Polres Sanggau - Tumpahan Crude Palm Oil (CPO) akibat kecelakaan
lalu lintas sempat mengganggu arus kendaraan di Jalan Raya Pontianak–Batang
Tarang, tepatnya di RT Penyakit, Dusun Serinjuk, Desa Semoncol, Kabupaten
Sanggau, Rabu pagi, 14 Januari 2026.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung
ditindaklanjuti oleh jajaran Polsek Batang Tarang bersama Polsek Tayan Hilir
guna mencegah risiko kecelakaan lanjutan akibat permukaan jalan yang licin.
Pembersihan tumpahan CPO dilakukan secara terpadu dengan melibatkan
personel Kepolisian, Dinas Pemadam Kebakaran Batang Tarang, serta dibantu oleh
para sopir yang melintas di lokasi kejadian.
Sebagai langkah teknis, petugas menaburkan masing-masing 50 kilogram
detergen dan 50 kilogram soda api ke permukaan jalan yang tercemar CPO sebelum
dilakukan penyemprotan air dan penggosokan secara menyeluruh.
Upaya tersebut bertujuan untuk menghilangkan sisa minyak mentah kelapa
sawit yang dapat membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan roda dua dan
kendaraan bermuatan berat.
Sekitar pukul 11.30 WIB, proses pembersihan dinyatakan selesai dan jalur
jalan dapat kembali dilalui kendaraan dengan sistem buka-tutup secara
bergantian untuk menjaga keselamatan dan kelancaran.
Selama proses berlangsung, pengaturan arus lalu lintas dilakukan secara
intensif oleh Satuan Lalu Lintas Polres Sanggau bersama Unit Lantas Polsek
Tayan Hilir serta personel Polsek Batang Tarang.
Hingga pukul 14.30 WIB, pengaturan arus lalu lintas masih terus
dilaksanakan dengan memberlakukan sistem bergantian terhadap sekitar 20 unit
kendaraan dari arah Pontianak maupun dari arah Tayan.
Pengamanan dan pengaturan lalu lintas berlanjut hingga pukul 15.00 WIB
guna memastikan kondisi jalan benar-benar aman dan tidak lagi licin akibat sisa
tumpahan CPO.
Kapolsek Batang Tarang, Ipda Miskun, SH, menegaskan bahwa langkah cepat
tersebut merupakan bentuk pelayanan Kepolisian kepada masyarakat.
“Kami bergerak cepat
bersama unsur terkait untuk membersihkan tumpahan CPO agar tidak menimbulkan
kecelakaan lanjutan. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama, dan
setelah pembersihan, arus lalu lintas kini telah kembali normal,” pungkasnya.
(Dny Ard / Humas Res Sgu)



