Polres Sanggau - Polres Sanggau menunjukkan kepedulian terhadap
masyarakat yang terdampak musim kemarau sekaligus memperkuat upaya pencegahan
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Melalui Operasi Aman Nusa II
Penanggulangan Karhutla 2026, jajaran Polres Sanggau menggelar sosialisasi
pencegahan Karhutla, pengobatan gratis, pembagian masker, serta penyaluran air
bersih kepada masyarakat di Dusun Perigi, Desa Pana, Kecamatan Kapuas,
Kabupaten Sanggau.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (4/9/2026) mulai sekitar pukul
14.00 WIB hingga selesai. Bertempat di halaman Gereja St. Santo Petrus Dusun
Perigi, kegiatan diikuti sekitar 100 warga Desa Pana yang mendapatkan edukasi
sekaligus pelayanan sosial dari personel Polres Sanggau.
Kegiatan dipimpin Kasat Binmas Polres Sanggau Iptu Sugianto selaku
Kasatgas Pencegahan. Ia didampingi Kasat Samapta Polres Sanggau Iptu Santoso
Heru Bimo selaku Kasat Pemadam, Kasi Dokkes Polres Sanggau Aiptu Surip Sunaryo
selaku bagian dari Satgas Banops, serta Kepala Desa Pana Afrianda.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polres Sanggau tidak hanya
menyampaikan sosialisasi mengenai bahaya Karhutla, tetapi juga memberikan
pelayanan langsung kepada masyarakat. Sebanyak 40 warga tercatat mengikuti
pengobatan gratis, sementara sekitar 100 warga menerima bantuan air bersih
sebanyak kurang lebih 2.500 liter.
Selain itu, petugas membagikan sebanyak 250 lembar masker kepada
masyarakat. Bantuan tersebut diberikan sebagai langkah antisipasi terhadap
dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya di
tengah kondisi musim kemarau panjang yang meningkatkan risiko terjadinya
Karhutla.
Kasat Binmas Polres Sanggau Iptu Sugianto mengatakan pencegahan Karhutla
harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh elemen
masyarakat. Menurutnya, kebiasaan membuka atau membersihkan lahan dengan cara
membakar dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih luas, tidak hanya terhadap
lingkungan tetapi juga kesehatan, keselamatan, hingga harta benda warga.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka ataupun
membersihkan lahan dengan cara membakar. Kondisi kemarau panjang membuat api
lebih mudah menyebar dan dapat menimbulkan kabut asap yang berdampak langsung
terhadap kesehatan serta keselamatan masyarakat,” kata Iptu Sugianto.
Ia menegaskan, kehadiran personel Polres Sanggau di Dusun Perigi juga
merupakan bentuk pelayanan dan respons kepolisian terhadap kebutuhan
masyarakat. Bantuan air bersih disalurkan setelah adanya permintaan dari
pemerintah desa karena warga mengalami keterbatasan pasokan air bersih akibat
kondisi kemarau.
“Polres Sanggau hadir bukan hanya untuk memberikan imbauan, tetapi juga
berupaya membantu kebutuhan masyarakat yang terdampak kemarau. Ketika
masyarakat membutuhkan air bersih dan pelayanan kesehatan, kami berusaha hadir
memberikan bantuan sesuai kemampuan yang ada,” ujarnya.
Iptu Sugianto juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga
situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Warga
diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,
terutama berita hoaks yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Di tengah situasi seperti sekarang, masyarakat juga harus bijak
menerima informasi. Jangan mudah percaya dan terprovokasi berita yang belum
jelas kebenarannya. Jika menemukan informasi yang mencurigakan, lakukan
pengecekan terlebih dahulu melalui sumber yang dapat dipercaya,” tegasnya.
Kepala Desa Pana Afrianda menyampaikan apresiasi kepada Polres Sanggau
atas kepedulian dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat Desa Pana.
Menurutnya, bantuan air bersih, pengobatan gratis, serta pembagian masker
sangat membantu warga yang menghadapi dampak musim kemarau.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Sanggau yang telah datang
langsung membantu masyarakat. Bantuan air bersih, pengobatan gratis dan masker
sangat berarti bagi warga kami, khususnya masyarakat Dusun Perigi yang saat ini
menghadapi keterbatasan air bersih,” kata Afrianda.
Melalui kegiatan tersebut,
Polres Sanggau menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat,
tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan sosial dan
edukasi pencegahan bencana. Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa dan
masyarakat diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama untuk mencegah
Karhutla sekaligus membantu warga menghadapi dampak musim kemarau. (Dny Ard
/ Humas Res Sgu)



