Polres Sanggau -
Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digalakkan di berbagai daerah,
termasuk di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Salah satu buktinya adalah
kegiatan panen jagung tumpang sari yang digelar di Dusun Tebilai, Desa Tunggul
Boyok, Kecamatan Bonti pada Selasa (22/7/2025).
Kegiatan ini
menjadi bagian dari kontribusi nyata mendukung program swasembada pangan yang
dicanangkan pemerintah pusat.
Panen jagung
tersebut berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, dengan melibatkan
berbagai unsur masyarakat dan aparat kepolisian. Lahan seluas sekitar 1,5
hektare milik warga bernama Tadeus Ronggo menghasilkan panen jagung sebanyak
kurang lebih 1 ton. Jagung-jagung tersebut merupakan hasil penanaman yang
dimulai sejak Maret 2025 lalu.
Kapolsek Bonti Iptu
Suparman bersama anggotanya turut hadir dan terlibat langsung dalam proses
panen bersama para petani. Turut hadir pula Petugas Penyuluh Lapangan (PPL)
Kecamatan Bonti, Kabul Dianta Sumarja, serta lima warga setempat yang ikut
mendukung kegiatan tersebut secara gotong royong dan penuh semangat.
Dalam
keterangannya, Kapolsek Bonti menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya
sebatas panen, namun menjadi bentuk nyata sinergitas antara Polri, pemerintah,
dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan.
“Panen jagung
ini adalah hasil kerja keras bersama sejak penanaman pada 26 Maret lalu. Kami
dari Polsek Bonti turut mendampingi dan mendorong masyarakat agar terus
produktif mengelola lahan,” ujarnya.
Ia menambahkan
bahwa ketahanan pangan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat,
melainkan memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh komponen masyarakat.
“Kami berharap
kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk
memaksimalkan potensi lahan, bahkan dengan sistem tumpang sari yang terbukti
efektif,” tambah Iptu Suparman.
Sistem tumpang
sari yang diterapkan di lahan ini dinilai mampu memberikan hasil maksimal
meskipun lahan yang digunakan terbatas. Selain itu, metode ini juga mampu
menjaga keberlanjutan produktivitas lahan dan memberi peluang tambahan
penghasilan bagi petani.
PPL Kecamatan
Bonti, Kabul Dianta Sumarja, turut menyampaikan apresiasinya terhadap
kolaborasi yang dilakukan.
“Dukungan dari
Polsek sangat membantu dalam memberikan motivasi kepada masyarakat. Kami
berharap panen berikutnya dapat meningkat baik dari sisi volume maupun kualitas
hasil pertanian,” ungkapnya.
Situasi selama
kegiatan panen berlangsung terpantau aman, tertib, dan kondusif. Hal ini
menunjukkan bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat benar-benar terjaga,
serta memberikan dampak positif dalam menjaga stabilitas sosial di wilayah
pedesaan.
Kegiatan panen
ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mendukung arahan Presiden
dan Wakil Presiden Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional
melalui ketahanan pangan. Upaya seperti ini diharapkan mampu memperkuat
ketahanan daerah yang menjadi fondasi utama swasembada pangan nasional.
Dengan panen perdana ini,
warga Kecamatan Bonti semakin optimis akan masa depan pertanian lokal. Dukungan
dari berbagai pihak diharapkan terus berlanjut agar sektor pertanian tidak
hanya bertahan, tapi juga tumbuh dan berkembang sebagai penopang utama ekonomi
masyarakat desa. (Dny Ard / Hms Res Sgu)