Polres Sanggau - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi
Haryono SH MH, bercerita soal sejarah. Sebab, sejarah itulah menjadi tolak
ukur. Kali ini, pria lulusan Akpol 1986
itu menjelaskan menyoal sebuah organisasi.
Jenderal
bintang dua itu mengingatkan, dengan nama perkumpulannya berburu dengan menggunakan
senjata api. Pada waktu itu Indonesia masih di bawah Belanda, jadi sebelum
sebelum merdeka ini sudah ada ini, cuma namanya perkumpulan menembak belum
masuk dalam satu organisasi tapi ada perkumpulan.
“Hobi
menembak baru dijadikan sebagai cabang olahraga setelah tahun 1950. Jadi baru
diakomodir setelah tahun 50. dengan nama Perhimpunan Olahraga Perburuan
Indonesia atau PORPI. Perhimpunan olahraga perburuan Indonesia yang kemudian
berganti nama menjadi Perbakin,” tutur Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan
Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.
Perbakin
ini mulai tanggal 17 Juli 1960 mulai muncul nama Perbakin 17 Juli tahun 60 nah
kepanjangan Perbakin itu sendiri bukan persatuan menembak Indonesia tapi
lengkapnya adalah persatuan menembak sasaran dan berburu seluruh Indonesia.
Dengan
misi utamanya adalah mengenalkan cabang menembak bagi masyarakat setahun
Perbakin diwadahi masuk ke KONI. Jadi tahun 61 diwadahi menembak Indonesia ini
masuk sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia KONI.
“Ini
harus bisa, harus paham kita bisa ada sekarang ini tentunya ada historikal atau
sejarah. Kemudian Perbakin mendapatkan sambutan yang sangat meriah dari
masyarakat dengan muncul berbagai cabang, mulai dari Jakarta Bandung dan
beberapa provinsi lainnya,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat
Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.
Pada
perkembangannya, klub menembak di Indonesia ini membentuk sekolah menembak
Perbakin, yang dimaksudkan adalah untuk melakukan pembinaan olahraga menembak
sejak usia dini, untuk mencari bibit-bibit atlet unggulan yang tadi bapak ketua
Koni sampaikan. Mulai merintis bagaimana mengangkat yang tadi 26 itu, index 26
olahraga ini, di Kalbar ini bisa naik.
“Target
capaian kalau bisa minimal 10 lah ya kalau kita mau ngalahkan Jakarta ngalahkan
Jawa timur, Jawa Barat, Jawa tengah memang susah tapi setidaknya kita bisa di
atas Sumatera. Sekolah ini diharapkan nantinya menghasilkan penembak unggulan
yang dapat berkontribusi dan dapat berlaga di ajang menembak nasional maupun
internasional untuk mengharumkan baik nama provinsi kita maupun nama
Indonesia,” tutur Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal
Polisi Drs Didi Haryono SH MH.
Kepala
Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono
SH MH menuturkan, hobi menembak ini juga
terbilang cukup unik, karena memadukan unsur kesenangan sekaligus
kehati-hatian, tadi disampaikan sebab memainkan senjata api bukanlah sesuatu
yang sepenuhnya aman. Jadi bukan hanya senjata api senjata apapun namanya
seluruh senjata itu sifatnya destroyer atau merusak, ada yang menghalangi dia
tabrak terus itu sifat senjata.
Bagi
penggemar olahraga menembak di Indonesia sebaiknya bergabung dengan Perbakin
sebagai salah satu organisasi penembak yang resmi. Dengan bergabung di sini
maka kita tidak hanya bisa menyalurkan hobi namun juga memberikan kesempatan
untuk bertemu dengan sesama penggemar olahraga menembak dan di dalamnya juga
tentunya akan meraih prestasi prestasi yang membanggakan.
“Perbakin
sebagai organisasi menembak di Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai sebuah
wadah untuk mencintai seni yang penuh tantangan tetapi juga menjadi sebuah alat
untuk mengontrol peredaran senjata di Indonesia. Sehingga tidak sembarangan
seseorang dapat memilikinya tanpa persyaratan tertentu,” ujar Kepala Kepolisian
Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.
Perbakin
dalam perkembangannya memiliki lisensi khusus terhadap seluruh senjata api yang
resmi yang beredar di Indonesia. Proses pindah tangan senjata harus mendapat
pengawasan dari Perbakin. Sehingga tidak jatuh ke tangan yang salah karena yang
saya sampaikan secara masalah senjata ini sangat berbahaya.
“Kemarin
waktu kita di Pontianak ada yang bermain-main dengan senjata kita amankan dulu,
bahkan kita tes berapa meter senjata peluru ini. Hati hati masalah-masalah
persenjataan ini memang kita olahraga tapi juga perlu kehati-hatian yang saya
sampaikan karena senjata ini sifatnya adalah destroyer / perusak,” ujar Kepala
Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono
SH MH.
Contoh
beberapa waktu yang lalu Perbakin telah menjadi sorotan publik dengan adanya
peluru nyasar di gedung DPR yang nyaris mengenai korban dan diduga peluru
tersebut berasal dari latihan menembak anggota Perbakin. Dan setelah didalami
penembak tersebut belum memiliki kartu anggota Perbakin. Nah berarti tolong
kartu anggotanya. Kami dari jajaran Polda dan Polres pasti membantu sepanjang
untuk kepentingan olahraga menembak ini.
Peristiwa
itu tentunya menjadi atensi bagi para pengurus Perbakin untuk lebih solid dalam
menjaga dan menata organisasi agar lebih profesional terutama dalam hal
keanggotaan Perbakin. Jangan sampai di jadikan tameng bagi oknum-oknum untuk
dapat memiliki senjata tapi hanya untuk gaya-gayaan dan untuk menakut-nakuti.
“Kita
punya integritas kita punya soliditas dan kita punya solidaritas apalagi udah
punya uniform Perbakin dan seterusnya,” tutur Kepala Kepolisian Daerah
Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH. “Dalam
kesempatan ini saya mengucapkan selamat sekali lagi kepada seluruh pengurus
Perbakin Singkawang semoga dengan kepengurisan baru ini Perbakin Singkawang
akan lebih profesional dan dapat menciptakan atlet-atlet menembak untuk
bersaing dan berprestasi di tingkat nasional maupun di tingkat internasional,”.
Kepala
Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono
SH MH berujar,” Kalau kita punya kemauan pasti bisa, ya kan. Apalagi ada merek,
ada label, ada cap, ada stigma Singkawang hebat, tunjukkan melalui
latihan-latihan, melalui prestasi-prestasi, benar-benar tunjukkan, kita usung
Singkawang ini benar-benar hebat, munculkan nama Singkawang. Kalau bu Chai cu
mie yang muncul berarti Singkawang lah yang muncul. Tapi tolong yang lain juga
muncul juga kita munculkan Singkawang ini benar-benar hebat. Bukan hanya hebat
yang di awang-awang tapi harus hebat yang sebenar-benarnya,”.
Kepala
Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono
SH MH berkata,” Saya orang Singkawang lahir besar disini bisa jadi Kapolda
Alhamdulillah. Rekan-rekan asal ada kemauan keras pasti bisa. Kalau
bapak-bapaknya tidak bisa, anaknya persiapkan. Anak-anaknya sekarang
dipersiapkan ini, jadi apa saja pasti bisa. Dan diawasi karena sekarang ini
tadi yang saya bilang, narkoba mengincar, narkoba ini datangnya bukan dari kita
datangnya dari sebelah,”.
Kembali
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi
Haryono SH MH mengingatkan,”Sebelah
biasanya dari negara-negara lain, di perbatasan apalagi Singkawang daerah
lintasan ini, umumnya dari Jagoi Babang. Singkawang ini harus hati-hati karena
daerah wisata, daerah tujuan, biasanya disasar oleh orang-orang itu. Kamek
kamek tembak saja lah. Pokoknya bandar, pengedar, pemodal tembak udah ya
narkoba tidak ada maaf, tidak ada ampun,”.
Kepala
Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono
SH MH menegaskan soal bahaha narkoba.
Karena narkoba merusak generasi bangsa.
“Sudah
ada 23 orang yang kita tembak yang dua diantaranya wassalam innalilahi wa
innailaihi rojiun. Jadi tolong sampaikan kalau ada narkoba tangkap ramai-ramai,
serahkan ke kamek, serahkan ke Polres kah, serahkan ke Polsek kah, silahkan
biar ada proses hukumnya setiap ada narkoba,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan
Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH. “Udah kita dukung benar-benar ni bu Chai cu
mie ni, Singkawang hebat tunjukkan benar-benar hebat ya. Bersih dari narkoba,
aman dan tertib semuanya, sehingga siapapun yang datang kesini tenang kayak
suasana pada saat ini. Upacaranya pun sangat hikmat, iya kan, pak walikota
Pontianak selaku ketua Perbakin pun senang, siapa pun yang datang ke Singkawang
pun senang,”.
Kepala
Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono
SH MH mengaku bangga Kota Singkawang mengalami perubahan luar biasa.
“Saya
datang ke Singkawang berkali-kali banyak perubahan senang terus ya kan, nanti
satu bulan lagi datang ke sini ada apa lagi yang dirubah ke sini, senang, di
sampingnya semua kulinernya juga yang nyaman buah-buahannya apa lengkap ya
semua lengkap. Saya sangat senang. Setiap kita datang ke Singkawang ni selalu
banyak yang berubah-berubah dan itu bagus,”. Di setiap kesempatan saya selalu
sampaikan apabila saya ke Jakarta kemana-mana lah supaya main ke tempat kami
pak, lengkap ada 30 destinasi wisata alam yang sangat natural tidak kalah
dengan yang di Bali yang di NTB yang di NTT semua ada kita,”.
Penulis : Cucu Safiyudin S.Sos SH MH
Publish : Humas Polres Sanggau





