» » » Wakapolres Sanggau Pimpin Kegiatan Jumat Curhat di Rumah Betang Raya Dori' Mpulor

Wakapolres Sanggau Pimpin Kegiatan Jumat Curhat di Rumah Betang Raya Dori' Mpulor

Penulis By on Jumat, 10 Maret 2023 | No comments


Polres Sanggau - Bertempat di Rumah Betang Raya Dori' Mpulor Jl. Raya Sanggau - Bodok Desa Sei Mawang Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau dilaksanakan Kegiatan Jum'at Curhat Polres Sanggau.

Kegiatan dipimpin oleh Wakapolres Sanggau Kompol Novrial Alberti Kombo, S.I.K, M.A.P didampingi Kabag Ops Polres Sanggau Kompol Ida Bagus Gde Sinung, S.H., M.H., Kasat Binmas Polres Sanggau AKP Sukiswandi, Kasat Reskrim Polres Sanggau AKP Sulastri, S.H.,M.M, Kasikum Polres Sanggau AKP Efendy, SH, Kasat Intelkam Polres Sanggau Iptu Suhartoto, KBO Sat Lantas Polres Sanggau Ipda Erpan Yudi Asmara, KBO Sat Narkoba Polres Sanggau Ipda Trisna Maulidi, Personil Polres Sanggau dan Ketua dan Pengurus Inti DAD Kabupaten Sanggau dan Kecamatan Kapuas antara lain AKBP (Purn) Marsianus Ajau selaku Wakil Ketua I, Siron, S.Sos, M.Si selaku Wakil Ketua III,  Sudarsono, S.AP selaku Wakil Ketua V, Yakobus, S.H, M.H selaku Koordinator Bidang Hukum, HAM dan Advokasi, Paulina Elan, S.Pd, Ina selaku Koordinator Bidang Pemberdayaan Perempuan, Drs. Aloysius Yanto, M.si selaku Koordinator Bidang Pemuda, Mahasiswa dan Olahraga, Kubin, SP, M.Si selaku Koordinator Bidang Pertanian,  Perkebunan, Peternakan dan Perikanan, Victorianus, S.Sos selaku Koordinator Bidang Kesekretariatan beserta pengurus DAD Kecamatan Kapuas.

Dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I DAD AKBP (Purn) Marsianus Ajau menyampaikan permohonan maaf Ketua DAD yang tidak dapat menghadiri kegiatan jumat Curhat dikarenakan ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan dan mengutus kami selaku peengurus untuk mewakili beliau.

“Saya sangat berterima kasih kepada Polres Sanggau yang telah berkenan datang kerumah kami ini untuk duduk bersama DAD Kabupaten Sanggau dalam menerima aspirasi, masukan serta curhatan dari kami masyarakat Dayak khususnya di Kabupaten Sanggau,” ucapnya.

“Dikarenakan beberapa pengurus DAD Kabupaten dan Kecamatan Kapuas menghadiri kegiatan ini, diharapkan dapat menyampaikan kritikan, masukan serta saran untuk Polres Sanggau sehingga kedepannya dapat berkolaborasi dan bersama-sama dalam menangani permasalahan khususnya masyarakat adat dayak Kabupaten Sanggau,” pungkasnya.

Selanjutnya Wakapolres Sanggau menyampaikan permohonan maaf dai Kapolres Sanggau yang seyogyanya beliau yang menghadiri kegiatan ini namun karena ada kegiatan sertijab PJU Polda Kalbar di Pontianak beliau mengutus kami untuk duduk bersama dengan bapak ibu sekalian dalam kegiatan Jumat Curhat ini.

“Kami banyak meengucapkan terima kasih kepada DAD Kabupaten Sanggau yang telah mempersiapkan tempat di Rumah Betang ini untuk kami melaksankan kegiatan Jumat Curhat ini, kegiiatan ini merupakan Program Prioritas Kapolr dalam menampung aspirasi, masukan serta saran dari masyarakat sehingga terciptanya sitauasi yang aman, nyaman serta kondusif,” ucap Kompol Kombo.

“Secara pribadi saya sudah tidak asing lagi memiliki kerabat yang baik dengan masyarakat serta adat budaya dayak pada saat saya bertugas di Kalimmantan Tengah,” katanya.

Wakapolres Sanggau juga meminta kerja sama dan kolaborasi dari DAD Kabupaten Sanggau dalam pelaksanaan tugas kami dilapangan, jika ada kritikan, saran dan masukan serta informasi kami sangat terbuka dan ditamung untuk segera ditindaklanjuti.

Dalam giat Jumat Curhat tersebut Wakil Ketua II, Siron menyampaikan ucapan Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya, kebetulan saya bertugas di BPBD Kabupaten  Sanggau saya akan membahas terkait dengan bencana alam yang terjadi diwilayah Kabupaten Sanggau.

“Bencana Alam yang terjadi di Wilayah Kabupaten Sanggau erat kaitannya dengan penambangan yang dilakukan secara liar ataupun illegal,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa kami dari DAD mohon kepada Polres Sanggau melakukan penindakan terhadap pelaku penambangan illegal terutama di wilayah Kecamatan Mukok tanpa membeda-bedakan mana yang penambang dan mana yang sebagai cukong atau pelaku utama.

Sementara Wakil Ketua V, Sudarsono mengatakan bahwa berkaitan dengan media sosial masih banyak anak-anak dikalangan sekolah SMP sampai SMA yang masih belum mengetahui berita mana yang benar dan mana yang Hoax, dan mohon dapat dilakukan sosialisasi terkait berita beriita yang berkembang dimasyarakat terutama menjelang tahun politik banyak berita yang mudah dipoltisir.

“Terkait dengan keresahan warga dilingkungan tempat saya tinggal yaitu Pancur Aji sering terjadi pencurian, mohon untuk diantisipasi dan mohon agar ditingkatpakn patroli di daerah kami Pancur Aji,” tukasnya.

Koordinator Bidang Pertanian, Sdr. Kubin menyampikan terdapat perbedaan pola pertanian masyarakat Kalbar khususnya di Kabupaten Sanggau sehingga susah untuk mengubah mindset para petani untuk bercocok tanam sesuai dengan program Pemerintah.

“Kami mempunyai program calon induk ikan untuk ditebar ke sungai dan berjalan dengan efektif namun akan terkendala denngan perilaku masyarakat yang menuba dan menyentrum ikan, mohon bantuan Polres Sanggau untuk mensosialisasikan kepada masyarakat terkait larangan dan sanksi pidananya,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa masih terdapatnya inidikasi penyakit mulut dan kuku pada ternak  sapi, agar tidak menerima bibit sapi dari luar Sanggau dan tidak menyebarkan bibit lain keluar daerah.

Koordinator Bidang Pemmberdayaan Perempuan, Paulina Elan menyampaikan bahwa kami mempunyai perhimpunan Perempuan dayak Kabupaten Sanggau namun sifatnya masih dalam lingkup kecil dan juga bergabung dalam GOW (Gerakan Organisasi Wanita Kabupaten Sanggau).


“Kedepan agar dilaksanakan kegiatan sosialisasi oleh Polwan Polres Sanggau kepada organisasi kewanitaan yang ada di Kabupaten Sanggau terkait dengan aturan-aturan serta peratulan Lalu Lintas dijalan,” pintanya.

Sementara Koordinator Bidang Hukum, HAM dan Advokasi, Yakobus menyampaikan ucapan terima kasih karena telah diundang dalam kegiatan Jumat curhat ini, karena kegiatan ini merupakan kegiatan positif sesuai dengan program Kapolri yaitu Polri yang Presisi.

“Saya mengingatkan kepada kita semua yang hadir disini bahwa hukum adalah alat yang digunakan untuk mensesahterakan masyarakat, apabila ada kasus hukum yang berkaitan dengan nafkah apalagi itu masyarakat kecil agar sebisa mungkin untuk dimusyawarahkan terlebih dahulu,” pintanya.

Yakobus juga menyampaikan bahwa terjadinya pencurian kelapa sawit oleh masyarakat karena ada penampungnya, jadi yang harus ditindak terlebih dahulu adalah penampung / penadah / cukong karena tidak ada pencuri kalau tidak ada yang mau menampung.

Koordinator Bidang Kepemudaan, Mahasiswa dan Olahraga Drs. Aloysius Yanto dalam kesempatan tersebut menyampaikan Apresiasi kepada Polres Sanggau karena telah melakukan pengaturan arus lalu lintas pada jam anak-anak sekolah dan kegiatan ini mohon dipertahankan.

“Sebagai Sekretaris Panitia, saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Sanggau, TNI, instansi Terkait serta Ormas dan Komunitas yang sudah all out dalam pengamanan Tahbisan Uskup Sanggau tahun lalu,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi atas kerjasama dalam memberikan perlindungan dan penanganan kassus anak yang berhadapan dengan hukum.

“Tingtkatkan kegiatan deteksi dini terhadap peredaran Narkoba di Kabupaten Sanggau,” pintanya.

Aloysius Yanto juga menyampaikan telah beredar di medsos terkait dengan penertiban Ramp hal tersebut perlu ditertibkan tetapi mohon sosialisasikan dan dipikirkan kembali untuk masyarakat kecil karena banyak KUD yang tidak mewadahi petani kecil.

Koordinator Bidang Kesekretariatan, Viktorianus menyampaikan riwayat hidup masyarakat dayak dari jaman nenek moyang sampai dengan sekarang yang mana cara berladang masih merupakan cara bercocok tanam yang digunakan sampai dengan saat ini khususnya masyarakat dalak yang tinggal dipedalaman.
 
“Tingkatkan kegiatan sosialisasi di masyarakat pedalaman dengan mengedepankan Bhabinkamtibmas,” pintanya.

Pengurus DAD Kecamatan Kapuas Yohanes Anes dalam kesempatan tersebut mengatakan sebagai anggota PPK Kecamatan Kapuas mendengar keresahan masyarakat tentang berita yang beredar dimedsos terkait dengan pemilu ditunda, mohon pihak Kepolisian memberikan pencerahan berupa sosialisasi kepada masyarakat.

“Jika Pemerintah menutup Ramp tolong dikaji dulu untuk menangani petani kecil yang hanya hasilnya cuma puluhan / ratusan kilo saja,” pintanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa di Kabupaten Sanggau merupakan wilayah perkebunan, pertambang dan HTI jika ada kasus masyarakat dayak yang berkaitan dengan hal tersebut agar berkolaborasi dengan DAD setempat terlebih dahulu dalam penanganannya.

Terakhir Wakil Ketua I DAD AKBP (Purn) Marsianus Ajau menyampaikan terkait Perkara Petrus Sujono yang perkaranya sudah incracht dan divonis 3 bulan kurungan mohon bantuan kepada pihak Polres untuk dikoordinasikan ke pihak Rutan sehingga mendapat pemotongan masa hukuman dan jangan sampai di pecat dari perusahaan PTPN.

Ia juga menceritakan pengalaman saat bertugas di dinas Kepolisian banyak mengalami dan menghadapi  permasalahan terutama permasalahan masyarakat Dayak.

“Jika ada permasalahan / kasus masyarakat kecil yang bisa diselesaikan agar terlebih dahulu berkolaborasi dengan DAD untuk bisa dilakukan musyawarah terlebih dahulu,” tukasnya.

Sementara dalam tanggapannya, Wakapolres Sanggau menyampaikan terkait kegiatan PETI sudah kita sosialisasikan kepada masyarakkat melalui Bhabinkamtibmas dengan beberapa penambang sudah kami lakukan penindakan namun kami mohon maaf karena masih belum maksimal dan terkait dengan cukong akan tetap kami selidiki dan kami lakukan pengungkapan.


“Terkait dengan pemeritaan HOAX, Polres Sanggau telah melakukan langkah-langkah dengan melakukan publikasi berita positif dengan bekerjasama dengan media seperti Sanggau Informasi atau Sanggau City dan mengkonfirmasi ke Cyber Polda maupun Mabes Polri untuk takedown berita HOAX,” ucapnya.

Kompol Kombo juga menyampaikan pada masa menjelang tahun politik beredar penipuan / HOAX dengan modus SMS mapun Whatsapp Blasting, jika ada pesan masuk tersebut disampaikan kepada masyarakat untuk tidak membuka atau klik pesan tersebut.

“Terkait dengan pencurian di wilayah Pancur Aji akan kami tiindak lanjuti, kita akan meningkatkan kembali patroli diwilayah rawan pencurian seperti wilayah Pancur Aji oleh Sat Samapta dan Polsek Kapuas,” tegasnya.

Sedangkan terkait dengan masyarakat yang menuba dan menyentrum sungai, Wakapolres menyampaikan bahwa akan kami perintahkan kepada Bhabinkamtibmas untuk mensosialisasikan ke masyarakat terkait larangan dan ancaman hukuman bagi yang menuba dan menyentrum sungai.

“Dalam penanganan inflasi, Polres Sanggau dan Polsek Jajaran telah membantu Pemerintah Daerah dalam penanganan laju inflasi daerah melaksanakan penanaman Cabai dan Tomat untuk membantu menjaga stabilitas harga komoditi,” ungkapnya.

Sementara terkait penyaluran pupuk biosaka, Kompol Kombo mengatakan bahwa kami juga akan menyampaikan kepada bhabinkamtibmas dan disosialisasikan kepada masyarakat namun kita harus mempunyai regulasinya terlebih dahulu.

“Untuk kegiatan yang disampaikan ibu Bidang Perempuan akan kami agendakan dan rencanakan kegiatan Jumat Curhat kedepannya dilaksanakan oleh ibu-ibu bersama Polwan Polres Sanggau,” katanya.

Sedangkan untuk masalah hukum, proses penyidikan merupakan penegakan yang terakhir dan kami tetap mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif dan jika ada perkara kecil yang dapat dimusyawarahkan akan kami lakukan Restorative Justice.

Kedepannya kegiatan Jumat Curhat tidak hanya kita laksanakan ditingkat Kabupaten maupun Kecamatan, kegiatan akan kita laksanakan sampai tingkat Desa dan Dusun sehingga dapat menampung aspirasi maupun keluhan dari masyarakat yang tinggal di Pedalaman.

“Untuk rencana penertiban ramp oleh Pemerintah kita akan koordinasikan dengan Disperindagkop dalam menyikapi permasalahan,” ungkap Kompol Kombo.

Permasalahan Kasus Terpidana Petrus Sujono ini merupakan masukan buat kami dan akan kami sampaikan kepada Bapak Kapolres terkait langkah tidak lanjut dan akan disampaikan kembali kepada pihak DAD.

“Saya meminta saran dan masukan dari pihak DAD terkait kegiatan adat budaya Gawai Dayak, apakah kegiatan perjudian merupakan tradisi atau kebiasaan yang dilakukan saat pelaksanaan kegiatan adat budaya,” tutupnya.

Semenara Kasat Reskrim Polres Sanggau menyampaikan permohonan maaf kepada pihak DAD Kabupaten Sanggau pada saat melaksanakan tugas dilapangan terdapat kelalaian ataupun yang bertentangan dengan adat budaya di Kabupaten Sanggau.

“Terkait PETI, kami berharap dengan dukungan DAD bersama-sama memberantas dan menyelesaikan permasalahan Peti di wilayah Kabupaten Sanggau,” ujarnya.

Sedangkan untuk masalah perjudian yang terjadi diwilayah Desa Bungkang Kecamatan Sekayam pada saat pelaksanaan gawai adat dayak, mohon kerja sama dari pihak DAD untuk mensosialisasikan dan mengubah mindset masyarakat dayak agar kegiatan adat istiadat bukanlah perjudian adat budaya yang sifatnya positif.

Wakil Ketua I DAD AKBP (Purn) Marsianus Ajau menyampaikan kepada pihak Kepolisian bahwa Perjudian dan minum-minuman keras seperti arak bukan merupakan tradisi adat budaya Dayak.

“Terkait dengan permasalahan yang terjadi di Kecamatan  Sekayam DAD Kabupaten Sanggau akan membuat Surat Edaran kepada seluruh DAD Kecamatan terkait tidak adanya perjudian dalam setiap kegiatan adat budaya Dayak,” pungkasnya.

Kegiatan Jum'at curhat dan silahturahmi Kapolres Sanggau bersama Ormas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat dalam rangka perkenalan serta membangun komunikasi untuk menyerap dan menampung informasi dari masyarakat, guna menciptakan situasi Harkamtibmas yang kondusif wilayah Kabupaten Sanggau. 

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya