Polres Sanggau - Dalam rangka
memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, kampanye anti hoaks digelar di Aula
SMAN 3 Sanggau, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Jumat (13/2/2026) pukul
07.30 WIB. Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun literasi
digital sekaligus menangkal maraknya penyebaran informasi palsu di tengah
masyarakat.
Acara tersebut dihadiri Wakil
Bupati Sanggau Susana Herpena, Kasat Binmas dari Polres Sanggau Trisna Maulidi,
perwakilan Kejaksaan Negeri Sanggau Dicky Ferdiansyah, Kepala Dinas Kominfo
Joni Irwanto, Kepala Sekolah Wilda Ernita, serta ratusan pelajar yang mengikuti
kegiatan dengan antusias.
Dalam sambutannya, Susana Herpena
menilai pemilihan sekolah sebagai pusat kampanye merupakan langkah visioner
karena masa depan arus informasi berada di tangan generasi muda. Ia
mengingatkan bahwa dunia informasi saat ini menghadapi tantangan serius akibat
derasnya penyebaran hoaks.
Menurutnya, berita palsu tidak
hanya merusak reputasi seseorang, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial
hingga mengganggu stabilitas demokrasi daerah. Oleh sebab itu, sikap kritis
dalam menerima informasi harus menjadi budaya baru di kalangan pelajar.
Ia juga menegaskan bahwa pers
memiliki peran strategis sebagai verifikator di tengah “tsunami informasi.”
Kehadiran jurnalis profesional, kata dia, menjadi jangkar agar masyarakat tetap
berpijak pada fakta, bukan opini yang menyesatkan.
Tema HPN 2026, “Pers Sehat,
Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat,” dinilai sangat relevan bagi masyarakat
Sanggau. Pers yang sehat berarti bekerja berdasarkan kode etik, menyajikan
kebenaran, serta berani melawan disinformasi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan
bahwa hoaks kerap menyerang stabilitas ekonomi melalui isu harga, investasi
palsu, hingga kabar keamanan. Informasi yang tidak akurat dapat meruntuhkan
kepercayaan pasar, sehingga keberadaan pers yang jujur menjadi faktor penting
dalam menjaga iklim usaha daerah.
Susana juga menekankan bahwa
bangsa yang kuat lahir dari masyarakat dengan literasi tinggi. Kemampuan
membedakan fakta dan kebohongan menjadi fondasi penting dalam menghadapi era
digital yang serba cepat.
Para pelajar disebut sebagai
target utama penyebaran hoaks di ruang digital. Ia mengingatkan bahwa informasi
palsu adalah “musuh dalam selimut” yang dapat merusak persahabatan,
menghancurkan martabat keluarga, bahkan memicu kerusuhan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten
Sanggau berharap generasi muda dapat menjadi pelopor gerakan anti hoaks. Media
sosial, lanjutnya, seharusnya dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi daerah,
produk lokal, serta prestasi sekolah sebagai bagian dari kontribusi nyata
terhadap pembangunan ekonomi.
Ia pun menitipkan pesan sederhana
namun kuat, yakni “Saring Sebelum Sharing.” Menurutnya, satu klik dalam
menyebarkan informasi palsu dapat berdampak luas, sehingga kecerdasan dalam
memilih informasi harus terus diasah.
Sementara itu, Kasat Binmas
Polres Sanggau, Iptu Trisna Maulidi, menegaskan bahwa edukasi digital merupakan
langkah preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami ingin para pelajar tidak
mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Biasakan memeriksa
sumber, pahami konteks berita, dan jangan ragu bertanya jika menemukan
informasi mencurigakan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kepolisian
akan terus bersinergi dengan sekolah, pemerintah daerah, dan insan pers untuk
memperkuat ketahanan informasi masyarakat.
“Hoaks bisa menjadi pemicu
gangguan kamtibmas. Karena itu, membangun kesadaran sejak usia sekolah adalah
investasi penting bagi keamanan daerah,” kata Trisna.
Kegiatan kemudian dilanjutkan
dengan pemaparan materi dari Dinas Kominfo, Satbinmas Polres Sanggau, serta
Kejaksaan Negeri Sanggau yang membahas bahaya disinformasi, konsekuensi hukum
penyebaran berita palsu, hingga strategi mengenali informasi kredibel.
Melalui
momentum HPN 2026, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat
menjadikan gerakan anti hoaks sebagai langkah awal mewujudkan Sanggau yang
cerdas, kompetitif, dan berdaya saing. Dengan pers yang sehat serta masyarakat
yang kritis, cita-cita menuju daerah maju dinilai semakin realistis untuk
dicapai. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



