» » » Lahan Gambut Terbakar di Kapuas, Petugas Gabungan Kerahkan 5 Unit Pemadam untuk Padamkan Api

Lahan Gambut Terbakar di Kapuas, Petugas Gabungan Kerahkan 5 Unit Pemadam untuk Padamkan Api

Penulis By on Rabu, 30 Juli 2025 | No comments


Polres Sanggau - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Sanggau. Kali ini, api melahap sekitar satu hektare lahan gambut milik seorang warga di Jalan Sabang Merah, RT 16, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Rabu (30/7) pagi. Laporan masyarakat yang cepat direspons aparat dan tim pemadam gabungan, berhasil mencegah api menyebar lebih luas.

Informasi awal diterima oleh Polsek Kapuas sekitar pukul 10.30 WIB dari warga yang melihat kepulan asap dan kobaran api di kawasan tersebut.

Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Sanggau, Polsek Kapuas, Koramil Kapuas, BPBD, Damkar Kabupaten Sanggau, serta Manggala Agni langsung dikerahkan ke lokasi.

Kebakaran terjadi di lahan milik Junita Wati (49), seorang pegawai negeri sipil yang berdomisili di kawasan Sabang Merah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, Junita Wati diketahui membuka lahannya untuk keperluan berladang sejak 28 Juli 2025 dengan metode tebas dan tebang, sebelum akhirnya dilakukan pembakaran bertahap.

Menurut pengakuan Junita Wati, pembakaran dilakukan sedikit demi sedikit dan dalam pengawasannya. Api sempat padam dan situasi terkendali.

Namun pada Rabu pagi, ia diberitahu oleh anaknya bahwa api kembali muncul di lahan tersebut. Situasi darurat ini membuat keluarganya langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran Kabupaten Sanggau.


Sekitar pukul 10.55 WIB, tim pemadam gabungan tiba di lokasi dan langsung bergerak cepat melakukan pemadaman. Operasi ini melibatkan 3 Unit mobil Damkar Kabupaten Sanggau, 1 unit water cannon milik Polres Sanggau, serta dukungan dari warga sekitar. Karakteristik lahan yang berupa tanah gambut kering dan berada di kawasan perbukitan membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama.
 
Kasat Samapta Polres Sanggau, Iptu Supar yang memimpin langsung jalannya pemadaman menjelaskan bahwa kondisi lahan yang jauh dari sumber air menjadi tantangan utama di lapangan.

“Kami harus mengerahkan seluruh sumber daya yang ada karena api sempat membesar di beberapa titik. Butuh waktu dan strategi agar api tidak menyebar lebih luas,” jelasnya.

Setelah hampir tiga jam berjibaku dengan api, sekitar pukul 13.30 WIB, seluruh titik api berhasil dipadamkan. Situasi kembali aman dan kondusif. Meski begitu, petugas tetap berjaga di lokasi untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan mencegah kemungkinan terjadinya kebakaran susulan.

Iptu Supar juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di musim kemarau seperti saat ini.

“Kami terus melakukan patroli dan pemantauan. Pembakaran lahan, meskipun untuk keperluan pribadi, tetap berisiko tinggi dan bisa menimbulkan kerugian besar bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar,” tegasnya.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan dari ancaman karhutla. Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum berkomitmen untuk terus memberikan edukasi serta menindak tegas pelanggaran terhadap larangan pembakaran lahan di wilayah Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Hms Res Sgu)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya