Polres Sanggau - Kepedulian
terhadap kesehatan anak di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat kabut
asap Karhutla diwujudkan Polsek Toba, Polres Sanggau, melalui pembagian masker
dan makanan bergizi. Kegiatan tersebut menyasar anak-anak PAUD Mekar Harapan
dan siswa SDN 14 Mungguk Kemantan, Desa Bagan Asam, Kecamatan Toba, Kabupaten
Sanggau, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul
08.30 WIB tersebut berlangsung di Dusun Mungguk Kemantan. Personel Polsek Toba
mendatangi lingkungan sekolah untuk membagikan masker sekaligus memberikan
perhatian langsung kepada anak-anak yang tetap menjalankan aktivitas belajar di
tengah kondisi kabut asap.
Pembagian masker dipimpin Kapolsek
Toba Iptu Arnold Rocky Montolalu, S.H., M.H., bersama tiga personel Polsek
Toba. Kehadiran polisi di lingkungan pendidikan tersebut sekaligus menjadi
sarana untuk mengingatkan anak-anak mengenai pentingnya menjaga kesehatan
ketika kualitas udara mengalami penurunan.
Sebanyak 103 siswa dan siswi SDN 14
Mungguk Kemantan menjadi sasaran kegiatan tersebut. Selain masker, para pelajar
juga menerima susu UHT dan roti sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan
mereka selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, pembagian serupa
dilakukan kepada 28 anak PAUD Mekar Harapan yang berada di Dusun Mungguk
Kemantan. Kelompok usia tersebut menjadi salah satu perhatian karena anak-anak
relatif lebih rentan terhadap dampak kesehatan akibat paparan udara yang
tercemar asap.
Kapolsek Toba Iptu Arnold Rocky
Montolalu mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar pembagian masker, tetapi
juga merupakan bentuk kehadiran Polri untuk memberikan perhatian kepada
masyarakat, terutama anak-anak, ketika kondisi lingkungan sedang menghadapi
kabut asap.
“Kami ingin anak-anak tetap merasa aman
dan mendapat perhatian di tengah kondisi udara yang kurang baik. Masker kami
berikan sebagai perlindungan sederhana, sedangkan susu dan roti diharapkan
dapat membantu menjaga kondisi mereka selama berada di sekolah,” ungkapnya.
Menurut Kapolsek Toba, perlindungan
terhadap anak perlu dilakukan bersama-sama oleh kepolisian, pihak sekolah,
orang tua, dan masyarakat. Anak-anak juga perlu diberikan pemahaman dengan cara
yang sederhana agar terbiasa menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di
luar ruangan apabila kondisi udara tidak memungkinkan.
Iptu Arnold Rocky Montolalu menambahkan,
dampak Karhutla bukan hanya berkaitan dengan munculnya titik api, tetapi juga
dapat dirasakan masyarakat melalui penurunan kualitas udara. Karena itu,
langkah pencegahan dan kepedulian terhadap kesehatan harus berjalan beriringan
dengan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan.
“Kami juga mengajak pihak sekolah dan
orang tua untuk terus mengingatkan anak-anak agar menggunakan masker saat
berada di luar ruangan. Yang tidak kalah penting, mari bersama-sama menjaga
lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya
kebakaran,” katanya.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat
memberikan manfaat langsung bagi anak-anak sekaligus meningkatkan kesadaran
masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kabut asap berlangsung.
Polsek Toba juga mendorong masyarakat untuk memperhatikan kondisi kesehatan
anggota keluarga, khususnya anak-anak, apabila muncul keluhan yang berkaitan
dengan paparan asap.
Melalui
kegiatan humanis tersebut, Polsek Toba menegaskan komitmennya untuk terus hadir
di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi
juga melalui langkah kepedulian sosial. Upaya tersebut diharapkan turut
memperkuat kesadaran bersama untuk menjaga kesehatan, melindungi anak-anak,
serta mencegah Karhutla di wilayah Kecamatan Toba. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



