Polres Sanggau - Pleton Siaga Regu I Polres Sanggau bergerak melakukan
penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kembali muncul di Dusun
Nyandang, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Sabtu
(8/8/2026). Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB
setelah warga kembali melihat kobaran api di lokasi yang sebelumnya sempat
ditangani.
Pleton Siaga Regu I Polres Sanggau dipimpin Padal Pleton I, Iptu Sukina,
dengan melibatkan para perwira staf dan personel yang tercantum dalam Surat
Perintah Pleton I Siaga Karhutla Polres Sanggau. Begitu menerima informasi,
personel langsung bergerak bersama unsur terkait untuk melakukan pengecekan dan
penanganan di lokasi kebakaran.
Berdasarkan keterangan Kepala Wilayah Nyandang, Pito, kebakaran pertama
kali diketahui warga pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu,
masyarakat melihat adanya kebakaran lahan di bagian belakang Kampung Nyandang.
Warga kemudian kembali mendatangi lokasi pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.00
WIB, namun tidak menemukan adanya titik api.
Situasi berubah pada Sabtu siang. Sekitar pukul 14.00 WIB, warga kembali
melihat api muncul di lahan tersebut dan segera melaporkannya kepada Polsek
Kapuas. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan personel
untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah api meluas ke area
lainnya.
Penanganan Karhutla melibatkan sejumlah unsur, yakni Pleton Siaga
Karhutla dan Pamapta III Polres Sanggau, Polsek Kapuas, Manggala Agni Kabupaten
Sanggau, BPBD Kabupaten Sanggau, KPH Sanggau Timur, serta masyarakat sekitar.
Sinergi tersebut dilakukan untuk mempercepat upaya pengendalian api sekaligus
melakukan pemantauan terhadap kemungkinan munculnya titik api baru.
Lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 100
hektare. Namun, hingga proses penanganan berlangsung, kondisi api belum dapat
dipastikan benar-benar padam. Petugas masih melakukan pemantauan karena
terdapat kemungkinan api kembali muncul, terutama pada bagian lahan yang
terbakar dan sulit dijangkau.
Padal Pleton I Polres Sanggau, mengatakan kondisi di lokasi menjadi
tantangan tersendiri bagi petugas karena medan yang cukup berat. Akses menuju
lokasi tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun kendaraan roda enam,
sementara sumber air berada cukup jauh dari titik kebakaran.
“Medan di lokasi cukup sulit dan akses menuju titik api terbatas. Sumber
air juga tidak berada dekat dengan lokasi, sehingga penanganan membutuhkan
tenaga, waktu, serta koordinasi yang lebih maksimal. Kami bersama seluruh unsur
yang terlibat terus berupaya mengendalikan api dan mencegahnya meluas,” ujar
Iptu Sukina.
Menurutnya, kondisi lahan yang berupa hutan rimba dan semak belukar,
ditambah cuaca panas serta angin kencang, menjadi faktor yang menyebabkan titik
api kembali muncul meskipun sebelumnya telah dilakukan penanganan pemadaman.
Karena itu, petugas tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga memastikan
perkembangan situasi tetap terpantau setelah api berhasil dikendalikan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan apabila melihat asap atau titik api baru. Jangan menunggu api membesar, karena kondisi cuaca panas dan angin dapat membuat api cepat menjalar. Penanganan Karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak,” tegasnya.
Pleton Siaga Regu I bersama
Polsek Kapuas dan instansi terkait juga terus melakukan pemantauan terhadap
kondisi lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali titik api serta
meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat. (Dny Ard /
Humas Res Sgu)



