Polres Sanggau - Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten
Sanggau, mencatatkan langkah awal dalam penguatan sektor pertanian melalui
kegiatan panen jagung perdana yang dilaksanakan di lahan Kebun TPKK (Tim
Penanganan Khusus Ketahanan Pangan), Senin (19/1/2026) pagi. Kegiatan ini
menjadi bagian dari implementasi Program Ketahanan Pangan (Program 2) yang
digagas pemerintah.
Panen perdana tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB di kawasan
Jalan Lintas Malindo, Suban, Dusun Paus, Desa Balai Karangan. Lahan pertanian
seluas kurang lebih satu hektare itu ditanami jagung jenis hibrida yang
dikelola secara kolaboratif oleh pemerintah desa bersama unsur terkait.
Kegiatan panen dihadiri oleh Plt Camat Sekayam yang diwakili Kasi Ekbang
Kecamatan Sekayam Theresia Adriana, S.E., Danramil Sekayam Kapten Inf Jufri,
Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno, S.Sos., M.A.P., Kepala Desa Balai Karangan
Erzan, serta unsur TNI-Polri dan pemangku kepentingan desa lainnya.
Turut hadir Babinsa Desa Balai Karangan Sertu Sayuti, Bhabinkamtibmas
Brigpol Syawal Rahmaddani, Ketua BPD Norman Cahyadi, perangkat desa, pendamping
lokal desa, anggota BPP Kecamatan Sekayam, para kepala wilayah, tokoh
masyarakat, serta warga setempat. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini
diperkirakan mencapai 45 orang.
Kepala Desa Balai Karangan Erzan menyampaikan bahwa panen jagung perdana
ini merupakan hasil kerja bersama yang dilakukan sejak tahap pengolahan lahan
hingga masa panen. Ia menegaskan bahwa program ini menjadi salah satu upaya
desa untuk meningkatkan kemandirian pangan masyarakat.
Dari hasil perhitungan sementara oleh BPP Kecamatan Sekayam dengan
sistem ubinan, panen jagung tersebut diperkirakan mencapai sekitar dua ton
dengan berat bruto, di mana jagung masih dalam kondisi belum dipipil. Hasil ini
dinilai cukup menjanjikan untuk panen perdana di lahan TPKK.
Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno, S.Sos., M.A.P., dalam keterangannya
menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif seluruh unsur dalam mendukung
ketahanan pangan. Ia menilai kegiatan ini mencerminkan kolaborasi nyata antara
pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat desa.
“Ketahanan pangan tidak bisa berjalan sendiri. Kegiatan panen jagung ini
menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor mampu menghasilkan manfaat langsung
bagi masyarakat, sekaligus mendukung program strategis nasional,” ujar Kapolsek
Sekayam di sela kegiatan.
Ia juga menambahkan bahwa Polri melalui peran Bhabinkamtibmas akan terus
mendukung dan mengawal program-program desa yang berorientasi pada
kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat, agar dapat berjalan aman,
tertib, dan berkelanjutan.
Usai panen, jagung yang telah dipetik disimpan di gudang untuk menjalani
proses pengeringan sebelum dilakukan pemipilan, yakni pemisahan biji jagung
dari tongkolnya. Tahapan ini dilakukan untuk menjaga kualitas hasil panen
sebelum dimanfaatkan lebih lanjut.
Sebagian hasil panen rencananya akan dimanfaatkan sebagai pakan ternak
oleh warga Desa Balai Karangan, sementara sisanya akan dijual kepada pengepul
lokal guna menambah nilai ekonomi bagi masyarakat dan mendukung perputaran
ekonomi desa.
Kegiatan panen jagung
perdana ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi desa-desa lain dalam
mengembangkan sektor pertanian produktif, sekaligus berkontribusi nyata
terhadap ketahanan pangan nasional, swasembada pangan tahun 2025, serta
mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



