Polda Kalbar - Polres Sanggau - Menyikapi
tertangkapnya teroris di Kapuas Hulu, Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi
menyampaikan, serangan-serangan teror yang dilakukan oleh Jamaah Ansaruddaulah,
memang jaringanya sudah menyebar diseluruh Indonesia.
“Tentunya kita terus melakukan mapping terhadap daerah yang
rawan. Polri dan seluruh masyarakat terus mengimbau dan bahu membahu dalam
rangka mengantisipasinya,” katanya, Jumat (27/7/2018).
Sebetulnya, lanjut Kapolres, teroris muncul tidak serta merta, mulai dari hal yang kecil melalui intoleransi, mengembang menjadi radikalisme. “Jadi endingnya pada radikalisme,” ujarnya.
Dikatakanya, untuk wilayah Sanggau, Kapolres menegaskan,
pihaknya berupaya seoptimal mungkin, bahu membahu, kepada seluruh lapisan
masyarakat, terlebih sudah terbentuk FKUB, tiga pilar yang ada diwilayah
kabupaten Sanggau (Kades, Bhabinkamtibmas, Babinsa) betul-betul dioptimalkan.
“Sehingga tentunya kita bisa memantau dan monitor orang yang
keluar masuk dalam satu wilayah, apalagi Sanggau jalur lintas baik antar
kabupaten maupun antar negara. Ini yang sangat rawan juga,” jelasnya.
AKBp Imam Riyadi menambahkan, pihaknya juga sudah memetakan
diseluruh wilayah Sanggau untuk mendeteksi embrio-embrio ataupun cikal bakal
yang arahnya yang mungkin ke radikalisme bahkan sampai bisa muncul ke
terorisme.
“Termasuk juga kita berselabahan dengan tetangga kita dan
kita harus terus melakukan koordinasi secara intensip. dan penangkapan
sebelumnya yang terjadi di Landak, akan terus kita antisipasi jangan sampai
memasuki wilayah Sanggau,” ujarnya.
Untuk itu, Kapolres Sanggau menegaskan, seluruh lapisan
masyarakat, steakholder, instansi terkait, FKUB baik tingkat kabupaten maupun
tingkat kecamatan, akan betul-betul kita berdayakan.
Penulis : Denny Ardiyanto
Publish : Humas Polres
Sanggau


