Polres Sanggau -
Tim Satuan Tugas Ketahanan Pangan Nasional melakukan pengecekan langsung harga
dan ketersediaan bahan pokok di wilayah Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau,
pada Sabtu, 21 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan
untuk memastikan stabilitas harga dan stok pangan menjelang bulan suci Ramadan.
Tim dipimpin
oleh perwakilan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Ir. R. Muh. Imron Rosijidi,
M.Si, CGCAE, bersama Charles Yotomaruangi, S.E., dan Rofi Dwi Bagus Ibram,
S.Ak. Kegiatan tersebut turut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi
Kalimantan Barat, Perum Bulog Kanwil Kalbar, jajaran Pemerintah Kabupaten
Sanggau, serta unsur Polres Sanggau.
Dari unsur
penegak hukum, kegiatan dihadiri langsung oleh Kasat Reskrim Polres Sanggau,
AKP Fariz Kautsar Rahmadhani, S.Tr.K., S.I.K., M.A., yang ikut mendampingi
proses monitoring di lapangan guna memastikan tidak terjadi praktik penimbunan
maupun spekulasi harga.
Pengecekan dilakukan di tiga titik utama pusat perdagangan masyarakat, yakni Pasar Sentral di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Beringin, Pasar Senggol di Jalan Kartika, Kelurahan Ilir Kota, serta Intan Mart di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Ilir Kota, Kabupaten Sanggau.
Berdasarkan
hasil monitoring, harga beras dalam kondisi relatif stabil. Beras kemasan 5 Kilogram
program SPHP dijual pada kisaran Rp62.000 hingga Rp63.000 dengan stok
mencukupi. Beras medium berada di harga Rp14.700 per kilogram, sedangkan beras
premium berkisar Rp16.000 hingga Rp17.200 per kilogram, seluruhnya terpantau
stabil baik dari sisi harga maupun ketersediaan.
Untuk komoditas
minyak goreng, Minyakita dijual seharga Rp15.500 per liter dan terpantau
stabil. Sementara minyak goreng kemasan mengalami kenaikan harga menjadi
Rp20.000 hingga Rp23.000 per liter dari harga sebelumnya Rp19.000, meski stok
di pasaran masih dalam kondisi aman.
Komoditas gula
pasir juga menunjukkan kenaikan tipis. Gula pasir curah naik menjadi Rp18.000
per kilogram dari sebelumnya Rp17.000, sedangkan gula pasir kemasan naik
menjadi Rp18.500 dari Rp18.000 per kilogram. Kendati demikian, stok dinyatakan
mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Lonjakan
signifikan terjadi pada komoditas bawang merah dan bawang putih. Bawang merah
kini menyentuh harga Rp100.000 per kilogram dari sebelumnya Rp50.000. Bawang
putih juga naik menjadi Rp80.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp40.000.
Meski terjadi kenaikan cukup tajam, pasokan di lapangan masih tersedia.
Harga cabai
turut mengalami kenaikan menjelang Ramadan. Cabai merah keriting dan cabai
rawit merah dijual Rp90.000 per kilogram dari sebelumnya Rp80.000. Cabai merah
besar naik menjadi Rp100.000 dari Rp90.000 per kilogram. Sementara telur ayam
ras dijual Rp2.200 per butir, naik dari harga pekan lalu Rp2.000 per butir.
Untuk komoditas
protein hewani, daging sapi paha belakang dan paha depan masih stabil di
kisaran Rp150.000 hingga Rp160.000 per kilogram dengan ketersediaan stok yang
mencukupi di sejumlah pedagang.
Kasat Reskrim
Polres Sanggau AKP Fariz Kautsar Rahmadhani menegaskan bahwa pihaknya akan
terus melakukan pengawasan intensif guna mencegah praktik curang di tengah
meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Kami memastikan
tidak ada penimbunan maupun permainan harga yang merugikan masyarakat. Jika
ditemukan indikasi pelanggaran hukum, tentu akan kami tindak tegas sesuai
ketentuan yang berlaku,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menambahkan
bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, dan aparat
penegak hukum menjadi langkah konkret dalam menjaga stabilitas pangan di
wilayah Kabupaten Sanggau. Menurutnya, pengawasan rutin dan keterbukaan
informasi harga menjadi kunci menjaga kepercayaan publik.
Secara umum, selama
kegiatan pengecekan berlangsung situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian
berlebihan, karena stok kebutuhan pokok di wilayah Kecamatan Kapuas dipastikan
dalam kondisi terkendali. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



