Polres Sanggau - Bencana alam banjir kembali melanda wilayah
Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Jumat dini hari,
9 Januari 2026. Luapan air Sungai Sekayam akibat hujan berintensitas tinggi
menyebabkan genangan air memasuki permukiman warga di sejumlah dusun yang
berada di wilayah hulu sungai tersebut.
Informasi banjir diterima sekitar pukul 03.20 WIB setelah debit air di
hulu Sungai Sekayam dilaporkan meningkat signifikan dan meluap ke pemukiman
warga. Tiga dusun yang terdampak yakni Dusun Suruh Tembawang, Dusun Kebak Raya,
dan Dusun Sekajang, Kecamatan Entikong.
Curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan
Entikong sejak Kamis sore, 8 Januari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, dan
berlangsung terus-menerus hingga Jumat dini hari. Kondisi tersebut menyebabkan
kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air yang terus meningkat.
Di lokasi terdampak, ketinggian air terpantau berkisar antara 10 hingga
15 sentimeter atau berada di bawah lutut orang dewasa. Meski belum tergolong
tinggi, genangan air sudah cukup mengganggu aktivitas warga dan berpotensi
meningkat apabila hujan kembali turun.
Banjir tersebut mengakibatkan sedikitnya satu rumah warga terdampak,
yakni rumah milik Ganis yang berada di Dusun Sekajang, Desa Entikong. Hingga
saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa, namun warga diminta tetap waspada
terhadap kemungkinan perkembangan situasi.
Kapolsek Entikong, AKP Donny Sembiring, SH, mengatakan bahwa banjir
terjadi akibat kombinasi curah hujan tinggi dan durasi hujan yang berlangsung
cukup lama. Kondisi geografis wilayah yang berada di dataran rendah dan dekat
aliran sungai turut memperbesar risiko terjadinya banjir.
“Wilayah yang terdampak memang memiliki tingkat kerawanan banjir yang
cukup tinggi, terutama saat musim hujan. Oleh karena itu, kami langsung
melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kondisi warga dan memantau
perkembangan ketinggian air,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian bersama unsur terkait terus
mengumpulkan data sementara mengenai wilayah terdampak, jumlah rumah warga yang
terendam, serta fasilitas umum yang berpotensi terkena dampak apabila debit air
terus meningkat.
“Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat
untuk memperbarui informasi situasi terkini, sekaligus menyampaikan imbauan
agar warga tetap siaga dan menghindari area rawan banjir,” kata AKP Donny
Sembiring.
Berdasarkan analisa sementara, apabila curah hujan dengan intensitas
tinggi masih berlanjut, tidak menutup kemungkinan akan terjadi banjir susulan
atau peningkatan ketinggian air di wilayah terdampak, khususnya di kawasan hulu
Sungai Sekayam.
Selain itu, peningkatan debit air di wilayah hulu berpotensi berdampak
ke daerah hilir sungai. Wilayah dataran rendah di sekitar aliran Sungai Sekayam
diperkirakan berisiko mengalami banjir susulan apabila aliran air dari hulu
terus meningkat.
Mengacu pada pengalaman banjir sebelumnya, daerah rawan seperti Dusun
Semanget dan Dusun Semanget Nijau, Desa Semanget, Kecamatan Entikong, juga
diprediksi berpotensi terdampak apabila kondisi cuaca tidak segera membaik.
Sebagai langkah antisipasi,
aparat kepolisian mengintensifkan pemantauan curah hujan dan ketinggian air
sungai, serta memperkuat koordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, TNI, tenaga
kesehatan, dan relawan guna memastikan kesiapsiagaan dan penanganan cepat
apabila terjadi banjir lanjutan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)
.jpeg)
.jpeg)

