Polres Sanggau - Polsek Sekayam bersama personel BKO Pas Brimob
II Korps Brimob Polri, Manggala Agni dan masyarakat melakukan verifikasi tiga
titik hotspot yang terpantau melalui aplikasi BRIN FIRE HOTSPOT di Kecamatan
Sekayam, Kabupaten Sanggau, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung
mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB sebagai langkah deteksi dini untuk
memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan titik panas yang terpantau.
Verifikasi dipimpin langsung Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno, S.Sos.,
M.A.P., dengan melibatkan personel Polsek Sekayam serta unsur terkait. Tim
bergerak menuju lokasi berdasarkan informasi koordinat hotspot yang terpantau
dalam aplikasi untuk memastikan keberadaan api sekaligus mengetahui kondisi
lahan secara langsung.
Hasil pengecekan menunjukkan terdapat tiga titik hotspot yang berada di
wilayah Dusun Sei Tekam, Desa Sei Tekam, Kecamatan Sekayam. Ketiga titik
tersebut masuk dalam kategori Medium berdasarkan pemantauan BRIN FIRE HOTSPOT
dan setelah dilakukan pengecekan di lapangan diketahui api sudah dalam keadaan
padam.
Titik pertama berada di kawasan dengan luas lahan sekitar 0,7 hektare.
Berdasarkan hasil pendataan dan informasi dari warga, lahan tersebut digunakan
untuk kegiatan pertanian, khususnya persiapan penanaman padi.
Titik kedua berada di lokasi yang sama dengan luas lahan sekitar 0,6
hektare. Sementara titik ketiga memiliki luas sekitar 0,7 hektare. Ketiga
lokasi tersebut diketahui merupakan lahan yang dipersiapkan masyarakat untuk
menanam padi.
Dalam proses verifikasi, petugas melakukan pengecekan langsung terhadap
kondisi lahan, pendataan, serta pencocokan lokasi dengan informasi titik
koordinat yang terpantau melalui aplikasi. Petugas juga berkoordinasi dengan
perangkat desa dan warga setempat guna memperoleh informasi mengenai aktivitas
pembakaran serta kondisi terkini di masing-masing lokasi.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, pembakaran lahan
dilakukan untuk keperluan pertanian dan masyarakat sebelumnya telah
berkoordinasi dengan perangkat desa maupun pengurus adat setempat. Luasan lahan
yang dibakar secara keseluruhan tidak melebihi sekitar dua hektare.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat melakukan pembakaran secara gotong
royong dengan menggunakan peralatan tradisional, antara lain ember dan solo,
untuk mengantisipasi serta mengendalikan api. Meski demikian, petugas tetap
mengingatkan masyarakat agar setiap aktivitas pembukaan lahan dilakukan secara
hati-hati dan mengutamakan pencegahan agar api tidak merambat ke area lain.
Kapolsek Sekayam AKP Sutikno mengatakan verifikasi hotspot merupakan
langkah penting untuk memastikan informasi yang muncul melalui sistem
pemantauan dapat segera ditindaklanjuti di lapangan. Menurutnya, pengecekan
secara langsung diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya sekaligus
mencegah potensi kebakaran berkembang lebih luas.
“Setiap informasi hotspot harus kita tindak lanjuti dengan pengecekan
langsung. Tujuannya bukan hanya memastikan apakah api masih ada atau sudah
padam, tetapi juga mengetahui kondisi lahan dan melakukan langkah pencegahan
bersama masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sinergi antara Polsek Sekayam, Brimob, Manggala Agni,
pemerintah desa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga wilayah
dari ancaman Karhutla. Masyarakat juga diminta segera memberikan informasi
apabila menemukan api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi tidak
terkendali.
“Kami mengajak masyarakat tetap mengutamakan keselamatan dan
kewaspadaan. Jangan meninggalkan api sebelum benar-benar dipastikan padam, dan
apabila menemukan titik api segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani
secepatnya,” tegasnya.
Polsek Sekayam akan terus
melakukan pemantauan dan verifikasi terhadap setiap informasi hotspot yang
terdeteksi di wilayah hukumnya. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari
deteksi dini dan pencegahan Karhutla, sekaligus memastikan setiap potensi titik
api dapat segera diketahui, ditangani dan tidak berkembang menjadi kebakaran
yang lebih luas. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



