» » » Catat, Pentingnya 3 Pilar Menjaga Keutuhan NKRI

Catat, Pentingnya 3 Pilar Menjaga Keutuhan NKRI

Penulis By on Senin, 14 Oktober 2019 | No comments


Polda Kalbar, Pontianak - Pada Senin, 14 Oktober 2019, pukul 08.00 WIB  di Ballroom Hotel Aston Kota Pontianak, Kalimantan Barat, digelar Apel Besar 3 Pilar yang melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa serta Kepala Desa / Lurah se- Kalimantan Barat. Temanya soal Strategi Polda Kalbar Guna Mewujudkan Situasi Kamtibmas yang Kondusif Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

Diawal kegiatan itu, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Haji  Didi Haryono SH MH,  memanggil dan memberikan penghargaan kepada 3 Babinsa mitra Bhabinkamtibmas teladan tingkat Polda kalbar yang menjuarai lomba di Hari Bhayangkara ke-73 yang lalu, yaitu: juara 1  Bhabinkamtibmas Desa Kamboja, Polsek Pulau Maya Karimata, Polres Kayong Utara. Juara 2 Bhabinkamtibmas Desa Hilir Kantor, Polsek Ngabang, Polres Landak, dan   juara 3 Bhabinkamtibmas Desa Rawa Hulu, Polsek Sekadau Hulu, Polres Sekadau.

“Kalimantan Barat miliki 2.031 desa, 87 diantaranya merupakan desa mandiri, 188 desa maju, 767 desa berkembang, 781 desa tertinggal , dan 208 desa sangat tertinggal dan memiliki 321 Destinasi wisata yang dangat natural. Data menyebutkan di indonesia terdapat 74.954 desa dengan desa yang tergolong desa mandiri sebanyak 834 desa, dan 87 diantaranya terdapat di kalbar (10,5%), “ kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Haji  Didi Haryono SH MH.

Pemerataan pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, menjadi isu strategis pembangunan ekonomi bangsa indonesia yang berpihak pada pemerataan dan pertumbuhan ekonomi akan terus dipacu, guna  lebih meningkatkan daya saing  menuju kemakmuran.  Pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara masif dan menyebar di berbagai wilayah  merupakan bentuk mengatasi masalah pembangunan, dalam   meningkatkan produktivitas dan daya saing yang diharapkan dapat mengakselerasi bergeraknya  ekonomi  produktif rakyat, guna memeratakan pembangunan ke seluruh wilayah NKRI sampai ke pelosok desa. Kalimantan barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki karakteristik wilayah perbatasan dan menjadi salah satu wilayah yang menjadi prioritas pembangunan oleh pemerintah.

“Dalam program nawacita presiden joko widodo yang ketiga (membangun indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan) telah diimplementasikan secara nyata yakni pembangunan PLBN Aruk Kabupaten  Sambas, PLBN Entikong Kabupaten Sanggau dan PLBN Badau Kab. Kapuas Hulu. Serta dukungan pemerataan pembangunan di tingkat desa melalui anggaran dana desa, “ ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Haji  Didi Haryono SH MH.

Tujuan pemanfaatan dana desa adalah untuk meningkatkan produktifitas ekonomi desa dan diprioritaskan untuk pembangunan serta pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhannya yang diharapkan dapat memunculkan ide kreatif dan inovatif, yang tujuan akhirnya adalah tercipta desa-desa mandiri di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

“Desa mandiri adalah desa yang bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dan tidak semata-mata tergantung dengan bantuan. Desa mandiri memiliki kerjasama yang baik, sistem administrasi baik, pendapatan masyarakat cukup. Desa mandiri mampu mengatur dan membangun desanya dengan memaksimalkan potensi yang ada di desa dan kemampuan masyarakatnya, “  kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Haji  Didi Haryono SH MH.


Peraturan menteri desa dan PDTT, terdapat 52 indikator indeks desa membangun/mandiri (idm), yang di klasifikasikan ke dalam 3 dimensi antara lain, dimensi ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan lingkungan. Untuk mewujudkannya perlu upaya dan kemauan yang serius dari seluruh pihak melalui kerjasama yang baik dan sinergi dari setiap stakeholders dalam menyatukan visi, misi, persepsi, dan interpretasi menuju pada desa yang mandiri.

“Kami mendukung terwujudnya desa mandiri melalui implementasi pemolisian masyarakat dengan  memperhatikan karakteristrik kerawanan daerah provinsi kalimantan barat yang di dominasi oleh, wilayah perbatasan  wilayah perairan,  wilayah pedalaman (darat). Oleh karena itu kami melaksanakan program polda kalbar berkibar (berkinerja dengan benar),” ucap Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Haji  Didi Haryono SH MH.

Penerapan partnership maintenance tergelar mulai dari tingkat polda sampai bhabinkamtibmas di seluruh wilayah pedesaan provinsi kalimantan barat. metode yang digunakan dalam membangun sebuah sinergitas/ kemitraan adalah mengedapankan pola proaktif - preventif sebagai upaya terdepan dalam penyelesaian permasalahan sosial masyarakat.  Fokus dari kegiatannya adalah dengan cara mengidentifikasikan hal-hal yang bisa menimbulkan masalah dan menanganinya sebelum hal tersebut menimbulkan masalah. hal itu dapat dianalogikan untuk mengubah pandangan dari budaya “pemadaman kebakaran” (bekerja ketika api sudah berkobar) menjadi budaya deteksi dini.

Sinergitas kemitraan yang dimaksud dalam partnership maintenance adalah penerapan yang dilakukan oleh Polri, baik dilakukan kepada masyarakat maupun stake holder, sebagai problem solver guna mewujudakan kondisi kamtibmas yang kondusif bagi masyarakat, sehingga dapat mewujudakan masyarakat yang ideal bagi upaya-upaya penciptaan dan pemeliharaan kamtibmas yang memiliki daya tangkal, daya cegah, dan daya penanggulangan terhadap setiap ancaman dan gangguan kamtibmas, disamping itu untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki kesadaran hukum yang tinggi, kepatuhan yang baik terhadap hukum dan peraturan, serta masyarakat yang memiliki tingkat partisipasi yang tinggi untuk membantu dan bersama-sama tiga pilar dalam menciptakan dan memelihara kamtibmas.

“Program polda kalbar berkibar yang mengusung polsek sebagai ujung tombak / lini terdepan harkamtibmas diharapkan dapat memberikan nuansa baru terhadap polsek sebagai unit  lengkap satuan terkecil kewilayahan,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Haji  Didi Haryono SH MH.


Mengevaluasi kinerja polsek jajaran setiap bulannya dengan kriteria  penilaian indeks keberhasilan polsek (35 indikator) dalam melaksanakan tugas di bidang harkamtibmas, penegakan hukum, maupun pelayanan kepada masyarakat. sehingga memberikan dorongan dan mengembangkan inovasi untuk berprestasi mewujudkan polseknya sebagai lini terdepan harkamtibmas.

Perkembangan dan dinamika masyarakat saat ini sangat dipengaruhi isu – isu berkembanganya teknologi dan komunikasi sampai ke pelosok pedesaan, informasi dan keterbukaan publik membawa perubahan kehidupan sosial bermasyarakat, yang tentunya dapat menimbulkan kerawanan kamtibmas, selain dampak positif dapat membawa dampak yang negatif, sebagai contoh, konflik sosial, persaingan ekonomi, kejahatan konvensional dan transnational wilayah perbatasan, dan penyebaran hoax maupun hatespeech.

Terkait dengan maraknya penyebaran hoax dan hatespeech, sebagai garda terdepan wujud hadirnya negara di tengah-tengah masyarakat, bhabinkamtibas dan babinsa perlu menjadi penetralisir dan penghalau terhadap penyebaran hoax tersebut, baik yang melalui media sosial maupun mainstream. Dengan langkah-langkah antara lain:

1. mencari referensi pemberitaan serupa dari situs online resmi sebagai pembanding untuk mendapat kesimpulan pemberitaan yg dimaksud
2. cermati alamat situs apakah sumbernya terverifikasi atau tidak, bisa juga dengan mengecek barcode yg terdapat dalam situs.
3. periksa isi pemberitaan apakah berisi fakta (kesaksian dan bukti) atau opini (bersifat subyektif).
4. cek ke-asli-an gambar/video dengan memanfaatkan mesin pencarian terverifikasi seperti google, youtube,
 5. bergabung dan koordinasi dengan group atau perkumpulan masyarakat anti hoax, atau bagi yang aktif dalam penggunaan medsos dapat bergabung ke dalam group facebook fafhh (forum anti fitnah hasut dan hoax).
6. cek komentar dan testimoni dari masyarakat terhadap suatu pemberitaan.
7. koordinasi dengan satuan atas.

“Ancaman-ancaman kamtibmas yg disebutkan diatas tentu perlu disikapi dengan pola pencegahan sehingga tidak terjadi gangguan nyata dimasyarakat,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Haji  Didi Haryono SH MH.


Maka Polsek bersama Koramil serta kecamatan harus bisa memetakan mulai wilayah pedesaan dengan menimbang kerawanan, kondisi wilayah dan dinamika masyarakat sebagai berikut:

1. Desa binaan, desa yang memilki potensi kerawanan yang tinggi sehingga diperlukan kehadiran tiga pilar (bhabinkamtibmas, babinsa dan kepala desa) yang intens, guna melakukan kegiatan pre-emtif dan preventif juga penegakan hukum yang mengedepankan kearifan lokal sebagai solusi akhir. 

2. Desa sentuhan, desa yang memilki tingkat kerawanan yang tidak terlalu tinggi namun memilki potensi dan dinamika yang berkembang, baik dalam prespektif ekonomi, sosial dan pembangunan.

3. Desa pantauan, desa yang memiliki kondusi kamtibmas yang stabil dan kondusif, dimana masyarakat memiliki kepedulian serta sadar hukum dan norma – norma masyarakat/adat mengikat kental, sehingga wilayahnya sangat kondusif.

“Untuk mendukung program desa mandiri di provinsi kalimantan barat, polda kalbar juga telah membentuk satgas desa mandiri guna percepatan peningkatan status desa menjadi desa yang mandiri,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Haji  Didi Haryono SH MH.
Satgas desa mandiri mencakup 3 aspek tugas antara lain:
1. aspek pengungkit (dimensi ketahanan sosial bidang keamanan) 3 variabel
a) poskamling
• mendatakan poskamling di desa-desa prioritas
• mendorong terbentuknya poskamling, untuk desa yg belum ada
• mendorong untuk melengkapi sarana dan prasarana di dalam poskamling.
b) siskamling
• mendatakan kegiatan siskamling di desa-desa prioritas
• mendorong desa-desa prioritas yang belum aktif untuk melaksanakan giat siskamling
• melaksanakan pengecekan dan asistensi kegiatan siskamling di desa-desa prioritas.
 c) konflik
• mendatakan potensi konflik dan konflik yang pernah terjadi
• memberikan pelatihan atau asistensi dalam penyelesaian konflik kepada fkpm/lembaga adat
• mendata fkpm atau lembaga adat yang bertugas untuk penyelesaian konflik.
2. aspek penyelaras (dimensi ketahanan lingkungan) 3 variabel
a) kualitas lingkungan
• mendatakan pencemaran air, udara, tanah, limbah sungai, dll
• desa-desa yg pernah ada pencemaran, bagaimana proses pencemarannya
• memberi himbauan desa-desa yg rawan dgn pencemaran untuk jaga lingkungan

b) rawan bencana
• mendatakan desa-desa prioritas yang rawan bencana
• melaksanakan koordinasi dg stakeholder dalam mengatasi bencana
• memberikan himbauan kpd warga di daerah rawan bencana
c) tanggap bencana
• mendatakan fasilitas mitigasi bencana alam
• melaksanakan drill antisipasi bencana alam
• menyarankan adanya jalur evakuasi apabila terjadi bencana alam

3. aspek pelengkap (semua aspek ketahanan selain pengungkit dan penyelaras) 44 variabel
sebagai pelengkap dalam program desa mandiri, satgas desa ikut mendorong kinerja instansi / dinas terkait yang membidangi terhadap variabel-variabel menuju desa mandiri.

Terdata jumlah bhabinkamtibmas jajaran polda kalbar sebanyak 897 personel yang tersebar di desa-desa di seluruh kabupaten kalimantan barat, dengan upaya-upaya yang telah dilakukan bhabinkamtibmas dalam menyukseskan program desa mandiri antara lain:

1. bersama-sama dengan kepala desa dan babinsa mendata kekurangan-kekurangan yang harus dipenuhi terkait variabel indek desa mandiri;

2. menyarankan kepada kepala desa untuk berkoordinasi dengan pemerintahan kabupaten dan pemerintahan provinsi agar memprioritaskan pembangungan terkait variabel-variabel yang harus dipenuhi guna menuju desa mandiri;

3. dalam indeks ketahanan sosial khususnya aspek keamanan, bhabinkamtibmas terus berupaya mendorong masyarakat dengan swadaya yang ada, mewujudkan variabel-variabel yang harus dilengkapi seperti: membangun poskamling, menggerakkan siskamling dan mengaktifkan peran fkpm/lembaga adat.


“Situasi kamtibmas di kalbar hingga saat ini sangat aman dan kondusif, hal ini ditandai dengan suksesnya berbagai agenda kegiatan dan event international, regional, nasional maupun lokal di kalimantan barat. Tentunya hal ini adalah hasil dari kerja sama dan kerjakeras kita semua dalam menciptakan keamanan di kalimantan barat. Perlu kita ketahui bahwa situasi aman bukan karena ada yang menjaga dan mengawasi, namun juga karena terpadunya sebuah sistem dan manajemen beserta komponen pendukungnya,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Haji  Didi Haryono SH MH.

Sinergitas tiga pilar ini punya peran sangat aktif sebagai bukti kehadiran negara ditengah tengah masyarakat. “Telah terbukti kinerja dari tiga pilar ini saat perhelatan pilkada serentak provinsi kalbar menduduki rangking 3(tiga) indeks pontensi kerawanan pemilu (ipkp) namun karena peran serta kita semua terutama tiga pilar ini, semua dapat berjalan dengan aman dan lancar. sehingga saat perhelatan pesta demokrasi kemarin kalbar menjadi rangking 29 indeks potensi kerawanan pemilu, “ ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Haji  Didi Haryono SH MH.

“Selaku kapolda kalimantan barat, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kinerja rekan – rekan tiga pilar. Ke depan, masih banyak agenda yang akan kita hadapi terutama dalam waktu dekat akan dilaksanakan pelantikan presiden dan wakil presiden. melalui kegiatan apel tiga pilar ini marilah kita menyatukan visi kita semua untuk membangun kalimantan barat yang semakin aman, damai, unggul dan kompetitif, dengan mengedepankan sinergitas dan keterpaduan tiga pilar di seluruh wilayah kalimantan barat, “ kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Haji  Didi Haryono SH MH.

Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad, berkata,” Kita sepakat negara kita negara demokrasi tuntutan sudah dijalankan oleh rakyat melalui Pemilu. Hasilnya dudak aklamasi ditetapkan oleh KPU Presiden terpilih. untuk menghadapi proses kelancaran pemerintahan,”.

Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad menjelaskan,”  3 pilar sebagai kepanjangan pemerintah, kehadiran negara sangat diperlukan melalui 3 pilar merupakan garda negara hadir yang memiliki komitment, antara lain,  sinergitas 3 pilar untuk membangun daerahnya. perlu peranan dan segera cek setiap masalah dan selesaikan secara bertingkat “semangat bersinergis mulai dari hal hal terkecil dan selesaikan,”.


Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad berujar,  sinergitas harus terjalin terus menerus dan meningkat untuk menangani semua permasalahan.  Era medsos, jaga netralitas TNI-Polri dan ASN harus tegak lurus. Penyebaran berita hoaks harus diwaspadai. Hati - hati dalam pemikiran. Ideologi Pancasila adalah ideologi bangsa yang harus di pertahankan.  Bangun etos kerja. Lakukan pembinaan masyarakat.

 “Petakan semua kerawanan sebagai bahan untuk bertindak.  Intelejen mendeteksi, lakukan pencegahan.  Tiga Pilar harus hadir agar masyarakat tenang. TNI selalu siap siaga personel untuk memback’up Polri,” kata Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad.

Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad menekankan harus mengamankan proses pelantikan presiden  apabila ada pihak yg ingin menggagalan segera mengambil langkah terukur.

Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menjelaskan, guna meningkatkan sinergitas pelantikan presiden/wakil presiden 20 Oktober 2019, maka 3 Pilar merupakan pondasi dasar dalam meningkatkan peran pemerintah dan masyarakat untuk memelihara kamtibmas dan menjaga stabilitas keamanan.

“Ketertiban dan keamanan bukan hanya tugas Pemerintah, TNI-Polri akan tetapi merupakan tugas masyarakat kita bersama” Kami pemerintah Provinsi, TNI dan Polri mengajak masyarakat untuk menciptakan keamanan dan ketertiban. Pemilu Pilpres sudah selesai, Mari kita kawal  dan kita sukseskan pelantikan Presiden dan Wakil presiden,” kata Wakil Gubernur Kalbar, Drs Haji Ria Norsan MM MH.

Bangsa Indonesia adalah masyarakat yang cinta damai. “Mari kita jaga Kalbar dan kita bangun serta kita bina persatuan, bersatu dan bersinergis, “ ujar Wakil Gubernur Kalbar, Drs Haji Ria Norsan MM MH. 

Turut hadir dalam Apel 3 pilar ini, Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Drs Imam Sugianto beserta pejabat utama Polda Kalbar dan Pejabat Utama Kodam XII/Tanjungpura.

——
[Penulis: Kabidhumas / Kepala Urusan Produk Kreatif Multi Media Humas Polda Kalimantan Barat, Ajun Komisaris Polisi Cucu Safiyudin]
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya