Polres Sanggau - Warga
Kabupaten Sanggau digegerkan dengan penemuan sesosok jasad bayi berjenis
kelamin laki-laki di Sungai Riam, Jalan Semboja Indah 2, Kelurahan Bunut,
Kecamatan Kapuas, Senin malam, 19 Januari 2026.
Penemuan tersebut pertama kali
dilaporkan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 21.35 WIB setelah dua warga
yang sedang mencari ikan di sungai menemukan jasad bayi dalam kondisi
tenggelam.
Kapolsek Kapuas, Iptu Marianus,
menjelaskan bahwa informasi awal diterima Polsek Kapuas dari masyarakat
setempat yang melaporkan adanya temuan mayat bayi di aliran Sungai Riam.
“Begitu menerima laporan,
personel piket Polsek Kapuas langsung mendatangi lokasi kejadian bersama tim
INAFIS Polres Sanggau untuk melakukan penanganan awal dan evakuasi jasad,” ujar
Iptu Marianus.
Berdasarkan hasil pemeriksaan
awal di tempat kejadian perkara, jasad bayi tersebut diketahui berjenis kelamin
laki-laki dan diperkirakan baru dilahirkan. Saat ditemukan, jasad bayi tidak
mengenakan pakaian apa pun.
Dua saksi yang pertama kali
menemukan jasad bayi tersebut masing-masing berinisial Ambang (42) dan Duwi
(25), warga setempat yang pada saat kejadian sedang menyauk ikan di Sungai
Riam.
Kronologis kejadian bermula
sekitar pukul 20.00 WIB ketika kedua saksi menyusuri sungai untuk mencari ikan.
Sekitar pukul 21.30 WIB, alat sauk milik salah satu saksi terasa berat dan
sempat dikira mengenai binatang air.
Namun setelah diangkat, saksi
terkejut mendapati sosok jasad bayi yang tersangkut di alat sauk tersebut.
Kedua saksi kemudian meletakkan kembali jasad bayi ke sungai dan segera
melaporkan kejadian itu kepada Ketua RT setempat.
Ketua RT 14 Kelurahan Bunut
selanjutnya meneruskan laporan tersebut kepada Polsek Kapuas agar segera
ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.
Petugas kepolisian bersama tim
INAFIS Polres Sanggau kemudian mengevakuasi jasad bayi dari lokasi dan
membawanya ke ruang jenazah RSUD M.Th. Djaman Sanggau untuk pemeriksaan medis
lebih lanjut.
Iptu Marianus menegaskan bahwa
pihaknya masih mendalami kasus tersebut dan belum dapat menyimpulkan penyebab
pasti kematian maupun latar belakang peristiwa tersebut.
“Kami masih menunggu hasil
pemeriksaan medis dan melakukan pengumpulan bahan keterangan untuk mengungkap
peristiwa ini secara utuh,” tegasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres
Sanggau, AKP Keken Sukendar, mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan
menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.
“Kami mengajak masyarakat untuk
tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan
kebenarannya, demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” kata AKP Keken.
Polres Sanggau melalui Satreskrim
kini tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab
atas peristiwa tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya unsur tindak
pidana.
Pihak
kepolisian juga terus berkoordinasi dengan tenaga medis serta melakukan
pendekatan kepada masyarakat sekitar untuk memperoleh informasi tambahan yang
dapat membantu pengungkapan kasus ini secara profesional dan berkeadilan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



