Polres Sanggau - Perayaan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII
Kabupaten Sanggau Tahun 2026 resmi ditutup dalam suasana penuh khidmat dan
kemeriahan di Rumah Betang Raya Dori’ Mpulor, Desa Sungai Mawang, Kecamatan
Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kamis (9/7/2026).
Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Sanggau memadati
lokasi kegiatan sebagai penutup rangkaian pesta adat tahunan masyarakat Dayak
yang menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen sekaligus momentum mempererat
persaudaraan.
Kegiatan penutupan dimulai sekitar pukul 17.00 WIB dan dihadiri sekitar
2.000 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh
adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, perwakilan
perusahaan, perbankan, BUMN, BUMD, hingga masyarakat umum. Seluruh rangkaian
acara berlangsung tertib dengan pengamanan yang dilakukan secara maksimal oleh
Polres Sanggau.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot,
M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Sanggau Hendrikus Henki, S.T., Pasi Pers Kodim
1204/Sanggau Kapten Inf. Yudi Santoso, Kabag Ops Polres Sanggau AKP PSC Kusuma
Wibawa, S.H., M.A.P., Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sanggau Dicky Ferdiansyah,
S.H., M.H., Ketua Panitia Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII Marselus
Junihardi, S.Hut., para kepala OPD, instansi vertikal, camat, Ketua DAD dari 15
kecamatan, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para tamu undangan
lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Sanggau Yohanes Ontot menegaskan bahwa Gawai
Dayak bukan sekadar pesta adat tahunan, melainkan ungkapan syukur kepada Tuhan
Yang Maha Esa atas kehidupan, hasil usaha, serta kebersamaan yang terus terjaga
di tengah masyarakat Dayak.
Menurutnya, Gawai juga menjadi ruang pewarisan nilai-nilai budaya kepada
generasi muda agar tetap mengenal jati diri, menghormati adat istiadat, serta
mencintai warisan budaya leluhur. Ia menilai budaya merupakan fondasi penting
dalam membangun identitas daerah di tengah derasnya arus globalisasi dan
perkembangan teknologi.
Bupati Sanggau juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung
pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 yang tengah dilaksanakan Badan Pusat
Statistik (BPS). Ia mengimbau seluruh pelaku usaha dan masyarakat agar menerima
petugas sensus dengan baik serta memberikan data yang jujur, lengkap, dan
sesuai kondisi sebenarnya demi mendukung pembangunan daerah yang berbasis data.
Di akhir sambutannya, Bupati Sanggau secara resmi menutup Gawai Dayak
Nosu Minu Podi XXII Tahun 2026. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan yang
telah dilaksanakan mampu membawa keberkahan, memperkuat persaudaraan,
memperkokoh persatuan, sekaligus menjadi motivasi bersama dalam menjaga dan
melestarikan budaya Dayak sebagai warisan yang tak ternilai bagi generasi
penerus.
Sementara itu, kehadiran Kabag Ops Polres Sanggau AKP PSC Kusuma Wibawa,
S.H., M.A.P., mewakili Kapolres Sanggau menjadi bagian dari dukungan Polri
terhadap suksesnya penyelenggaraan agenda budaya terbesar masyarakat Dayak di
Kabupaten Sanggau.
Selain menghadiri seremoni penutupan, Kabag Ops juga memimpin langsung
pengendalian pengamanan seluruh rangkaian kegiatan agar berlangsung aman,
tertib, dan kondusif.
Pengamanan dilaksanakan oleh sebanyak 100 personel gabungan Polres
Sanggau bersama personel Polsek Kapuas, Polsek Parindu, Polsek Bonti, dan
Polsubsektor Mukok sesuai Surat Perintah Kapolres Sanggau tentang Pengamanan
Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Tahun 2026. Personel ditempatkan di sejumlah
titik strategis, mulai dari pintu masuk kawasan Rumah Betang, area parkir,
lokasi kegiatan, hingga pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Kabag Ops Polres Sanggau mengatakan bahwa pengamanan dilakukan sebagai
bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat yang
mengikuti kegiatan budaya berskala besar tersebut. Menurutnya, keberhasilan
pengamanan tidak hanya diukur dari situasi yang kondusif, tetapi juga dari
kenyamanan masyarakat selama mengikuti seluruh rangkaian acara.
“Kami mengedepankan pola pengamanan yang humanis, preventif, dan
responsif dengan mengoptimalkan seluruh personel yang terlibat. Sinergi antara
Polri, TNI, panitia, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat menjadi
faktor utama sehingga seluruh rangkaian penutupan Gawai Dayak dapat berjalan
aman, tertib, dan lancar hingga selesai,” ujar AKP PSC Kusuma Wibawa.
Ia menambahkan, Polres Sanggau akan terus memberikan dukungan terhadap
berbagai agenda adat, budaya, maupun kegiatan masyarakat lainnya sebagai bagian
dari upaya menjaga stabilitas keamanan daerah. Menurutnya, pelestarian budaya
harus berjalan berdampingan dengan terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif
sehingga masyarakat dapat menikmati setiap kegiatan dengan aman dan nyaman.
Gawai Dayak Nosu Minu Podi sendiri merupakan agenda tahunan Dewan Adat
Dayak Kabupaten Sanggau yang memiliki makna mendalam sebagai ungkapan syukur
atas hasil panen padi sekaligus menjadi media mempererat tali silaturahmi
masyarakat adat Dayak. Selain menjadi ruang pelestarian budaya, kegiatan ini
juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan
pemberdayaan pelaku UMKM local.
Setelah seluruh prosesi adat, hiburan rakyat, dan rangkaian seremoni
selesai dilaksanakan, kegiatan resmi berakhir sekitar pukul 00.00 WIB. Selama
pelaksanaan kegiatan, situasi keamanan tetap terjaga, arus aktivitas masyarakat
berlangsung tertib, serta tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas yang
menonjol.
Keberhasilan
penyelenggaraan sekaligus pengamanan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Tahun 2026
menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan,
panitia pelaksana, tokoh adat, dan seluruh masyarakat Kabupaten Sanggau dalam
menjaga tradisi budaya yang menjadi kebanggaan daerah, sekaligus menciptakan
suasana yang aman, damai, dan harmonis bagi seluruh peserta. (Dny Ard /
Humas Res Sgu)



