Jakarta
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melaunching Direktorat
Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO)
di 11 Polda serta 22 pada tingkat Polres.
Sigit
memastikan bahwa, peresmian di tingkat Polda dan Polres ini untuk optimalisasi
dalam rangka memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik untuk seluruh
perempuan dan anak atau kelompok rentan yang menjadi korban kekerasan.
“Sehingga
permasalahan korban dari kelompok rentan yang selama ini banyak terjadi di
lapangan namun tidak dilaporkan. Alhamdulillah dengan pembentukan Direktorat
PPA-PPO semua ini korban bisa terlayani dengan baik,” kata Sigit di Gedung
Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026).
Sigit
menyebut, selama dibentuknya Dit PPA-PPO di tingkat Mabes Polri, jajarannya
terus melakukan sosialisasi untuk membangkitkan keberanian korban untuk melapor
ke polisi.
“Kita
smapaikan selama satu tahun dilaksanakan kegiatan sosialisasi untuk
membangkitkan keberanian dari masyarakat yang menjadi korban untuk betul-betul
meyakini pada saat melapor mereka terlindungi. Karena memang di satu sisi
memang menimbulkan traumatik apabila tidak bisa kita berikan pelayanan dan
perlindungan dengan baik, dan psikologis yang baik,” ujar Sigit.
Lebih
dalam, Sigit mengungkapkan bahwa, Dit PPA-PPO ini juga bakal melakukan
kolaborasi dan kerja sama dengan kementerian, lembaga dan seluruh stakeholder
terkait lainnya. Termasuk dengan pihak luar negeri.
“Untuk
betul-betul memberikan pelayanan terbaik. Karena di satu sisi ada korban
perempuan dan anak yang alami kekerasan di dalam negeri. Namun di satu sisi
banyak terjadi peristiwa People Smuggling yang korbannya warga negara kita yang
tertipu mendapatkan janji pekerjaan, namun jadi korban di luar negeri karena
gunakan jalur tidak resmi. Di sini kita bekerja supaya itu bisa dihindari,”
papar Sigit.
Menurut
Sigit, Dit PPA-PPO Polri akan hadir untuk mencegah terjadinya masyarakat yang
menjadi korban TPPO. Serta memberikan jaminan perlindungan dan mendapatkan
haknya apabila bekerja di luar negeri.
Di
sisi lain, Sigit berharap, launching Direktorat PPA-PPO ini menjadi momentum
untuk terus memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi seluruh
masyarakat Indonesia khususnya kelompok rentan.
“Sekali
lagi ini adalah momentum yang harus kita dorong sehinggga memberikan
perlindungan baik terhadap perempuan dan anak terhadap korban People Smuggling
ke depan betul-betul kita bisa maksimalkan, kita terus tingkatkan personel kita
untuk bisa profesional dan ini juga membuka kesetaraan gender,” tutur Sigit.
Adapun
11 Polda dan 22 Polres yang dilaunching Direktorat PPA-PPO, yakni;
- Polres Metro Jakarta Barat
- Polres Metro Jakarta Timur
- Polres Metro Jakarta Utara
- Polres Metro Jakarta Pusat
- Polres Metro Bekasi Kota
2.
Polda Jawa Timur
- Polrestabes Surabaya
- Polresta Sidoarjo
- Polres Malang
- Polres Probolinggo Kota
- Polres Batu
- Polrestabes Surabaya
- Polresta Sidoarjo
- Polres Malang
- Polres Probolinggo Kota
- Polres Batu
3.
Polda Sumatera Selatan
- Polres Lahat
- Polres Ogan Komering Ulu
- Polres Musi Rawas Utara
- Polres Ogan Ilir
- Polres Lahat
- Polres Ogan Komering Ulu
- Polres Musi Rawas Utara
- Polres Ogan Ilir
4.
Polda Jawa Barat
- Polres Karawang
- Polres Bogor
- Polres Karawang
- Polres Bogor
5.
Polda Jawa Tengah
- Polrestabes Semarang
- Polresta Banyumas
- Polresta Surakarta
- Polresta Cilacap
- Polres Magelang Kota
- Polrestabes Semarang
- Polresta Banyumas
- Polresta Surakarta
- Polresta Cilacap
- Polres Magelang Kota
6.
Polda Sumatera Utara
- Polres Tanah Karo
- Polres Tanah Karo
7.
Polda Sulawesi Selatan
8.
Polda Kalimantan Barat
10.
Polda NTT
11.
Polda Sulawesi Utara.


