Polres Sanggau -
Terputusnya jembatan di Jalan Raya Bodok–Meliau, tepatnya di Dusun Melobok,
Desa Melobok, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, mengakibatkan terganggunya
akses transportasi masyarakat pada Senin (6/4/2026). Peristiwa tersebut
diketahui sekitar pukul 10.30 WIB setelah warga setempat melaporkan kondisi
jembatan yang tidak lagi dapat dilalui kendaraan.
Kejadian ini
bermula dari hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan
Meliau pada Minggu (5/4/2026) malam. Curah hujan yang tinggi memperparah
kondisi jembatan yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan, hingga akhirnya
mengalami putus total.
Akibat putusnya
jembatan tersebut, jalur penghubung utama antara Meliau dan Bodok sempat tidak
dapat dilalui, terutama oleh kendaraan roda empat. Kondisi ini menimbulkan
hambatan mobilitas masyarakat yang selama ini mengandalkan jalur tersebut
sebagai akses utama.
Warga setempat
bersama pihak terkait segera mengambil langkah darurat dengan membuat jembatan
sementara menggunakan kayu dan papan. Titian darurat ini diperuntukkan bagi
kendaraan roda dua agar tetap dapat melintas secara terbatas.
Sementara itu,
personel Polsek Meliau langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan
pengaturan arus lalu lintas di sekitar area jembatan yang rusak. Petugas juga
memasang garis polisi sebagai tanda peringatan bagi pengguna jalan.
Kapolsek Meliau,
Iptu Supar, menyampaikan bahwa langkah pengamanan dilakukan guna menghindari
potensi kecelakaan di lokasi jembatan yang putus. Ia menegaskan pentingnya
kewaspadaan masyarakat saat melintas di jalur tersebut.
“Kami telah
memasang police line dan mengimbau masyarakat, khususnya pengendara roda dua,
agar tetap berhati-hati saat melintasi jembatan darurat. Keselamatan menjadi
prioritas utama dalam situasi ini,” ujar Iptu Supar.
Selain itu,
pihak kepolisian juga melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Desa
Melobok dan pihak perusahaan setempat guna mempercepat proses perbaikan
jembatan. Hasil koordinasi tersebut menghasilkan rencana perbaikan yang akan
segera dilaksanakan.
Berdasarkan
kesepakatan bersama, perbaikan jembatan dijadwalkan mulai dilakukan pada Selasa
(7/4/2026). Pihak PT BHD akan mendatangkan alat berat berupa excavator untuk
mempercepat proses perbaikan konstruksi jembatan yang rusak.
Upaya perbaikan
juga mendapat dukungan dari pemilik RAM di wilayah Melobok dan sekitarnya.
Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak swasta diharapkan dapat
mempercepat pemulihan akses transportasi.
Perbaikan
jembatan ini ditargetkan agar kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat tanpa
muatan berat dapat kembali melintas dalam waktu sesegera mungkin. Hal ini
menjadi prioritas mengingat pentingnya jalur tersebut bagi aktivitas ekonomi
dan sosial masyarakat.
Kapolsek Meliau menambahkan
bahwa diperlukan penanganan yang lebih komprehensif ke depan, mengingat
jembatan Melobok merupakan jalur vital yang menghubungkan wilayah Meliau dan
Bodok. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan mengikuti arahan
petugas selama proses perbaikan berlangsung. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



