Polres Sanggau - Sebanyak sekitar 300 jamaah dari unsur TNI-Polri, instansi pemerintah, aparat
keamanan Malaysia, tokoh agama hingga masyarakat menggelar Sholat Istisqa di
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Senin (31/8/2026).
Sholat tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah
musim kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan yang
berlangsung di wilayah hukum Polsek Entikong itu melibatkan berbagai unsur
lintas negara dan lintas instansi. Peserta di antaranya berasal dari Polsek
Entikong, Satgas, Koramil, Tentara Diraja Malaysia (TDM), Police Malaysia,
Customs Malaysia, Imigrasi Indonesia, Bea dan Cukai, Loka Kekarantinaan,
Karantina Indonesia, tokoh agama serta masyarakat umum.
Kehadiran unsur
Indonesia dan Malaysia dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran kuatnya
kebersamaan masyarakat di kawasan perbatasan dalam menghadapi persoalan
lingkungan yang dampaknya tidak mengenal batas administrasi negara. Kondisi
kemarau dan potensi karhutla dinilai membutuhkan kepedulian serta langkah
bersama dari seluruh elemen.
Sholat Istisqa
dipimpin Ustaz Abidinsyah, S.Pd. selaku imam, sementara khotbah disampaikan
Ustaz Muklasin, M.Pd. Dalam khotbahnya, jamaah diajak menyadari bahwa musim
kemarau yang berkepanjangan dapat membawa dampak serius, mulai dari kekeringan
hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
Dalam kesempatan
tersebut, jamaah juga diajak melakukan introspeksi dan memperbanyak ibadah
sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sholat Istisqa merupakan
salah satu ikhtiar umat Islam untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan
diturunkan ketika terjadi kemarau panjang maupun kekeringan.
Ustaz Muklasin
juga mengajak masyarakat memperbanyak istigfar, bertobat, bersedekah serta
meninggalkan berbagai perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama. Pesan
tersebut disampaikan sebagai bagian dari ajakan untuk memperbaiki diri
sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Kapolsek
Entikong AKP Donny Sembiring, S.H., mengatakan pelaksanaan Sholat Istisqa
merupakan bentuk ikhtiar spiritual yang dilakukan bersama-sama di tengah
kondisi kemarau dan ancaman karhutla. Menurutnya, doa harus berjalan beriringan
dengan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan.
“Kami
mengapresiasi kebersamaan seluruh unsur yang hadir dalam Sholat Istisqa ini. Di
tengah kondisi kemarau dan ancaman karhutla, kita tidak hanya berdoa memohon
hujan, tetapi juga harus memperkuat kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk
mencegah terjadinya kebakaran,” ujarnya.
Ia menegaskan,
wilayah perbatasan membutuhkan sinergi seluruh pihak karena aktivitas
masyarakat dan kondisi lingkungan di kawasan tersebut saling berkaitan. Karena
itu, kepolisian mengajak masyarakat, instansi pemerintah, TNI, serta seluruh
stakeholder untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik
api.
“Kami mengajak
masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Sekecil apa pun api harus menjadi perhatian, karena dalam kondisi kering dapat
dengan cepat berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas,” tegas AKP
Donny Sembiring.
Setelah
pelaksanaan Sholat Istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan
imbauan dari Tim Sosialisasi Mabes TNI. Masyarakat diajak memperkuat sinergi
dan tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran,
sementara doa bersama diharapkan menjadi ikhtiar agar hujan segera turun dan
karhutla dapat berakhir.
Sholat Istisqa di PLBN
Entikong tersebut menjadi simbol kebersamaan dalam menghadapi ancaman
kekeringan dan karhutla. Polsek Entikong bersama seluruh unsur terkait
berkomitmen terus membangun kesadaran masyarakat, memperkuat pencegahan serta
menjaga kawasan perbatasan tetap aman, sehat dan terbebas dari dampak bencana
asap. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



