Polres Sanggau - Bencana alam banjir melanda wilayah Kecamatan
Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Jumat, 9 Januari 2026.
Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan perbatasan
sejak malam hingga pagi hari, sehingga menyebabkan Sungai Sekayam meluap dan
menggenangi sejumlah permukiman warga.
Luapan air Sungai Sekayam berdampak pada beberapa desa di Kecamatan
Entikong yang berada di dataran rendah dan kawasan bantaran sungai. Air sungai
yang terus meningkat diperparah oleh kiriman air dari wilayah hulu, khususnya
dari Desa Suruh Tembawang, sehingga mempercepat meluasnya genangan di wilayah
hilir.
Di Desa Suruh Tembawang, genangan air terpantau merata di bantaran
Sungai Sekayam, tepatnya di Dusun Kebak Raya. Debit air dilaporkan sejajar
dengan permukaan sungai dan terus menunjukkan tren kenaikan seiring intensitas
hujan yang belum mereda.
Sementara itu, di Desa Pala Pasang, genangan banjir terjadi di bantaran
sungai Dusun Suruh Engkadok dengan ketinggian air mencapai sekitar setengah
meter. Aktivitas warga di sekitar lokasi terdampak mulai terganggu akibat akses
jalan yang tergenang.
Kondisi paling terdampak terjadi di Desa Entikong. Di Jalan Pak Tangkir,
ketinggian air mencapai kurang lebih dua meter dan merendam sedikitnya 15 rumah
warga. Debit air dilaporkan masih terus meningkat sehingga berpotensi meluas ke
kawasan permukiman lainnya.
Genangan banjir juga melanda Komplek Bea Cukai Lama di Desa Entikong
dengan ketinggian air sekitar 1,5 meter dan berdampak pada 10 rumah warga.
Selain itu, banjir setinggi satu meter turut merendam dua rumah warga di Dusun
Sontas, sementara di Gang Wanara ketinggian air tercatat sekitar setengah
meter.
Di Desa Semanget, banjir menggenangi Dusun Semeng dengan ketinggian air
mencapai 0,5 meter. Meski belum dilaporkan adanya korban jiwa, situasi ini
tetap menjadi perhatian serius aparat mengingat debit air Sungai Sekayam masih
terus mengalami peningkatan.
Menanggapi kondisi tersebut, jajaran Polsek Entikong bersama TNI,
pemerintah kecamatan, BPBD, dan perangkat desa langsung melakukan pengecekan ke
lokasi-lokasi terdampak. Aparat gabungan bergerak cepat untuk memastikan
keselamatan warga serta memetakan wilayah yang membutuhkan penanganan segera.
Kapolsek Entikong AKP Donny Sembiring, SH menyampaikan bahwa langkah
evakuasi menjadi prioritas utama guna mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Aparat gabungan telah mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman serta
mendirikan posko darurat bencana sebagai pusat koordinasi dan pelayanan
sementara bagi masyarakat terdampak.
Kapolsek juga menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan
pemerintah desa dan kecamatan untuk memperbarui data jumlah rumah, fasilitas
umum, serta warga yang terdampak banjir.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas,
mengingat debit air Sungai Sekayam masih berpotensi meningkat,” ujarnya.
Sebagai upaya tambahan, petugas di lapangan turut membuat perahu darurat
dari drum dan ban bekas untuk membantu proses evakuasi warga di lokasi yang
sulit dijangkau kendaraan. Laporan perkembangan situasi juga terus disampaikan
kepada pimpinan sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan.
Hingga saat ini, pendataan
jumlah rumah dan warga terdampak masih berlangsung. Aparat mengantisipasi
dampak lanjutan, termasuk potensi banjir kiriman ke Kecamatan Sekayam, Beduai,
dan Kembayan, serta mendorong penambahan perahu karet dan rompi pelampung dari
BPBD Kabupaten Sanggau demi keselamatan personel dan masyarakat. (Dny Ard /
Humas Res Sgu)
.jpeg)
.jpeg)

