Jakarta
- Kapolri Listyo Sigit Prabowo memimpin kegiatan panen jagung serentak kuartal
IV yang digelar di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut,
Kapolri menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, Kepolisian Negara Republik
Indonesia telah berkontribusi signifikan dalam mendukung swasembada pangan
nasional melalui panen jagung mencapai sekitar 3,5 juta ton.
Pernyataan
itu disampaikan Kapolri saat panen raya jagung di Kampung Tembong Gunung, Desa
Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua
Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, serta Direktur
Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
Kapolri
menjelaskan bahwa panen serentak kuartal IV 2025 sejatinya dijadwalkan
berlangsung pada Desember 2025. Namun, pelaksanaannya mengalami penyesuaian
waktu hingga akhirnya dapat dilaksanakan pada awal Januari 2026.
“Jadi,
kurang lebih selama satu tahun, sesuai dengan apa yang menjadi target Bapak
Presiden, kita memaksimalkan untuk bagaimana agar terlaksana swasembada,
khususnya untuk Polri mendorong untuk dilaksanakannya swasembada jagung,” kata
Kapolri.
Ia
menuturkan, panen raya tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan
Polri. Sepanjang 2025, Polri telah melakukan penanaman jagung di lahan seluas
661.717 hektare. Sementara itu, pada 2026 mendatang, Polri menargetkan
penanaman jagung di lahan seluas 522.079 hektare.
Selama
2025, Polri juga telah beberapa kali melaksanakan panen raya sebagai bentuk
dukungan konkret terhadap program swasembada pangan nasional. Dari program
ketahanan pangan tersebut, estimasi hasil panen jagung Polri berada pada
kisaran 3.519.226 hingga 3.578.782 ton.
“Tentunya
harapan kami, ini bisa mendorong untuk bisa tercapainya swasembada pangan,
khususnya jagung, yang menjadi atensi Bapak Presiden. Dan kami akan tuntaskan
di tahun 2026 ini agar seluruh lahan kami bisa tertanam,” kata Kapolri.
Kapolri
berharap program ketahanan pangan yang dijalankan Polri tidak hanya mampu
mendukung swasembada jagung, tetapi juga memperkuat cadangan pangan nasional
serta memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
“Dengan
harapan, selain kita memenuhi swasembada, harapan kita juga cadangan kita juga
tercukupi, kebutuhan pasar, baik untuk swasta nasional, kelompok gabungan pakan
ternak, mandiri juga bisa tercukupi, cadangan Bulog juga bisa tercukupi, dan
sisanya bisa kita ekspor,” imbuh Kapolri.
Lebih
lanjut, Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk terus memberikan kontribusi
maksimal dalam mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto, khususnya
di bidang ketahanan dan swasembada pangan.
“Mudah-mudahan
apa yang menjadi atensi dan perhatian Bapak Presiden, yang menaruh perhatian
khusus terkait dengan masalah swasembada, kami bisa ikut berkontribusi
semaksimal mungkin,” ujar Kapolri.
Dalam
panen jagung serentak kuartal IV 2025 ini, Polri memanen jagung di lahan seluas
47.830,93 hektare dengan estimasi hasil panen antara 683.966 hingga 743.522
ton. Kegiatan tersebut melibatkan sebanyak 3.616 petani dari 527 kelompok tani
binaan Polri.


