Polres Sanggau - Peristiwa jebolnya sebagian badan jalan di jembatan
yang berlokasi di Jalan Raya Bodok–Meliau, Dusun Melobok, Desa Melobok,
Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, terjadi pada Rabu (1/4/2026) pagi sekitar
pukul 07.50 WIB.
Insiden ini diketahui setelah masyarakat setempat melaporkan
adanya kerusakan yang menyebabkan satu unit dump truk terperosok ke dalam
lubang di sekitar jembatan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, sekitar pukul 08.00 WIB, personel
Polsek Meliau segera mendatangi lokasi kejadian. Kehadiran aparat kepolisian
difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas serta memberikan imbauan kepada
para pengendara demi mencegah terjadinya kecelakaan lanjutan di titik rawan
tersebut.
Kapolsek Meliau, Iptu Supar, menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat
untuk memastikan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. Ia menegaskan bahwa
langkah awal yang diambil adalah mengamankan lokasi serta mengarahkan kendaraan
agar tidak melintasi bagian jalan yang mengalami kerusakan.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami. Begitu menerima
informasi, anggota langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan
pengaturan arus lalu lintas, sekaligus memberikan edukasi kepada pengendara
agar lebih berhati-hati,” ujar Iptu Supar.
Kendaraan dump truk yang terperosok dalam lubang di sekitar jembatan
telah berhasil dievakuasi oleh petugas dengan bantuan pihak terkait. Proses
evakuasi dilakukan secara hati-hati guna menghindari kerusakan yang lebih luas
pada struktur jalan maupun jembatan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, jebolnya sebagian badan jalan
tersebut diduga disebabkan oleh kondisi tanah di sekitar jembatan yang
mengalami pengikisan atau erosi. Aliran air sungai di bawah jembatan secara
perlahan menggerus tanah penopang sehingga menyebabkan penurunan daya dukung
jalan.
Sebagai langkah antisipatif, pihak Polsek Meliau telah memasang tanda
peringatan serta banner imbauan di sekitar lokasi kerusakan. Pengendara,
khususnya kendaraan roda empat ke atas, diimbau untuk tidak melintasi jalur
tersebut demi menghindari risiko kecelakaan maupun kerusakan yang lebih parah.
Untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, telah disiapkan jalur
alternatif. Kendaraan dari arah Parindu menuju Meliau diarahkan melalui simpang
Gunung Mas yang terhubung ke Afd. 4 Gunung Meliau. Sementara itu, dari arah
Meliau menuju Parindu dapat menggunakan jalur Simpang Mayam yang tembus ke
Jalan Sungai Adong.
Pemberlakuan jalur alternatif ini akan terus diterapkan hingga proses
perbaikan terhadap jembatan selesai dilakukan. Kebijakan tersebut diharapkan
mampu mengurangi beban pada struktur jalan yang rusak sekaligus menjamin
keselamatan pengguna jalan.
Lebih lanjut, Iptu Supar menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi
dengan instansi terkait guna percepatan penanganan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan
serta menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan. Kerja sama dari semua
pihak sangat penting agar situasi tetap aman dan kondusif,” katanya.
Diketahui, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat dijadwalkan
akan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi jembatan pada Senin
(6/4/2026). Pemeriksaan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam
menentukan tindakan perbaikan yang tepat dan berkelanjutan.
Penanganan cepat yang
dilakukan aparat kepolisian ini tidak hanya bertujuan menjaga keselamatan
pengguna jalan, tetapi juga memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan
dengan lancar. Kehadiran petugas di tengah situasi darurat menjadi bentuk nyata
pelayanan humanis Polri kepada masyarakat. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



