Polres Sanggau - Dalam rangka menjamin rasa aman dan nyaman bagi umat
Kristiani dalam menjalankan ibadah hari Minggu, Polres Sanggau melalui Pleton
Siaga Regu V melaksanakan pengamanan di sejumlah gereja yang tersebar di
wilayah Kota Sanggau pada Minggu (20/7/2025) pagi. Kegiatan ini berlangsung
sejak pukul 07.00 WIB hingga selesainya seluruh rangkaian ibadah.
Pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam Polres Sanggau AKP
Suhartoto selaku Perwira Pengendali (Padal) Pleton Siaga Regu V, dengan
melibatkan sejumlah personel dari berbagai satuan.
Langkah ini merupakan
implementasi dari Surat Perintah Kapolres Sanggau Nomor:
Sprin/1653/V/PAM.3.3./2025 tertanggal 18 Juli 2025, sebagai bentuk tanggung
jawab Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di
lingkungan tempat ibadah.
AKP Suhartoto menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan secara menyeluruh
dan proporsional di lima gereja besar di Kota Sanggau, dengan memperhatikan
potensi kerawanan serta menjaga hubungan yang harmonis antara aparat dan
masyarakat.
“Pengamanan ini bukan sekadar rutinitas, tapi bagian dari komitmen kami
untuk memastikan umat Kristiani dapat beribadah tanpa rasa khawatir. Kehadiran
personel kami bertujuan memberikan perlindungan serta menjalin kedekatan yang
harmonis dengan warga,” ujarnya.
Adapun gereja-gereja yang menjadi fokus pengamanan meliputi Gereja GPIB
Kantuk, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Gereja GKNI Antiokhia, Gereja
Katedral Paroki Hati Kudus Yesus, dan Gereja Santa Maria Bunda Pengharapan.
Masing-masing tempat ibadah dijaga oleh tim pengamanan yang telah ditentukan,
lengkap dengan pengawasan dari perwira pengendali di lapangan.
Di Gereja GPIB Kantuk yang terletak di Jl. A. Yani Kelurahan Ilir Kota,
pengamanan dipimpin oleh Ipda Wahyudiono bersama empat personel lainnya.
Kebaktian yang dipimpin Pdt. Abraham Silo Wilar diikuti oleh sekitar 60 jemaat.
Sementara itu, di Gereja GPdI di Jl. Sutan Syahril, Ipda Sukadi, S.H. memimpin
pengamanan saat ibadah yang dipimpin Pendeta Edison Siregar, S.Th., dengan
dihadiri 80 jemaat.
Sementara itu, di Gereja GKNI Antiokhia yang terletak di Jl. Jenderal
Sudirman, pengamanan dipimpin oleh Aipda Hendra Apriyadi bersama empat
personel, dengan jumlah jemaat yang hadir sekitar 80 orang. Ibadah ini
berlangsung dengan lancar dan tertib dipimpin oleh Pdt. Haris Oka, S.Th.
Gereja Katedral Paroki Hati Kudus Yesus Sanggau menjadi salah satu titik
utama pengamanan, mengingat jumlah jemaat yang hadir cukup besar, yaitu sekitar
250 orang. Pastor H. Eko Pompang, Pr memimpin jalannya misa, sementara
pengamanan dipimpin oleh Iptu Rukmana bersama empat personel.
Demikian pula di Gereja Santa Maria Bunda Pengharapan yang beralamat di
Jl. Sabang Merah, di mana Pastor Bunut Setiawan, Pr memimpin misa yang dihadiri
sekitar 200 jemaat. Pengamanan di lokasi ini dikomandoi oleh Brigpol Ardianta
beserta tiga personel.
Menurut AKP Suhartoto, tidak ditemukan adanya gangguan keamanan selama
kegiatan berlangsung. Situasi tetap aman dan kondusif.
“Kami juga lakukan pendekatan dialogis kepada jemaat serta pengurus
gereja sebagai bentuk komunikasi aktif agar kegiatan keagamaan berjalan dengan
penuh rasa kekeluargaan,” ujarnya.
Ucapan terima kasih pun disampaikan oleh Pastor H. Eko Pompang, Pr mewakili para rohaniawan dan jemaat.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran serta pengamanan yang dilakukan
oleh jajaran Polres Sanggau. Ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam
menjamin kebebasan beragama serta memberi rasa tenang kepada umat dalam
menjalankan ibadah,” ucapnya.
Kapolres Sanggau AKBP Sudarsono, S.I.K., M. Si., melalui Kasat Intelkam AKP
Suhartoto juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga toleransi antarumat
beragama, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah
kerukunan. Pengamanan rumah ibadah akan terus ditingkatkan demi mendukung
situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan damai.
Dengan selesainya rangkaian
ibadah di seluruh gereja tersebut, Polres Sanggau memastikan bahwa kegiatan
keagamaan berjalan lancar tanpa hambatan, sekaligus menegaskan peran Polri
sebagai pengayom masyarakat yang senantiasa hadir dalam setiap aspek kehidupan
warga, termasuk dalam kegiatan ibadah keagamaan. (Dny Ard / Hms Res Sgu)