Polda Kalbar - Polres Sanggau - Semua orang tentunya memerlukan air untuk
kelangsungan hidupannya, namun bagaimana bila jumlah debit air tersebut
melebihi dari sewajarnya, mungkin hal tersebut dapat menjadi ancaman bahkan
bencana bagi kita semua bukan?. Itulah yang kini sedang dialami oleh warga desa
di tepian aliran Sungai Kuala Buayan, mulai dari Dusun Kuala Buayan Desa Kuala
Buayan sampai Dengan Dusun Batu Laut Desa Kuala Rosan, yang mana sebagian besar
rumah warga masyarakatnya terendam banjir akibat luapan aliran Sungai Kuala
Buayan.
Betempat
di Dusun Sengkuang Daok Desa Kuala Buayan Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau
hari Senin tanggal 16 April 2018 Pukul 13.00 Wib, berdasarkan laporan warga
mengenai bencana banjir yang menggenangi rumah-rumah warga masyarakat akibat
hujan lebat yang terjadi mulai dari hari Minggu tanggal 15 April 2018 Pukul 16.30
Wib s/d hari Senin tanggal 16 April 2018 Pukul 03.00 Wib, oleh karenanya
Personil Polsek Meliau beserta Personil Koramil Meliau dan Personil Tagana
Meliau melaksanakan kegiatan monitoring dan pendataan korban bencana banjir.
Dengan
menggunakan transportasi jalur air yang seadanya, tim patroli bencana banjir
ini mendatangi rumah-rumah warga guna memastikan tidak adanya korban jiwa.
Alhasil berdasarkan data monitoring dan pendataan korban bencana banjir,
diketahui bahwa bencana banjir tersebut tidak memakan korban jiwa, hanya saja
kerugian yang dialami oleh warga masyarakat korban bencana banjir diantaranya
berupa materi, yakni perabotan rumah tangga, barang elektronik, dan kendaraan
bermotor yang rusak akibat hanyut, tergenang, dan terkena air, serta lahan
pertanian yang rusak dan hewan ternak yang mati akibat tergenang air.
Adapun
kegiatan patroli dan monitoring yang dilakukan oleh Tim Patroli Banjir tersebut
selain untuk mengantisipasi adanya korban jiwa juga bertujuan untuk mendata
jumlah korban bencana banjir yang berada di Dusun Senkuang Daok Desa Kuala
Buayan Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau. Adapun uuntuk sementara ini jumlah
rumah yang terendam banjir berjumlah 198 Rumah / KK dari jumlah 233 Rumah / KK
yang ada di Dusun Sengkuang Daok Desa Kuala Buayan Kecamatan Meliau Kabupaten
Sanggau. Hal tersebut membuktikan bahwa 85% rumah yang ada didusun tersebut
terancam tenggelam bilamana bencana banjir tersebut disusun oleh hujan yang
lebih deras lagi dikemudian harinya, selain itu yang menjadi satu ancaman bagi
korban bencana banjir seperti ini yakni wabah penyakit diare, disentri, kolera,
dan malaria.
Salah
satu korban bencana banjir, Rudi (39 tahun) menuturkan kepada petugas
Bhabinkamtibmas Polsek Meliau dan tim patroli banjir bahwa, "Saya
selaku Kepala Dusun Sengkuang Daok Desa Kuala Buayan sangat senang dan
bersyukur akan kedatangan bapak-bapak kedusun kami ini, yang mana dapat
bapak-bapak sekalian lihat bahwa rumah-rumah warga dusun kami ini banyak yang
terendam banjir dan kegiatan warga masyarakat kami saat ini tidak dapat
berjalan seperti biasanya akibat banjir ini, mohon kiranya pemerintah dapat
mrmperhatikan keadaan kami", tegas Bapak Rudi selaku Kadus Sengkuang Daok
Desa Kuala Buayan.
Selanjutnya
tim patroli banjir Kecamatan Meliau yang hendak menuju ke Desa Pampang Dua dan
Desa Kuala Rosan berhalangan ke Desa Pampang Dua dan Desa Kuala Rosan,
dikarenakan arus debit air yang cukup deras melawan arah tujuan speed boat 18
PK, alat transportasi yang kurang memadai, dan cuaca yang kurang memungkinkan
menyebabkan tim tidak dapat menuju ke Desa Pampang Dua dan Kuala Rosan.
Penulis : F. Febri Tri
Suhardi
Publish : Humas Polres Sanggau





