Polres Sanggau - Upaya
penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Polres
Sanggau bersama unsur terkait. Pada Minggu, 13 September 2026, tim gabungan
kembali diterjunkan untuk memadamkan api di dua lokasi yang berada di Kecamatan
Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Pemadaman berlangsung sejak sekitar pukul
13.00 WIB hingga selesai di Bukit Gunung Emas, Dusun Seraya, Desa Kawat, serta
di Dusun Pedalaman, Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir. Penanganan dilakukan
secara bersama-sama dengan mengerahkan personel dan sarana pemadam untuk
mencegah api meluas ke kawasan di sekitarnya.
Di Bukit Gunung Emas, Dusun Seraya, sebanyak
40 personel terlibat dalam proses pemadaman. Mereka terdiri atas Kapolsek Tayan
Hilir Iptu Dr. Kusdarwanto, S.H., M.H. bersama personel Polsek Tayan Hilir, Yon
TP, Koramil Tayan Hilir, gabungan PT Antam dan PT ICA, KPH Sanggau Barat, BPBD
Sanggau, warga sekitar, serta unsur Pemerintah Kecamatan Tayan Hilir.
Untuk mempercepat pemadaman, tim
mengoperasikan sejumlah kendaraan dan peralatan. Di antaranya satu unit
kendaraan roda empat Polsek Tayan Hilir dengan tangki air berkapasitas 1.000
liter, satu unit kendaraan roda empat Koramil 1204-07/Tayan Hilir, serta dua
unit kendaraan roda enam Yon TP yang masing-masing dilengkapi tangki air
berkapasitas 10.000 liter. Selain itu, satu unit kendaraan roda empat milik
relawan warga dengan kapasitas tangki 2.000 Liter turut digunakan.
Kondisi medan di Bukit Gunung Emas menjadi
salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Lahan berupa tanah mineral dengan
vegetasi cukup rapat hingga kedalaman sekitar 25–30 sentimeter. Area yang
terbakar diperkirakan mencapai 0,5 hektare dan merupakan sisa kebakaran
sebelumnya yang masih menyisakan titik api.
Sementara itu, pemadaman juga dilakukan di
Dusun Pedalaman, Desa Pedalaman. Sebanyak 37 personel dikerahkan, melibatkan
Kapolsek Tayan Hilir beserta personel Polsek Tayan Hilir, Yon TP, Koramil Tayan
Hilir, gabungan PT Antam dan PT ICA, Damkar Sanggau, warga sekitar, serta
Pemerintah Kecamatan.
Tim di lokasi tersebut mendapat dukungan satu
unit kendaraan roda enam Damkar PT ICA dengan kapasitas tangki 6.000 liter, dua
unit kendaraan roda empat PT Antam, satu unit mesin Robin lengkap dengan
peralatan pemadam milik Polsek Tayan Hilir, serta satu unit mesin Robin milik
Yon TP. Pemerintah Desa Pedalaman juga mendukung penanganan dengan menyediakan
satu buah embung terpal sebagai sumber air untuk proses pemadaman.
Lahan yang terbakar di Dusun Pedalaman
memiliki karakteristik tanah mineral dengan vegetasi rapat sekitar 10–15
sentimeter. Luasan lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 0,3
hektare. Dengan kondisi tersebut, personel tidak hanya melakukan penyiraman terhadap
api yang terlihat, tetapi juga berupaya memastikan bara dan titik panas di
dalam vegetasi dapat dikendalikan agar tidak kembali menyala.
Kapolsek Tayan Hilir Iptu Dr. Kusdarwanto,
S.H., M.H. mengatakan, penanganan Karhutla dilakukan secara bersama-sama karena
kondisi lapangan membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama dalam penyediaan
personel, sumber air, kendaraan, dan peralatan pemadam.
“Penanganan kebakaran ini tidak bisa
dilakukan sendiri. Kami bersama TNI, pemerintah daerah, perusahaan, petugas
kehutanan, pemadam kebakaran, dan masyarakat bergerak bersama agar api dapat
segera dikendalikan. Yang paling penting adalah memastikan bara yang masih
tersisa tidak berkembang dan meluas ke area lain,” ujar Iptu Kusdarwanto.
Hingga kegiatan berlangsung, penyebab
kebakaran di Bukit Gunung Emas maupun Dusun Pedalaman belum diketahui. Kedua
lokasi merupakan kawasan hutan dan lahan adat yang belum memiliki pemilik
secara perorangan.
Tim di lapangan terus melakukan pemantauan dan pemadaman
untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, sementara kondisi lahan yang
masih berpotensi terbakar menjadi perhatian bersama.
Kapolsek Tayan Hilir juga mengingatkan
masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,
khususnya di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar. Menurutnya, pencegahan
sejak dini merupakan langkah penting karena api di lahan dengan vegetasi kering
dapat berkembang dengan cepat dan menyulitkan proses penanganan.
Seluruh
rangkaian kegiatan pemadaman Karhutla di dua lokasi Kecamatan Tayan Hilir
tersebut berjalan dengan baik. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah,
perusahaan, petugas teknis, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga
lingkungan sekaligus mencegah kebakaran meluas yang dapat menimbulkan dampak terhadap
kesehatan, aktivitas masyarakat, dan kualitas lingkungan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



