjalanan.
 
Setiap perjalanan membawa dana minimal Rp1 miliar yang terlebih dahulu disamarkan melalui sejumlah money changer di Indonesia. Dana tersebut kemudian dikonversi ke dalam pecahan 1.000 Dolar Singapura sebelum dibawa keluar negeri.
 
Selain berperan dalam pengiriman uang lintas negara, Frans Antoni juga diketahui menerima setoran tunai senilai total 1.200.000 Dolar Singapura dari Kosnadi Irwan alias Uncle. Penyidik turut menemukan keterlibatan tersangka dalam penguasaan tiga rekening penampungan Bank BCA yang menggunakan identitas adik kandungnya, Steven Antoni, yang diduga dipakai untuk menampung dan mengalirkan dana hasil kejahatan.
 
Setibanya di Indonesia, Frans Antoni langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. Pemeriksaan tersebut difokuskan untuk menelusuri seluruh aliran dana sindikat, memetakan jaringan pendukung yang masih aktif, serta memperkuat upaya pengejaran terhadap Fredy Pratama yang hingga kini masih berstatus buronan internasional dan masuk dalam daftar Red Notice.
 
Kadivhumas Polri, Johnny Eddizon Isir, mengatakan bahwa keberhasilan pengamanan Frans Antoni merupakan hasil kerja sama yang erat antara Polri dengan berbagai pihak, termasuk otoritas terkait di Malaysia dan perwakilan Pemerintah Indonesia di luar negeri.
 
“Frans Antoni merupakan salah satu figur penting dalam struktur jaringan Fredy Pratama. Perannya tidak hanya sebagai pelaksana di lapangan, tetapi juga sebagai pengendali keuangan dan penghubung jaringan internasional. Penangkapannya menjadi langkah strategis untuk membongkar secara menyeluruh struktur organisasi dan aliran dana sindikat narkotika internasional tersebut,” ujar Johnny kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).
 
Ia menegaskan bahwa Polri akan terus melakukan pengembangan terhadap perkara tersebut guna menelusuri aset-aset hasil tindak pidana narkotika dan menindak seluruh pihak yang terlibat.
 
“Polri berkomitmen menindak tegas setiap pelaku kejahatan narkotika, termasuk pihak-pihak yang berperan dalam pencucian uang hasil kejahatan. Kami akan terus mengejar para pelaku yang masih buron, termasuk Fredy Pratama, serta menyita aset-aset yang berasal dari hasil tindak pidana untuk memutus mata rantai kejahatan narkotika sampai ke akarnya,” tegasnya.
 
Lebih lanjut, Johnny mengapresiasi sinergi antarinstansi yang telah mendukung proses pelacakan, pengamanan, hingga pemulangan tersangka ke Indonesia.
 
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa ruang gerak para pelaku kejahatan transnasional semakin sempit. Polri bersama mitra dalam dan luar negeri akan terus memperkuat kerja sama untuk memastikan setiap pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.