Polres Sanggau - Kawasan PLBN Entikong di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, menjadi
pusat pelaksanaan Apel Gabungan Gerakan Indonesia Asri pada Jumat, 13 Februari
2026 pagi.
Kegiatan yang
dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah,
aparat keamanan, pelajar, mahasiswa, serta organisasi kemasyarakatan sebagai
bentuk sinergi nasional dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata di
wilayah perbatasan.
Apel dipimpin
langsung oleh Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, yang hadir bersama Kapolres
Sanggau AKBP Sudarsono, S.I.K, M. Si. Kehadiran para pimpinan daerah ini
menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan kawasan perlintasan negara sebagai
wajah Indonesia yang rapi, sehat, dan representatif.
Turut hadir
dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat lintas sektor, di antaranya Kasat
Lantas Polres Sanggau Iptu Andiet Tri Hatmojo, Kabag SDM Polres Sanggau AKP
Nana Supriatna, Camat Entikong Yulius Eka Suhendra, serta Kepala Cabang
Kejaksaan Negeri Entikong Dian Novita. Kehadiran unsur TNI, Polri, dan aparat
penegak hukum memperlihatkan kuatnya koordinasi antarinstansi.
Selain itu,
kegiatan juga diikuti personel gabungan yang terdiri dari BKO Polres Sanggau
sebanyak 40 personel, Satgas Pamtas 25 personel, anggota Polsek Entikong 25
personel, serta perwakilan dari Imigrasi, BNPP, dan Karantina. Partisipasi
pelajar dari SMKN 1 Entikong, SMAN 1 Entikong, dan SMPN 3 Entikong serta
mahasiswa STKIP menambah semangat gotong royong dalam aksi tersebut.
Usai apel,
peserta langsung melaksanakan kerja bakti atau kurve yang dibagi ke sejumlah
titik strategis. Rute pembersihan dimulai dari area PLBN menuju Masjid
Al-Muhajirin, kemudian berlanjut ke kawasan Imigrasi, Karantina, Bea Cukai,
hingga lingkungan Pamtas.
Kegiatan
berlanjut ke jalur Kantor Camat Entikong, Jembatan Entikong, hingga area pusat
aktivitas masyarakat seperti Indomaret Flamboyan dan Simpang Sontas. Titik
akhir pembersihan berada di sekitar Kantor Kejaksaan dan SPBU Entikong,
sehingga seluruh koridor utama perbatasan tersentuh aksi kebersihan.
Bupati Yohanes
Ontot dalam arahannya menekankan bahwa kebersihan kawasan perbatasan
mencerminkan citra bangsa di mata dunia. Menurutnya, Entikong sebagai gerbang
internasional harus menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menjaga kualitas
lingkungan.
Kapolres Sanggau
AKBP Sudarsono menegaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri bukan sekadar kegiatan
seremonial, melainkan langkah nyata membangun budaya peduli lingkungan.
“Kami ingin
menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab
seluruh elemen masyarakat. Perbatasan adalah beranda terdepan negara, sehingga
harus terlihat tertib, nyaman, dan membanggakan,” ujarnya di sela kegiatan.
AKBP Sudarsono
menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program
tersebut. Menurutnya, keterlibatan pelajar dan mahasiswa diharapkan mampu
menanamkan kebiasaan positif sejak dini.
Kapolres menilai
kegiatan seperti ini sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan
masyarakat. Dengan kebersamaan, berbagai tantangan di wilayah perbatasan dapat
dihadapi secara lebih efektif.
Gerakan
Indonesia Asri di Entikong juga diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif
bahwa lingkungan bersih berkontribusi terhadap kesehatan publik dan kenyamanan
aktivitas ekonomi masyarakat.
Sepanjang
kegiatan berlangsung, suasana tampak tertib dan penuh semangat. Para peserta
bahu-membahu membersihkan sampah, merapikan fasilitas umum, serta memastikan
area strategis tetap terjaga.
Melalui apel gabungan ini,
pemerintah daerah bersama aparat berharap semangat gotong royong terus
terpelihara. Entikong pun diharapkan semakin siap menjadi kawasan perbatasan
yang tidak hanya strategis secara geografis, tetapi juga unggul dalam kebersihan
dan penataan lingkungan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



