Polres Sanggau - Kepedulian
terhadap kesehatan masyarakat di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan
(Karhutla) terus ditunjukkan jajaran Polsek Beduai bersama Pemerintah Kabupaten
Sanggau dan sejumlah pemangku kepentingan. Sebanyak 2.000 masker dibagikan
secara gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan yang terdampak kabut asap di
Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Kegiatan tersebut berlangsung pada
Senin, 14 September 2026, mulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Pembagian masker dipusatkan di Jalan Raya, tepatnya di depan Kantor Kecamatan
Beduai, yang menjadi salah satu lokasi aktivitas masyarakat dan pengguna
kendaraan.
Aksi sosial tersebut melibatkan Ketua
TP PKK Kabupaten Sanggau Yohana Ontot, Camat Beduai Daniel, S.Kom., Kapolsek
Beduai AKP Heri Triyana, S.H., M.E., Danramil Beduai Letda Tuahman Damanik,
Karang Taruna Kabupaten Sanggau, Bhayangkari Ranting Beduai, Persit Beduai,
Ibu-ibu PKK Kecamatan Beduai, serta personel Polsek dan Koramil Beduai.
Pembagian masker dilakukan sebagai
bentuk respons terhadap kondisi udara yang kurang baik akibat kabut asap yang
ditimbulkan oleh Karhutla. Petugas menyasar masyarakat yang melintas maupun
warga yang beraktivitas di sekitar lokasi, sekaligus memberikan edukasi
mengenai pentingnya perlindungan diri ketika kualitas udara menurun.
Sebanyak 2.000 lembar masker dibagikan
kepada masyarakat dan pengguna jalan. Selain membagikan masker, personel Polsek
Beduai juga menyampaikan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan
terhadap dampak paparan asap, khususnya ketika harus melakukan aktivitas di
luar rumah.
Kapolsek Beduai mengungkapkan, kegiatan
tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang harus
beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.
“Masker ini memang sederhana, tetapi
menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan masyarakat ketika
harus berada di luar rumah. Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya
mengetahui dampak kabut asap, tetapi juga mengambil langkah untuk melindungi
kesehatan dirinya dan keluarganya,” ujar AKP Heri Triyana.
Menurutnya, penanganan dampak Karhutla
tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga perlu memperhatikan
masyarakat yang terdampak. Karena itu, sinergi antara Polri, pemerintah daerah,
TNI, organisasi masyarakat, serta unsur lainnya menjadi penting dalam
memberikan perlindungan sekaligus edukasi kepada warga.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak
menganggap kabut asap sebagai kondisi yang biasa. Jika tidak ada keperluan
mendesak, kurangi aktivitas di luar rumah dan gunakan masker ketika berada di
luar. Di sisi lain, mari bersama-sama mencegah munculnya titik api baru karena
pencegahan jauh lebih baik daripada harus menghadapi dampaknya,” tegas AKP Heri
Triyana.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian
dari upaya bersama Polsek Beduai, Pemerintah Kabupaten Sanggau, dan stakeholder
terkait yang bekerja sama dengan Karang Taruna Kabupaten Sanggau. Kolaborasi
tersebut menunjukkan bahwa penanganan dampak Karhutla membutuhkan keterlibatan
berbagai unsur, tidak hanya aparat pemadam dan penegak hukum.
Di tengah kondisi udara yang kurang
baik, masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan kesehatan, terutama saat
beraktivitas di luar rumah. Penggunaan masker diharapkan dapat membantu
mengurangi paparan langsung terhadap partikel asap, sementara masyarakat juga
diminta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan kesehatan
akibat paparan asap.
Pembagian
masker di depan Kantor Kecamatan Beduai berlangsung dengan tertib dan mendapat
respons positif dari masyarakat serta pengguna jalan. Melalui kegiatan
tersebut, Polsek Beduai bersama seluruh unsur yang terlibat menegaskan
komitmennya untuk hadir tidak hanya dalam penanganan Karhutla, tetapi juga
memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



