Polres Sanggau - Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah
perbatasan terus menjadi perhatian aparat kepolisian guna memastikan stabilitas
distribusi dan mencegah potensi gangguan kamtibmas. Pada Selasa, 24 Maret 2026,
jajaran Polsek Entikong melaksanakan kegiatan monitoring di SPBU 64.78510 yang
berlokasi di Dusun Sontas, Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten
Sanggau.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memastikan stok BBM mencukupi
kebutuhan masyarakat serta mengantisipasi potensi terjadinya panic buying,
khususnya menjelang momen-momen tertentu yang berpotensi meningkatkan konsumsi
energi di wilayah perbatasan negara.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, SPBU tersebut beroperasi
selama 10 jam, mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB. Selama jam operasional
berlangsung, aktivitas pengisian BBM terpantau berjalan normal tanpa adanya
antrean panjang maupun lonjakan pembelian yang signifikan.
Adapun stok akhir BBM yang tersedia di SPBU tersebut terbilang
mencukupi, dengan rincian Pertalite sebanyak 9.085 liter, Biosolar 6.419 liter,
Pertamax 9.025 liter, dan Dexlite 5.802 liter. Ketersediaan ini dinilai masih
dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
Sementara itu, harga BBM yang berlaku per 24 Maret 2026 juga terpantau
stabil, dengan rincian Pertalite Rp10.000 per liter (subsidi), Pertamax Turbo
Rp12.600 per liter, Dexlite Rp14.500 per liter, Pertamina Dex Rp14.500 per
liter, dan Bio Solar Rp6.800 per liter (subsidi).
Kapolsek Entikong, AKP Donny Sembiring, SH, dalam keterangannya
menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan secara rutin guna
memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran.
Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya indikasi
penimbunan ataupun pembelian dalam jumlah tidak wajar.
“Kami hadir untuk memastikan ketersediaan BBM tetap aman dan masyarakat
tidak mengalami kesulitan. Dari hasil pemantauan hari ini, situasi berjalan
normal, tidak ada gejala panic buying, dan distribusi berjalan sesuai
prosedur,” ujar AKP Donny Sembiring.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan monitoring ini juga merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki dinamika tersendiri dalam distribusi kebutuhan pokok.
Selain itu, kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan
rasa aman dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik,
khususnya dalam hal pengawasan distribusi BBM yang menjadi kebutuhan vital
sehari-hari.
Dari hasil keseluruhan kegiatan, situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan
Entikong dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak ditemukan hal-hal
menonjol yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan maupun aktivitas
masyarakat.
Polsek Entikong berkomitmen
untuk terus menjaga sinergi dengan pihak terkait serta masyarakat dalam
menciptakan situasi yang tertib, aman, dan terkendali, terutama dalam
memastikan distribusi kebutuhan penting seperti BBM tetap berjalan optimal. (Dny
Ard / Humas Res Sgu)



