» » » Perkuat Ketahanan Pangan, Polsek Beduai Panen Jagung di Lahan Demplot Satu Hektare

Perkuat Ketahanan Pangan, Polsek Beduai Panen Jagung di Lahan Demplot Satu Hektare

Penulis By on Senin, 09 Februari 2026 | No comments


Polres Sanggau - Kepolisian Sektor (Polsek) Beduai melaksanakan panen jagung dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan (Program 2) pada Senin (9/2/2026) pagi. Kegiatan tersebut berlangsung di lahan demplot 4 seluas satu hektare yang berlokasi di Dusun Timaga, Desa Thang Raya, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau.

Panen yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu melibatkan unsur pemerintah kecamatan, TNI, Satgas Pamtas RI–Malaysia, penyuluh pertanian, hingga distributor pupuk. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan sinergi nyata antara aparat keamanan dan pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah perbatasan.

Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana, S.H., turut hadir memimpin langsung kegiatan bersama Camat Beduai Miko Martoyo, S.Sos., M.A.P., Danramil Beduai Letda Arm Risbendoni Caniago, serta perwakilan Danki Satgas Pamtas RI–MLY, Sertu Ebim. Selain itu, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Beduai Dewi Puspita Sari, SP., juga tampak mendampingi proses panen bersama personel Polsek, anggota Satgas, dan para penyuluh lapangan.

AKP Heri Triyana menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung agenda nasional di sektor pertanian. Menurutnya, keterlibatan institusi kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam program strategis pemerintah.

“Panen jagung ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. Melalui pengelolaan lahan demplot, kami ingin memastikan bahwa potensi pertanian di Beduai dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus membantu mewujudkan swasembada pangan tahun 2026,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil panen sementara telah diamankan di tempat penyimpanan milik Polsek Beduai. Namun, jagung tersebut masih dalam tahap pemipilan sehingga belum dapat dilakukan penimbangan untuk mengetahui total produksi secara pasti.


Kapolsek juga menjelaskan bahwa panen di demplot 4 tidak digabungkan dengan agenda panen raya yang dijadwalkan Polres Sanggau.

Keputusan tersebut diambil karena tanaman telah melewati masa panen ideal sehingga harus segera dipetik guna mencegah risiko kerusakan maupun gagal panen.

“Langkah percepatan panen kami lakukan sebagai upaya antisipasi. Jika dibiarkan terlalu lama, kualitas jagung bisa menurun. Karena itu, kami memilih melakukan panen lebih awal agar hasil tetap terjaga,” jelasnya.

Program demplot pertanian yang dijalankan Polsek Beduai ini juga diarahkan untuk mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada sektor kemandirian pangan. Selain menghasilkan komoditas pertanian, lahan tersebut diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengelola pertanian produktif.

Camat Beduai Miko Martoyo mengapresiasi inisiatif Polsek yang dinilai mampu memperkuat kolaborasi antara aparat dan masyarakat. Ia menyebut keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan di daerah.

Dengan terlaksananya panen ini, Polsek Beduai berharap upaya bersama dalam meningkatkan produksi pangan dapat terus berlanjut. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan stakeholder pertanian diyakini menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya